Iran Klaim Berhasil Bongkar Operasi Mata-Mata CIA

Kementerian Intelijen Iran mengklaim berhasil membongkar operasi mata-mata Amerika Serikat. Mereka menyatakan menangkap sejumlah orang yang diduga terlibat dalam aktivitas spionase itu.

Melalui sebuah pernyataan, Kementerian Intelijen Iran mengatakan pihaknya bersama sejumlah sekutu baru-baru ini menargetkan jaringan intelijen AS dan sukses menggagalkan rencana mata-mata seteru mereka.

“Kami memiliki sekutu intelijen dan kami bertukar informasi dengan mereka. Saat ini kami terlibat dalam pertempuran intelijen dengan AS. Dalam pertempuran ini kami harus menggunakan kemampuan kami dan sekutu kami,” bunyi pernyataan kementerian tersebut, Selasa (18/6).

Menteri Keamanan Nasional Iran, Ali Shamkhani, menjadi pejabat Iran pertama yang menyatakan klaim tersebut dalam lawatannya ke Rusia. Meski tak menjelaskan secara detail bukti terkait klaimnya itu, Shamkhani menuturkan dokumen mengenai operasi kontra-spionase Iran terhadap Badan Pusat Intelijen AS (CIA) akan segera dirilis.

Sementara itu, seorang pejabat AS membantah klaim Teheran itu.

Dilansir CNN, Rabu (19/6), berdasarkan laporan kantor berita Mehr, Iran juga pernah membuat klaim serupa pada April 2019 lalu.

Klaim “pembobolan” sistem intelijen AS oleh Iran ini muncul ketika Presiden Donald Trump berencana mengirim 1.000 pasukan tambahan ke Timur Tengah di tengah ketegangan Teheran-Washington.

Ketegangan kedua negara kembali memanas setelah Iran berencana melanjutkan proses pengayaan uranium, jika negara Eropa tak dapat membela Teheran dari sanksi AS.

Tak hanya itu, hubungan kedua negara juga kembali panas setelah insiden sabotase dua kapal tanker Saudi di Selat Hormuz. AS menuding Iran berada di balik insiden tersebut.

Comments are closed.