IHSG Diproyeksi Melemah Tertekan ‘Jenuh Beli’ Investor

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diproyeksikan melemah pada perdagangan Kamis (26/11). Pelemahan indeks lantaran pasar saham mulai memasuki fase jenuh beli.

Analis Artha Sekuritas Indonesia Dennies Christoper Jordan mengungkapkan secara teknikal, pergerakan saat ini berada dalam area overbought (jenuh beli) dan terlihat indikasi potensi pelemahan jangka pendek.

Di sisi lain, ia menuturkan bahwa pelaku pasar masih akan terus mencermati peningkatan kasus covid-19.

“Investor masih akan mencermati angka kasus covid-19 serta rilis data GDP Amerika Serikat,” kata Dennies seperti dikutip dari riset hariannya.

Dia memproyeksikan indeks saham bergerak di rentang support 5.601-5.640 dan resistance 5.744-5.809.

Sepaham, Direktur Indosurya Bersinar Sekuritas William Surya Wijaya melihat potensi indeks terkoreksi terbuka lebar. Jika tak mampu mempertahankan level resistennya, maka diperkirakan IHSG bakal tertekan.

“Momentum koreksi wajar masih dapat dimanfaatkan oleh para investor untuk melakukan akumulasi pembelian dengan target jangka pendek,” pesan dia.

Ia memprediksi IHSG melaju di rentang support 5.611 dan resistance 5.724. Ada pun saham-saham pilihannya yaitu ITMG, BBRI, WIKA, SMGR, MYOR, BBNI, dan HMSP.

Di sisi lain, saham-saham utama Wall Street ditutup bervariasi. Indeks Dow Jones turun 0,58 persen ke level 29.872, S&P 500 melemah 0,16 persen ke level 3.629, dan Nasdaq Composite naik 0,48 persen menjadi 12.094.

Comments are closed.