Korporasi besar AS menolak kebijakan Trump

FILE PHOTO: The logo of Amazon is pictured inside the company's office in Bengaluru, India, April 20, 2018. Picture taken April 20, 2018. REUTERS/Abhishek N. Chinnappa/File Photo GLOBAL BUSINESS WEEK AHEAD

PT BESTPROFIT Korporat di Amerika Serikat (AS) seperti musuh dalam selimut bagi Presiden Donald Trump. Mereka diam-diam melawan kebijakan perdagangan Presiden AS itu dengan cara menyiasati rencana penerapan tarif baru.

Sederet perusahaan besar, mulai Amazon.com Inc. Alcoa Corp hingga Harley Davidson memutar otak untuk merobek perjanjian perdagangan tarif impor yang baru. Tentu, mereka melakukan itu tanpa mengambil posisi konfrontasi dengan Trump.

Sumber Reuters mengatakan, Amazon sedang mendiskusikan kampanye iklan di seluruh industri dan melakukan lobi lebih luas ke pemerintah AS. Pasalnya, kebijakan tarif baru dapat memukul potensi bisnis Amazon. BEST PROFIT

Tingginya kekhawatiran ini adalah peningkatan biaya impor data dan data lainnya. Maklum, Amazon Web Services salah satu unit perusahaan yang paling menguntungkan dari sisi pendapatan.

Raksasa e-commerce di AS ini tidak sendiri yang khawatir atas kebijakan tarif baru. Dean Garfield, Kepala Eksekutif Dewan Teknologi Industri Informasi mengatakan, Microsoft Corp, Alphabet Inc dan Google juga merasakan hal yang sama.

Tak hanya itu, Toyota Motor North America dapat menderita jika Trump memberlakukan tarif pada kendaraan dan suku cadang yang diimpor. Anak perusahaan Toyota Jepang ini menerbangkan pekerja ke Washington untuk demonstrasi di depan Capitol Hill. BESTPROFIT

Kepala Eksekutif Alcoa mengungkapkan, produsen aluminium berdiskusi dengan pemerintah AS, Departemen Perdagangan dan anggota Kongres tentang penghapusan tarif atau mendapatkan pengecualian aluminium Kanada.

Akibat adanya kebijakan tarif baja dan aluminium ini, Alcoa mengeluarkan biaya tambahan US$ 14 juta per bulan, terutama dari tarif yang dikenakan pada aluminium yang diimpor dari Kanada, pemasok terbesarnya.

Comments are closed.