Mengenal 5 Jenis Dividen dalam Suatu Perusahaan

developmentandmarketing.comBestprofit Pekanbaru – Dividen adalah bagian dari laba perusahaan yang di bayarkan kepada para pemegang saham, sesuai dengan banyaknya saham yang dimiliki. Pemberian dividen di lakukan jika sudah mendapatkan persetujuan dari pemegang saham dalam RUPS. Dividen sendiri tidak semata – semata bisa di berikan kepada para pemegang saham. Jika ingin mendapatan dividen, para penanam modal harus memegang saham dalam waktu yang relatif lama yaitu  hingga kepemilikan saham tersebut berada dalam periode dimana diakui sebagai pemegang saham yang berhak mendapatkan dividen. Deviden ini juga memiliki beberapa jenis, yaitu seperti berikut ini:

1. Dividen tunai

Jenis dividen tunai adalah yang paling umum dibagikan kepada pemegang saham. Cara pembayarannya adalah secara tunai. Sehingga, hal ini lebih disenangi oleh para pemegang saham. Terkadang perusahaan public membayarkan dividen ini secara berkala. Antara dua sampai empat kali dalam 1 tahun. Selain itu, dividen ini biasanya akan dikenai pajak sesuai dengan hukum yang berlaku pada tahun pengeluaran.

2. Dividen saham

Sesuai dengan namanya, dividen saham ini dibayarkan dalam bentuk saham. Dividen ini sering di manfaatkan oleh perusahaan jika perusahaannya kekurangan uang kas. Pembagian dividen jenis stock biasanya diberikan secara merata bagi semua pemegang saham. Dengan demikian, para pemegang saham akan menerima saham lebih banyak setelah mendapatkan dividen saham ini.

3. Dividen properti

Dividin properti ini dibagikan dalam bentuk aset/barang. Tidak dengan tunai ataupun saham. Jenis pembagian dividen ini jarang dilakukan oleh prusahaan. Karena akan lebih sulit perhitungannya. Biasanya perusahaan melakukannya karena uang tunai yang ada di perusahaan sudah terlanjur tertanam dalam investasi perusahaan lain.

4. Dividen skrip

Dividen Skrip dibayarkan dalam bentuk surat janji hutang. Perusahaan akan membayarkan pada waktu dan jumlah tertentu sesuai dengan surat janji hutang. Dan biasanya surat ini akan dikenakan bunga sampai dengan uang tersebut dibayarkan kepada pemilik saham. Pembayaran dengan jenis ini bisa saja terjadi karena kurangangnya persediaan uang tunai dalam perusahaan. Sehingga, akan menyebabkan perseroan mempunyai hutang jangka pendek kepada pemegang surat.

5. Dividen likuidasi

Dividen likuidasi bisa diartikan sebagai pengembalian modal. Hal ini bisa saja terjadi karena perusahaan mengalami kebangkrutan. Namun, hal ini hanya berlaku jika perusahaan tersebut masih memiliki sedikit sisa kekayaannya. Jika tidak ada yang tersisa, maka pemegang saham tidak akan mendapat apa-apa.

Comments are closed.