Mengaku Tanpa Konsep, Sandi Janji Turunkan Listrik

Calon Wakil Presiden Nomor Urut 02 Sandiaga Uno mengaku akan menurunkan tarif listrik hingga 20 persen. Meski begitu, ia mengaku hanya beretorika dan berjanji tanpa cara menerapkannya.

Hal ini disampaikan Sandi saat berkunjung ke Sukabumi dan bertemu dengan sejumlah emak-emak di sana.

“Bersama Prabowo-Sandi Insyaallah secara bertahap listrik akan kita turunkan tarifnya. Paling tidak 20 persen, Bu,” kata Sandi seperti yang dikutip CNNIndonesia.com melalui rilis, Kamis (11/4).

Meski begitu Sandi tak menjelaskan secara rinci bagaimana konsep yang akan dia gunakan untuk menurunkan harga listrik tersebut. Sandi, seperti yang tertera di dalam rilis, mengaku “hanya menyampaikan retorika dan janji kepada warga tanpa konsep pasti untuk menjalankan janjinya itu jika kelak terpilih sebagai presiden”.

Pilihan redaksi
http://www.ptbestprofit.com
http://www.ptbestprofitfutures.com
http://www.pt-bestprofit.com

Tak hanya itu, Sandi bahkan berani menyebut jika tarif listrik telah diturunkan sebanyak 20 persen maka uangnya akan kembali ke masyarakat.

Kata dia, dompet para emak-emak akan kembali penuh dengan uang bukan dengan kartu-kartu sakti. Diketahui soal kartu ini adalah salah satu program Jokowi.

“Uangnya kita kembalikan kemana? Ke kantong emak-emak biar kantong emak-emak kantongnya isi penuh duit, bukan penuh kartu mau banyak kartu atau banyak duit,” kata dia.

Lebih lanjut, dalam kesempatan itu Sandi juga menerima beberapa lembar uang dari pendukungnya saat akan berorasi kampanye di Jalan Lingkar Selatan, Cibereum, Kota Sukabumi.

“Alhamdulillah dapat rezeki pagi-pagi. Ini buat jaga TPS, buat dapur umum, Bu,” kata Sandi.

Saat berkampanye di lapangan Karebosi, Makassar Sulawesi Selatan, Minggu (24/3), capres nomor urut 02 Prabowo Subianto juga berjanji akan menurunkan Tarif Dasar Listrik (TDL) dalam 100 hari setelah dilantik sebagai presiden. Namun, ia enggan menjelaskan caranya karena takut ditiru.

Direktur Institute for Essential Services Reform (IESR) Fabby Tumiwa menilai janji Prabowo itu berpotensi membahayakan PT Perusahaan Listrik Negara (Persero) atau PLN. Menurut dia, margin keuntungan yang diraih PLN saat ini terbilang rendah dari penjualan listrik, yakni hanya 2 persen.

“Padahal butuh margin 10 persen sampai 12 persen supaya PLN bisa sehat. Jadi artinya tarif yang sekarang itu sebenarnya sudah terlalu murah,” ucap Fabby kepada CNNIndonesia.com, Minggu (7/4).

Biasanya, kata dia, tarif listrik akan dievaluasi setiap tiga bulan sekali. Sejak awal tahun ini, pemerintah tak mengerek harga listrik, tapi justru memberikan diskon. Besarannya bervariasi dari 50 persen sampai 100 persen.

Comments are closed.