Irak Bergejolak, Emas Kian Menanjak

WarBestprofit Pekanbaru – Ketegangan di Irak masih menjadi faktor penggerak harga emas. Logam mulia tersebut mendaki level tertinggi dalam tiga minggu terakhir, memasuki peningkatan mingguan yang kedua. Dilansir dari Investing.com, pada pekan lalu Iran dan Amerika Serikat memutuskan akan mendiskusikan konflik kelompok tersebut sembari membicarakan program nuklir Teheran.

Harga emas fisik untuk pengiriman segera menambah perolehan sebanyak 0.5 persen di harga $1,282.98 per troy ons pada sesi Asia Senin hari ini. Capaian tersebut merupakan level tertinggi sejak tanggal 27 Mei. Pada pukul 9:31 waktu Singapura, harga emas fisik mencapai posisi $1,282.58. Pekan lalu kenaikan emas mencapai 1.9 persen. Sedangkan, harga emas di Comex untuk pengiriman Agustus mencapai $1,283.10 atau naik sebanyak 0.7 persen dari harga sebelumnya.

Juru bicara militar Irak, Qassim Ata, menyatakan bahwa angkatan bersenjata militer Irak telah membunuh lebih dari 279 orang pemberontak. Negara anggota OPEC dan produsen minyak terbesar kedua di dunia ini berupaya memperketat kembali kontrol atas wilayahnya yang dikuasai oleh kelompok sempalan Al-Qaeda.

Para trader emas terus memonitor perkembangan peristiwa di Irak. Sebelumnya, harga emas batangan juga sempat mengalami kenaikan sebanyak 6.7 persen tahun ini akibat kericuhan geopolitik antara Ukraina dan Rusia.

“Permintaan atas safe haven mulai bertambah sehubungan dengan memanasnya kasus Irak. Permintaan safe haven akibat kasus Timur Tengah, dalam hal ini Irak, telah mengantarkan emas mencapai support yang selama ini diinginkan.” tutur David Lennox, analis dari Fat Prophets di Sydney.

Comments are closed.