Kilau Emas Meredup Jelang Natal

BEST-PROFIT-FUTURES, New York – Harga emas berjangka jatuh dalam dua hari berturut-turut jelang Natal, seiring membaiknya ekonomi AS di luar perkiraan. Selama ini permintaan untuk logam mulia sebagai alternatif investasi.


Harga emas berjangka untuk pengiriman Februari turun 0,2 persen menjadi US$ 1,178 per ounce di Comex di New York, melansir laman Chicagotribun.

Harga emas sempat turun 2,2 persen pekan lalu karena kekhawatiran bahwa Federal Reserve akan meningkatkan suku bunga tahun depan.

pohon-natal-dari-emas-murni-_663_382Pedagang memprediksi kemungkinan bank sentral akan menaikkan suku bunga pada September, mengacu pada data berjangka.

Di sisi lain, ekonomi AS tumbuh 5 persen pada kuartal ketiga, dan merupakan kemajuan terbesar dalam 11 tahun.

Emas menuju kerugian tahunan berturut-turut untuk pertama kalinya sejak 1998 setelah penurunan harga minyak mengurangi daya tarik logam sebagai lindung nilai inflasi.

Dolar dan ekuitas yang menarik investor,” George Gero, Ahli Strategi Logam Mulia di RBC Capital Markets di New York.

Harga emas melonjak 70 persen kurun Desember 2008 sampai Juni 2011, di mana bank sentral meningkatkan pasokan uang dan belum pernah terjadi sebelumnya, memacu kekhawatiran bahwa inflasi akan naik.

Harga logam ini jatuh 28 persen pada 2013, penurunan terbesar dalam tiga dekade, di tengah kenaikan ekonomi AS.

Comments are closed.