Mendag Tak Larang Ekspor Masker di Tengah Wabah Virus Corona

Menteri Perdagangan Agus Suparmanto tak melarang kegiatan ekspor masker, meskipun saat ini masker banyak diburu warga. Tetapi, ia meminta eksportir untuk memprioritaskan pemenuhan kebutuhan masker di dalam negeri, mengingat dua WNI positif terinfeksi virus corona.

“Pemerintah menegaskan tidak ada larangan ekspor masker, tapi kami mengharapkan eksportir untuk memprioritaskan pemenuhan masker di dalam negeri saat ini,” ujarnya dalam Rapat Kerja Kementerian Perdagangan di Hotel Borobudur, Jakarta, Rabu (4/3).

Diketahui, masker dan hand sanitizer langka di pasaran sejak pemerintah mengumumkan

Fenomena ini dikenal dengan panic buying. Ironisnya, tidak cuma masker dan hand sanitizer, warga juga memborong sembako atau bahan pangan.

Akibat panic buying tersebut, sejumlah penjual masker dan hand sanitizer di online shop mematok harga sangat tinggi, yaitu di kisaran Rp500 ribu hingga jutaan untuk sekotak masker.

Karenanya, Agus mengimbau penjual untuk tidak mematok harga selangit, terutama di tengah meluasnya wabah virus corona. “Imbauan ini juga ditujukan kepada distributor dan penjual pengecer,” jelas Agus.

Dua hari belakangan, di apotek, warga panik dan membeli barang-barang kebutuhan kesehatan khususnya obat-obatan, antiseptik, dan masker dalam jumlah berlebihan. Di toko ritel dan supermarket, mereka memborong barang kebutuhan pokok atau sembako, seperti makanan instan, minuman kemasan, hingga popok bayi.

Asosiasi Pengusaha Ritel Indonesia (Aprindo) menyebut terjadi lonjakan pengunjung toko ritel sekitar 10 persen sampai dengan 15 persen setelah Jokowi mengumumkan kabar itu.=

Comments are closed.