Jadi Anak Usaha PLN, Pendapatan EMI Diprediksi Capai Rp8 T di 2025

PT Energy Management Indonesia (PT EMI) resmi menjadi anak perusahaan PT PLN (Persero). Direktur Utama PLN Zulkifli Zaini, memproyeksikan pada tahun 2025, PT EMI akan memperoleh pendapatan sebesar Rp 8 triliun atau bahkan secara kumulatif akan mencapai hingga RP 13 triliun.

“InsyaAllah dengan keberhasilan transformasi EMI yang akan datang dan asumsi dukungan penuh segenap stakeholder maka diproyeksikan pada tahun 2025 EMI akan mencapai pendapatan sebesar Rp 8 triliun atau secara kumulatif ke depan sebesar Rp 13 triliun,” kata Zulkifli di Jakarta, Jumat (22/10).

Dia berharap, seluruh stakeholder bisa mendukung PT EMI sebagai energi service company dan menjadi pilihan konsumen se-Asia Tenggara. “Kami sampaikan permohonan dukungan dari seluruh stakeholder bagi EMI untuk mewujudkan bisi EMI sebagai service dan pilihan konsumen Asia Tenggara untuk mempercepat program dekarbonisasi nasional menuju ekonomi hijau Indonesia,” imbuhnya.

Selain itu, dia juga berharap PT EMI mampu mewujudkan Rencana Umum Energi Nasional (REN) yang telah ditetapkan Pemerintah. Di mana terdapat beberapa butir kunci mengenai beberapa kebijakan utama dan pendukung di bidang energi. Pertama, ketersediaan energi untuk kebutuhan nasional.

Kedua, green yakni penetapan energi baru terbarukan (EBT) sebagai prioritas pengembangan energi nasional ke depan yang dibarengi dengan pengembangan dan penerapan teknologi energi.

Terkait dengan aspirasi Green ini Pemerintah menyampaikan pesan sebagaimana dikutip dari pidato Presiden republik Indonesia Joko Widodo 16 Agustus 2021, yaitu ekosistem investasi dan kolaborasi di dunia usaha juga dimaksudkan untuk mempercepat perkembangan ekonomi berbasis inovasi dan teknologi khususnya arah ekonomi hijau atau green economy.

“Dari pesan tersebut prinsip green ekonomi salah satunya adalah penurunan CO2 dan tingkat polusi menuju zero net emission akan kita arahkan. Pemerintah juga telah mencanangkan target Indonesia menuju net zero emission selambat-lambatnya tahun 2060,” pungkasnya.

Author: bpf pekanbaru