Diperkirakan IHSG Cenderung Melemah

05Jakarta -Mixednya bursa dunia belum dapat memberikan dukungan. IHSG turun tipis setelah gagal kembali menguat kemarin. Namun, masih rendahnya minat jual asing dapat menghambat peluang negatif. Maka, kami memperkirakan IHSG akan bergerak cenderung melemah hari ini.

Makro ekonomi

Rapat Dewan Gubernur Bank Indonesia memutuskan mempertahankan BI Rate pada level 7.5% sebagai langkah untuk meredam gejolak inflasi serta memperbaiki neraca transaksi berjalan. BI juga menurunkan proyeksi pertumbuhan ekonomi Indonesia (GDP growth) menjadi 5.1% hingga 5.5% dari proyeksi sebelumnya 5.5% hingga 5.9%. Pada awal tahun ini BI memperkirakan GDP growth Indonesia dapat mencapai 5.9% hingga 6.2%. Proyeksi terakhir BI mendekati perkiraan pesimis Bank Dunia sebesar 5.3% dan Dana Moneter Internasional sebesar 5.5%. Revisi pertumbuhan ekonomi dipicu oleh penurunan realisasi ekspor riil pada 1Q 2014 serta kondisi permintaan pasar dunia, harga komoditas, dan UU Minerba.

ISAT – Kinerja 1Q 2014

PT Indosat (ISAT) membukukan laba bersih sebesar Rp 800.1 Miliar pada 1Q 2014 Vs rugi bersih Rp 71.1 Miliar pada 1Q 2013 kendati pendapatan tercatat stagnan pada Rp 5.8 Triliun. Naiknya kinerja didukung oleh pencatatan laba atas penjualan investasi sebesar Rp 413.7 Miliar, atas penjualan 5% saham PT Tower Bersama Infrastructure (TBIG) senilai Rp 1.39 Triliun.

LPCK – Target marketing sales

PT Lippo Cikarang (LPCK) menganggarkan belanja modal senilai Rp 600 Miliar pada 2014 yang dialokasikan untuk mengembangkan sejumlah proyek. LPCK menargetkan marketing sales untuk tahun ini senilai Rp 2 Triliun dibandingkan Rp 1.7 Triliun pada akhir tahun lalu. Estimasi Sebanyak Rp 130 Miliar dikontribusi oleh penjualan kawasan industri sedangkan Rp 170 Miliar dari penjualan lahan komersial. Kontribusi terbesar berasal dari penjualan residensial yang diperkirakan mencapai Rp 1.7 Triliun atau 85% dari total marketing sales. Pada tahun ini, LPCK akan meluncurkan 11 proyek properti yang meliputi apartemen, perumahan premium serta kawasan industri.

TINS – Kepemilikan 40% saham di tambang timah eks Koba Tin

PT Timah (TINS) bersama Pemerintah Daerah Kabupaten Bangka Tengah, Kabupaten Bangka Selatan, dan Provinsi Bangka Belintung akhirnya mencapai kesepakatan terkait porsi kepemilikan saham untuk mengelola areal tambang timah eks Koba Tin. TINS mendapatkan 40% saham dan perusahaan bentukan beberapa daerah, PT Timah Bemban Babel memiliki 60% saham. Areal tambang timah eks PT Koba Tin seluas 41,344.26 Ha di Bangka Belitung.

TOWR – Ekspansi menara

PT Sarana Menara Nusantara (TOWR) menganggarkan dana Rp 1.5 Triliun-Rp 2 Triliun untuk membangun 1,500-2,000 menara pada tahun ini. Pada tahun lalu, TOWR memiliki menara sebanyak 9,746 menara. Apabila rencana tersebut terealisasikan maka jumlah menara BTS TOWR akan sekitar 11,246-11,746 menara. TOWR akan menggunakan kas internal untuk membiayai ekspansi tersebut. Dikarenakan permintaan menara masih tinggi di area Jawa maka pembangunan menara masih akan difokuskan di Jawa.

Comments are closed.