Inilah Tren Social Media Terbaru di Tahun 2014

79276088112-jejaringPT.BESTPROFIT PEKANBARU – Tahun 2014 menjadi tahun dimana pemasaran melalui sosial media berkembang ke arah yang sulit untuk diprediksi. Tidak seperti tahun-tahun sebelumnya, kini, membaca arah kecenderungan pasar terhadap sosial media tidak segampang dulu. Abad 21 adalah eranya perang digital. Social media terbaru terus bermunculan. Mereka saling berebut perhatian Anda sebagai pengguna internet. Sedangkan bagi marketing? Artinya adalah kesempatan baru untuk menghasilkan sebuah masterpiece kampanye pemasaran yang berpeluang besar untuk viral. Yang Anda butuhkan? Cukup tahu soal tren masa kini. Seperti apa?

Tren iklan online berikutnya akan berpusat di mobile. Gara-gara Facebook & Twitter.

Setelah Facebook dan Twitter go publik, maka cuma masalah waktu sampai mereka mencari sumber pendapatan melalui iklan. Keduanya kini tengah menjajaki kemungkinan mereka untuk membuka layanan jaringan iklan mobile sebagai sumber pendapatan baru. Facebook bahkan bisa dibilang kelewatan karena membatasi update fanspage bisnis. Kini, tidak sembarang update sebuah fanspage bisa dilihat oleh para fans mereka. Akibatnya, Anda mungkin perlu mengalokasikan pengeluaran tersendiri untuk menjangkau khalayak Anda di Facebook.

Micro-video adalah media beriklan dengan masa depan yang lebih cerah. Ia mungkin lebih efektif dari sekedar gambar.

Platform micro-video seperti Vine dan video Instagram bisa dibilang sangat efektif untuk kampanye pemasaran. Ambil contoh kampanye anti-merokok yang diluncurkan baru-baru ini oleh M&C Saatchi Sydney untuk Hari Tanpa Tembakau Sedunia. Pesannya sederhana, namun dramatis: “Setiap enam detik, seorang meninggal karena merokok.” Pesan yang sederhana ini menghasilkan banyak simpati. Digiday melaporkan bahwa 5 hari pertama kampanye itu berhasil mengumpulkan 50.000 likes (Instagram) dan 26.000 revines (Vine).

 Namun tetap saja gambar masih mendominasi, berkat Instagram dan Pinterest.

Semua orang saat ini sedang berbagi gambar di Instagram & Pinterest. Beberapa survei menyebut bahwa keduanya tumbuh lebih cepat dari Facebook dan Twitter. Pinterest telah mengumpulkan 30 miliar pin sejauh ini. Apabila bisnis Anda terutama menjual produk yang gampang difoto, maka kedua sosial media ini adalah sahabat terbaik Anda. Sedangkan kalau bisnis Anda menjual layanan yang notabene intangible pun, Anda masih bisa menggunakan kedua social media terbaru ini untuk membangun kedekatan dengan konsumen dengan cara menyebarkan gambar-gambar tentang situasi di bisnis Anda yang relevan dengan citra yang ingin Anda tampilkan di publik. Jadi, tidak ada alasan untuk tidak menggunakan salah satu di antara keduanya.

Ada baiknya Anda pakai fungsi Google+ ketika saat ini ia sedang mati suri.

Google seolah sedang menghentikan satu per satu layanan Google+. Pertama, ia menghentikan Google Authorship. Kini, tidak ada lagi foto penulis di sebelah kanan hasil pencarian. Kemudian, ia mengumumkan bahwa sinyal sosial Google+ tidak masuk dalam pertimbangan hasil pencarian Google. Maka, wajar jika Anda mulai mempertanyakan apakah investasi di Google+ Anda adalah investasi yang layak? Ia masih layak. Justru ketika ia mati suri, dan tidak banyak pemasar yang ragu-ragu untuk terjun di sini, Anda punya kesempatan untuk jadi early adopter dan membangun fanbase Anda sendiri. Lagipula fungsi Author Rank masih bisa diandalkan untuk mengakali algoritma hasil pencarian mereka. Penulis yang terakreditasi akan mendapat hasil pencarian yang lebih baik.

B2B memakai LinkedIn.

Meski mungkin platform ini tidak cukup efektif layaknya Twitter atau Facebook untuk industri yang bergerak di bidang pelayanan customer (B2C), namun LinkedIn terbilang menyimpan potensi besar bagi pemasaran industri B2B (Business to Business). Menurut riset Wayne Breitbarth, seorang pengamat LinkedIn, perusahaan yang menggunakan LinkedIn melonjak dari 24% menjadi 57%. Menurut Social Media Examiner, 33% dari pemasar B2B menggunakan platform ini, sedangkan 31% menggunakan Facebook dan 16% menggunakan Twitter.

Sumber : Studentpreneur

Comments are closed.