Kalung Antivirus Kementan Dianggap Jamu, Belum Diuji Klinis

Kementerian Pertanian (Kementan) menyatakan belum melakukan uji klinis terhadap berbagai produk eucalyptus, seperti kalung, roll on, hingga inhaler untuk mencegah dan mengobati Covid-19. Kepala Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian (Balitbangtan) Fadjry Djufry mengatakan pihaknya baru berencana melakukan itu pada masa depan.

“Produk tetap harus melalui uji klinis. Kita menyadari itu belum punya. Tidak ada klaim antivirus di sini. Jadi kalung kita menyadari belum ada uji praklinis dan klinis, sehingga tidak ada klaim di situ. Butuh uji praklinis akan tetap dijalankan, segera kita lakukan itu,” ujar Fadjry dalam konferensi pers, Senin (6/7).

Fadjry menuturkan Kementan baru melakukan pengujian awal terhadap eucalyptus selama 2 hingga 3 bulan. Sementara uji klinis disebut akan membutuhkan waktu yang lama, sekitar 1,5 tahun.

 

Lebih lanjut Fadjry berkata seluruh produk eucalyptus yang dibuat Kementan berstatus sebagai jamu di Badan Pengawas Obat dan Makanan. Dia berkata perlu dilakukan upaya riset dan inovasi untuk mendapatkan produk Obat Hebal Terstandar (OHT) dan Fitofarmaka.

Fitomarfaka adalah obat dari bahan alam yang telah dibuktikan keamanan dan khasiatnya secara ilmiah dengan uji praklinik dan uji klinik.

“Seluruh produk sesuai izin BPOM tingkatannya sebagai jamu tidak menuliskan antivirus,” ujar Fadjry.

Terkait uji klinis, Fadjry mengaku belum dilakukan karena harus dikerjakan tim dokter yang diketuai spesialis paru-paru. Balitbangtan, kata dia, tidak punya wewenang dan kompetensi melakukan uji klinis.

Namun, dia mengaku saat ini tawaran untuk uji klinis sudah datang dari UNHAS dan UI.

Sejauh ini, Fadjry menyebut pihaknya telah menguji kemampuan antivirus eucalyptus pada virus influenza dan virus corona model beta dan gamma di Balai Besar Penelitian Veteriner (BB Litvet). Di Indonesia dikatakan saat ini belum ada laboratorium yang mampu menumbuhkan virus SARS-CoV-2 pada sel kultur.

Hasil pengujian menunjukkan beberapa ekstrak tanaman potensial sebagai anti virus pada pengujian in vitro pada media tumbuh. Dengan konsentrasi terukur minyak eucalyptus mampu membunuh hingga 100 persen virus influenza maupun virus corona.

1Pingbacks & Trackbacks on Kalung Antivirus Kementan Dianggap Jamu, Belum Diuji Klinis