Industri Rokok RI Sedang Krisis, 2,1 Juta Petani Tembakau Dilema

rokokJakarta -Industri rokok terutama Sigaret Kretek Tangan (SKT) di dalam negeri sedang krisis. Pasalnya, banyak industri SKT yang tutup, seperti dua pabrik milik PT HM Sampoerna Tbk (HMSP).Direktur Institute for Development and Finance (INDEF) Enny Sri Hartati berpendapat banyaknya industri rokok skala SKT jelas membuat masa depan petani tembakau menjadi tidak jelas. Industri SKT adalah industri rokok yang paling banyak menyerap tembakau petani.

Melihat data Asosiasi Petani Tembakau Indonesia (APTI), hingga tahun 2013 jumlah petani tembakau sebanyak 2,1 juta orang. Dengan jumlah petani tersebut, produksi tembakau nasional mencapai sekitar 120 ribu ton, dengan luas lahan sekitar 160 ribu hektar.

“Industri kretek ini terkait petani-petani tembakau kita sampai sekarang belum ada produk program ending tembakau selain rokok. Di luar negeri katanya bisa dijadikan kosmetik tetapi di sini belum (dilakukan),” kata Enny kepadadetikFinance, Senin (19/05/2014).

Salah satu cara yang bisa dilakukan agar petani tembakau tidak dirugikan adalah dengan melakukan diversifikasi tanaman (mengganti tanaman tembakau dengan jenis tanaman lain yang bernilai jual). Tetapi cara ini dinilai sulit dilakukan oleh para petani tembakau di dalam negeri.

“Contohnya tembakau di daerah Madura (Jawa Timur) tidak hanya karena masalah ekonomi tetapi kultural. Pemerintah tidak hanya berpikir efisiensi apakah bisa didiversifikasi dengan tanaman lain karena saya yakin akan bentrok (tidak sesuai keinginan petani) kecuali masyarakatnya sendiri. Kalau dari sisi ekonomis bagi mereka lahan cocok untuk tembakau karena masih menguntungkan,” tuturnya.

Oleh sebab itu ia mendorong pemerintah segera mengambil langkah agar tidak banyak industri SKT yang tutup produksi. Caranya sederhana yang bisa dilakukan adalah dengan menurunkan tarif cukai rokok.

“Memang membutuhkan satu regulasi yang melindungi usaha (industri rokok) besar dan affirmative policy untuk industri kecil. Karena industri kecil lebih besar memproduksi rokok kretek. Ketika kolaps mereka (petani) akan kena imbas. Bagaimana pemerintah harus memberikan perlindungan kepada industri kecil ini,” cetusnya.

Comments are closed.