LAPAN Angkat Bicara soal Dentuman Keras di Bali

Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional (LAPAN) mengaku tidak mengetahui sumber dentuman keras yang ada di sejumlah wilayah di Bali. Hal itu merespons pengakuan warga soal adanya benda yang melintas di langit sebelum mendengar dentuman keras.

Kepala LAPAN Thomas Djamaluddin mengatakan pihaknya tidak memiliki alat pendeteksi meteor di wilayah Bali. Sehingga, dia mengaku belum dapat memastikan apakah benda tersebut merupakan meteor.

“LAPAN tidak mempunyai alat pendeteksi meteor di dekat Bali,” ujar Thomas

Minggu (24/1).

 

Thomas enggan menjelaskan secara spesifik mengenai kondisi atmosfer di atas Bali saat kejadian tersebut terjadi. Namun, dia mengatakan benda yang terlihat di langit wilayah Bali oleh sejumlah warga bisa merupakan meteor.

“Kalau benar ada saksi yang melihat bola api yang meluncur disertai ledakan, mungkin itu meteor besar atau asteroid yang memasuki atmosfer yang menyebabkan ledakan akibat gelombang kejut asteroid,” ujarnya.

Di sisi lain, Thomas mengaku pihaknya belum berencana untuk melakukan survei ke wilayah Bali untuk mengidentifikasi pengakuan warga dan sumber dentuman. Namun, dia mengatakan pihaknya akan segera melakukan tindakan jika ada bukti terkait hal itu.

“Belum. Kecuali ada bukti yang perlu ditindaklanjuti identifikasinya,” ujar Thomas.

Sebelumnya, sejumlah warga bali dikejutkan dengan suara dentuman keras. Sejumlah warga bahkan mengaku melihat benda yang melintas di langit sebelum dentuman terjadi.

BMKG memastikan dentuman bukan bersumber dari gempa. Namun, BMKG mendeteksi anomali sinyal seismik di Bali pada pukul 10.27 WITA.

Rekaman seismik disebut memiliki durasi sekitar 20 detik. Berdasarkan formulasi penentuan magnitudo gelombang gempa, dentuman menciptakan magnitudo 1,1.

Comments are closed.