Menaker Serahkan Pembagian Jam Kerja ke Perusahaan

Menteri Ketenagakerjaan Ida Fauziah menyatakan menyerahkan sepenuhnya pembagian jam kerja pada tatanan kehidupan baru (new normal) kepada perusahaan. Ia tidak mempermasalahkan pembagian jam kerja sepanjang yang diterapkan sesuai dengan Surat Edaran Gugus Tugas Covid-19.

“Yang penting adalah menghindarkan dari bertumpuknya massa masyarakat apakah dari PNS, BUMN, atau pekerja swasta. Baik pada jam berangkat kerja maupun pulang kerja,” ujar Ida, Rabu (17/6).

Ida mengatakan untuk memastikan penerapan jam kerja yang sesuai edaran gugus tugas itu, ia akan melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke sejumlah lokasi usaha. Salah satunya, mal.

 

Pada Rabu kemarin, ia sudah melakukannya di Mal Kota Kasablanka. Dari hasil pantauan sementara, ia menemukan protokol kesehatan saat new normal sudah dijalankan.

“Disiplin itu penting. Disiplin dari manajemen maupun dari pengunjung mal itu sendiri. Jadi mengikuti protokol kesehatan itu jangan hanya karena ada kewajiban dari pemerintah atau pemerintah derah,” ujar Ida di sela melakukan sidak, Rabu (17/6).

Ida menyampaikan protokol kesehatan harus menjadi kebutuhan. Dia menyebut protokol kesehatan untuk melindungi diri sendiri dan orang lain.

Lebih lanjut, Ida menyampaikan kapasitas Mal Kokas masih sapi jika dibandingkan sebelum pandemi covid-19. Namun, dia mengingatkan manajemen mal harus tetap mengatur jumlah pengunjung sebagai bentuk pencegahan penularan covid-19.

“Antri pun harus dengan jaga jarak yang baik,” ujarnya.

Ida menambahkan berencana melakukan sidak serupa ke industri garmen di Semarang, pada Jumat (19/6). Di hari selanjutnya, dia juga akan melihat penerapan new normal di sektor UMKM.

“Jadi secara bertahap saya akan melihat keberlangsungan usaha. Jadi tetap produktif tapi aman dari Covid-19,” ujarnya.

Lebih dari itu, dia menyebut pemerintah mengedepankan pembinaan dalam melaksanakan new normal. Adapun sanksi, kata dia diserahkan kepada pemerintah daerah masing-masing.

“Jadi pendekatan bukan hukuman tapi pembinaan,” ujar Ida.

Comments are closed.