Impor Mesin Dan Peralatan Mekanik Dilaporkan Naik

9091Bestprofit Pekanbaru – Badan Pusat Statistik dalam laporannya kepada publik menyampaikan bahwa nilai impor nonmigas dengan golongan barang HS 2 Dijit yaitu Mesin dan peralatan mekanik (84) , mengalami peningkatan di bulan April dan mencapai angka 2349.3 juta Dollar AS (CIF).

Pada bulan sebelumnya yaitu bulan Maret impor golongan barang ini hanya mencapai sekitar 1992.8 juta Dollar AS, sehingga dengan demikian telah naik sekitar 356.5 juta Dollar AS, atau naik sekitar 17.88 %.

Sedangkan secara kumulatif dari awal tahun ini, kinerja impor golongan barang ini telah mencapai angka sekitar 8584 juta Dollar AS dan memiliki porsi sekitar 19.16% terhadap impor nonmigas kumulatif untuk keseluruhan golongan barang.

Kinerja impor kumulatif golongan barang ini pada tahun lalu menunjukkan angka 8928.9 juta Dollar AS, sehingga dengan demikian dibandingkan dengan periode tersebut menunjukkan adanya penurunan sekitar -344.9 juta Dollar AS atau sekitar -3.86 %.

Analis Vibiz Research dari Vibiz Consulting mengemukakan bahwa pergerakan saham untuk sektor terkait di Bursa Efek Indonesia (BEI) untuk satu bulan ini nampak menunjukkan kinerja yang negatif dimana indeks saham untuk sektor MANUFACTUR mengalami penurunan sekitar -4.16 % dalam 3 bulan terakhir. Sementara itu indeks komposit (Jakarta Stock Exchange Composite Index, JCI) untuk periode yang sama menunjukkan kenaikan sekitar 0.4 % dalam 3 bulan terakhir.

Indeks LQ45 yang merupakan indeks yang terdiri dari 45 saham Perusahaan Tercatat yang dipilih berdasarkan pertimbangan likuiditas dan kapitalisasi pasar dengan kriteria-kriteria yang sudah ditentukan, juga menunjukkan sinyal yang positif. Indeks LQ45 mengalami penurunan sekitar -0.27% dalam 3 bulan terakhir.

Sementara itu Jakarta Islamic Index (JII) yang merupakan indeks yang menggunakan 30 saham yang dipilih dari saham-saham yang masuk dalam kriteria syariah (Daftar Efek Syariah yang diterbitkan oleh Bapepam-LK) dengan mempertimbangkan kapitalisasi pasar dan likuiditas, menunjukkan penurunan sekitar -0.68% dalam 3 bulan terakhir.

(sumber:vibiznews)

Comments are closed.