Jokowi Kembali Minta BUMN Setop Kuasai Proyek Infrastruktur

Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengingatkan Badan Usaha Milik Negara (BUMN) untuk tak mengambil semua pembangunan proyek infrastruktur. Peringatan tersebut merupakan yang kesekian.

Dalam beberapa kesempatan, Jokowi sudah sering mengeluarkan peringatan serupa. Ia meminta BUMN membagi pembangunan proyek infrastruktur kepada perusahaan swasta, termasuk kontraktor lokal.

“Saya sudah perintahkan ini, engga sekali, dua kali. Jangan ambil semuanya! Berikan ruang bagi swasta dan pengusaha lokal, Saya harapkan lima tahun ke depan peran swasta, peran kontraktor lokal betul-betul bisa diberikan ruang yang sebesar besarnya,” katanya di Jakarta, Rabu (6/11).

Jokowi mengatakan peringatan ia berikan karena pemerintah sering mendapat keluhan dari kontraktor lokal, baik di provinsi, kabupaten maupun kota;  pembangunan infrastruktur diambil semuanya oleh BUMN. Ia tak ingin dominasi BUMN dalam pembangunan infrastruktur terus berlanjut hingga lima tahun ke depan.

Mantan gubernur DKI Jakarta itu menyebut tak semua pembangunan infrastruktur memakai APBN. Oleh karena itu, kata Jokowi, pemerintah mengembangkan berbagai model pembayaran, seperti KPBU, PPP, hingga PINA.

“Selalu saya sampaikan, tolong tawarkan, berikan prioritas pada swasta dulu. Kalau swasta tak mau, silakan BUMN yang mengerjakan terutama yang IRR rendah karena ada suntikan PMN,” tuturnya.

Dalam kesempatan ini, Jokowi menyampaikan capaian pembangunan infrastruktur dalam lima tahun terakhir. Jokowi mengatakan Indonesia sudah tertinggal jauh dari sejumlah negara lainnya dalam hal pembangunan infrastruktur.

Ia mencontohkan soal pembangunan jalan tol. Menurutnya, sejak pembangunan Jalan Tol Jagorawi pada 1978 sampai 2014, Indonesia hanya membangun 780 kilometer jalan tol.

Sementara itu, China dalam periode yang sama berhasil membangun jalan tol sepanjang 280 ribu kilometer.

“Jangan ada yang tepuk tangan. Kita 780 kilometer selama 40 tahun, di China 280.000 kilometer,” ujarnya.

Meskipun demikian, Jokowi bersyukur sampai akhir tahun ini, pembangunan selama lima tahun, Indonesia akan memiliki jalan tol sepanjang 1.500 kilometer. Ia pun berharap dalam lima tahun ke depan, panjang jalan tol RI mencapai sekitar 4.500 sampai 5.000 kilometer.

“Ahamdulillah peringkat Indonesia dalam pembangunan infrastruktur sekarang 52, tahun 2019. Naik 30 peringkat dibanding tahun 2010. Pencapaian sangat baik dan kita harapkan daya saing global meningkat,” katanya.

Leave a Reply