Hunian Vertikal di Ibu Kota Baru Permudah Infrastruktur Telko

Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemenkominfo) mengatakan pemasangan sejumlah Base Transciever Station (BTS) di ibu kota baru akan lebih mudah lantaran dibangunnya hunian vertikal.

Direktur Jenderal Pos dan Penyelenggaraan Informatika (PPI) Kemenkominfo, Kalamullah Ramli mengatakan konsep hunian vertikal ini mempermudah pembangunan infrastruktur jaringan telekomunikasi.

“Ibu kota baru didesain lebih ke arah apartemen bukan landed house [rumah tapak], sehingga pemasangan BTS akan lebih mudah dibandingkan memasang tower,” ucap Ramli kepada awak media di sela konferensi pers di Kantor Kemenkominfo, Jakarta Pusat, Senin (28/10).

Menurut Ramli, berdasarkan hasil koordinasi dengan Bappenas, nantinya tower tak terlalu dibutuhkan di wilayah perkotaan karena akan ditempatkan di atas gedung.

“Tower sepertinya tidak terlalu banyak dibutuhkan di perkotaannya karena nanti akan lebih banyak ditempatkan di atas gedung,” pungkasnya.

Sebelumnya, mantan Menteri Komunikasi dan Informatika Rudiantara mengatakan nantinya infrastruktur jaringan akan dibangun di bahu jalan yang telah dibangun oleh Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR).

Berkaca pada pembangunan Palapa Ring dengan model Kerja Sama Pemerintah dengan Badan Usaha (KPBU), Rudiantara menjawab model pembangunan infrastruktur jaringan di Kalimantan harus dibicarakan dengan operator.

“Kita bicarakan dengan operator, mau bangun tidak. Tapi dengan syarat operator kalau mau bangun harus dibuka kepada operator lain. Konsep harus sharing,” ucap Rudiantara saat itu.

Namun di sisi lain, Badan Aksesibilitas Telekomunikasi dan Informasi (BAKTI) Kemenkominfo mengatakan pihaknya masih melakukan kajian untuk membangun Palapa Ring di dua ibu kota baru, Kabupaten Penajam Paser Utara dan Kabupaten Kutai Kartanegara, Kalimantan Timur.

Direktur utama BAKTI, Anang Achmad Latif mengatakan saat ini pihanya terus berkomunikasi dengan operator seluler terkait pembangunan Palapa Ring di dua lokasi ibu kota baru tersebut.

“Kami sedang menyiapkan kajian, kami selalu selesaikan persoalan telekomunikasi dan berkolaborasi dengan operator,” ungkap Anang kepada awak media di kantor Kemenkominfo, Selasa (15/10) lalu.

Comments are closed.