Kementerian BUMN Cari Skema Penggabungan Hotel Pelat Merah

PT Hotel Indonesia Natour (Persero) menyatakan sampai saat ini proses konsolidasi atau penggabungan BUMN sektor perhotelan masih berlangsung. Sampai dengan saat ini kementerian masih terus mencari skema dan strategi yang tepat untuk melaksanakan kebijakan tersebut.

Sebagai informasi Hotel Indonesia Natour merupakan BUMN yang bergerak di bidang perhotelan.

“Saat ini masih terus dicari skema dan strategi yang tepat untuk melakukan konsolidasi, mencari cara terbaik untuk melaksanakan penggabungan hotel-hotel tersebut dalam satu atap,” kata Manager Humas PT Hotel Indonesia Natour (HIN) Rita Rosita seperti dikutip dari Antara, Jumat (31/1).

Menteri BUMN Erick Thohir saat ini berencana merampingkan anak hingga cucu usaha BUMN perhotelan. Perampingan dilakukan karena saat ini ada 85 hotel yang berada di bawah naungan perusahaan pelat merah.

Hotel tersebut sayangnya, bukan merupakan bagian dari BUMN perhotelan PT Hotel Indonesia Natour atau Inna Hotel Group. Staf Khusus Kementerian BUMN Arya Sinulingga mengatakan hotel tersebut antara lain dimiliki oleh PT Pertamina (Persero) dan PT PANN Multi Finance (Persero).

“BUMN yang memiliki bisnis inti hotel ya Inna Hotel. Tapi tidak tahu ternyata ada 85 hotel dimiliki BUMN,” ucap Arya beberapa waktu lalu.

Tak hanya hotel, Arya menyatakan beberapa BUMN juga memiliki anak atau cucu usaha berupa rumah sakit dan bisnis logistik. Padahal, lagi-lagi induknya tak bergerak di dua sektor itu.

Dia menyatakan bisnis logistik seharusnya menjadi lahan PT Pos Indonesia (Persero). Namun, nyatanya bisnis itu juga bisa ditemui di PT Garuda Indonesia (Persero) dan PT Pelindo (Persero).

Comments are closed.