IHSG Berpotensi Menguat, Sejumlah Saham Layak Dipertimbangkan

bursa asiaBESTPROFIT PEKANBARU – Pergerakan IHSG pada perdagangan Rabu (14/1) diprediksi berada pada rentang support 5.195-5.200 dan resisten 5.220-5.225.  Pola morning star masih bertahan di atas area middle bollinger band (MBB). Moving Average Convergence-Divergence (MACD) gagal membentuk death cross dengan histogram positif yang mendatar.Sementara Relative Strength Index (RSI), Stochastic, dan William’s %R mencoba berbalik naik. Laju IHSG sempat berada di area target resisten (5.195-5.225) namun, mampu bertahan di atas target support (5.175-5.180).  Sentimen global mampu mengimbangi aksi profit taking sehingga dapat kembali membawa IHSG ke zona hijau. Akankah penguatan ini dapat bertahan dan berlanjut. Hal tersebut masih dimungkinkan jika laju bursa saham global masih berkesempatan bergerak positif.  IHSG pun masih ada peluang jika didukung oleh sentimen positif yang ada.

Sedangkan untuk sejumlah saham yang layak dipertimbangkan antara lain: Saham PT Unilever Indonesia (UNVR) dalam kisaran support-resisten Rp 32.450-33.275. Separating lines di atas Middle Bollinger Band (MBB). Target Rp 33.000 done. RoC bergerak naik diiringi peningkatan MFI. Akumulasi beli selama bertahan di atas Rp 32.950.  Saham PT Perusahaan Gas Negara (PGAS) dalam kisaran support-resisten Rp 5.550-5.875. Bearish engulfing cross dekati lower Bollinger band (LBB). MFI bergerak turun didukung penurunan momentum. Trading sell jika Rp 5.600 gagal bertahan.  Saham PT Matahari Putra Prima (MPPA) dalam kisaran support-resisten Rp 2.985-3.185. Three white soldier dekati Middle Bollinger Band (MBB). Target resisten Rp 3.085 sempat terlampaui. Moving Average Convergence-Divergence (MACD) mencoba golden cross diikuti peningkatan mass index. Akumulasi beli selama bertahan di atas Rp 3.070.

Berikutnya saham PT Surya Citra Media (SCMA) dalam kisaran support-resisten Rp 3.310-3.465. Shooting star dekati Middle Bollinger Band (MBB). Target resisten Rp 3.365 dapat terlampaui diikuti peningkatan volume beli dan kenaikan Relative Strength Index (RSI). Akumulasi beli selama berada di atas Rp 3.370.  Saham PT Sekawan Intipratama (SIAP) dalam kisaran support-resisten Rp 412-428. Three inside up dekati Middle Bollinger Band (MBB). Target resisten Rp 425 hampir tercapai. Penurunan parabolic SAR mulai tertahan diiringi William’s %R yang mencoba berbalik naik. Trading buy selama berada di atas Rp 415.  Saham PT Semen Indonesia (SMGR) dalam kisaran support-resisten Rp 15.950-16.250. Spinning di atas Middle Bollinger Band (MBB). RoC bergerak naik diikuti peningkatan momentum. Trading buy selama berada di atas Rp 15.100.

Pada perdagangan Selasa (13/1), Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup menguat 26,426 poin (0,51%) ke posisi 5.214,359. Sepanjang perdagangan, indeks mencapai level tertingginya 5.217,221 atau menguat 29,288 poin dan mencapai level terlemahnya 5.197,086 atau menguat 9,153 poin.  Positifnya mayoritas laju bursa saham Asia, terutama China memberikan imbas positif pada pergerakan IHSG yang mampu bermanuver balik positif.  Laju IHSG pun juga mampu melampaui estimasi kami sebelumnya di mana sempat kami khawatirkan akan terjadi pelemahan.

Sebelumnya,  aksi profit taking kembali bawa IHSG mengalami pelemahan. Meski masih ada perlawanan beli namun, tidak cukup kuat jika aksi profit taking semakin masif. Meski laju bursa saham global menunjukkan perbaikan namun, tetap mewaspadai adanya potensi pelemahan lanjutan.  Beruntungnya IHSG dengan adanya sentimen dari China tersebut sehingga pelaku pasar pun dapat memanfaatkan sentimen tersebut untuk kembali melakukan akumulasi beli terhadap saham-saham yang mengalami pelemahan sebelumnya.   Kembali melemahnya laju rupiah dan aksi jual asing tidak menjadi halangan bagi IHSG untuk tetap berbalik arah naik. Adapun transaksi asing tercatat nett sell (dari net sell Rp67,91 miliar menjadi net sell Rp368,67 miliar).

Sumber : http://financeroll.co.id/news/ihsg-berpotensi-menguat-sejumlah-saham-layak-dipertimbangkan-16/

Comments are closed.