Minyak Dunia Menguat Hampir 3 Persen

Harga minyak naik hampir 3 persen pada penutupan perdagangan Senin (2/11) waktu AS atau Selasa (3/11) pagi WIB, rebound dari pelemahan yang terjadi karena kekhawatiran meningkatnya kasus virus corona beberapa hari belakangan kemarin.

Mengutip Antara, Selasa (3/11), harga minyak mentah berjangka Brent untuk pengiriman Januari menguat US$1,03 atau 2,7 persen ke US$38,97. Sementara itu, minyak mentah berjangka AS, West Texas Intermediate (WTI) untuk pengiriman Desember menguat US$1,02 atau 2,9 persen ke level US$36,81 per barel.

Kedua kontrak sebenarnya sempat tertekan lebih dari US$2 di awal sesi. Tetapi, minyak berbalik naik didorong data pabrik di Asia dan Amerika Serikat yang kuat.

 

Aktivitas manufaktur AS meningkat lebih dari yang diharapkan pada Oktober, dengan pesanan baru melonjak ke level tertinggi dalam hampir 17 tahun.

Pasar minyak sempat berada di bawah tekanan akibat peningkatan kekhawatiran pasar atas penurunan permintaan bahan bakar di beberapa negara Eropa akibat kebijakan lockdown yang diterapkan demi mengatasi penyebaran virus corona.

Kebijakan diterapkan setelah kasus infeksi di AS dan sejumlah negara menembus rekor harian. Itu membuat pasar khawatir pemulihan permintaan minyak dunia yang diharapkan bakal terganjal.

“Kekhawatiran atas pasokan minyak dan fundamental permintaan akan memainkan peran kedua setelah pemilihan presiden AS dan bagaimana pasar-pasar risiko akan bereaksi terhadap hasilnya,” kata analis BNP Paribas Harry Tchilinguirian.

Perusahaan dan analis perdagangan minyak global Vitol memperkirakan lockdown akan memicu kehancuran permintaan minyak lebih. Pasalnya, sejumlah negara telah menerapkan kembali langkah-langkah penguncian untuk mencoba memperlambat tingkat infeksi covid-19.

Vitol memperkirakan permintaan musim dingin hanya mencapai 96 juta barel per hari (bph). Sementara perusahaan perdagangan komoditas Trafigura memperkirakan permintaan turun menjadi 92 juta barel per hari atau lebih rendah.

Rystad Energy melihat permintaan baru akan pulih pada 2028 dan melihat pemulihan yang lebih lambat tahun depan.

“Penguncian akan menghambat pemulihan ekonomi dalam jangka pendek dan jangka panjang serta pandemi juga akan meninggalkan warisan perubahan perilaku yang juga akan mempengaruhi penggunaan minyak,” kata Artyom Tchen dari Rystad Energy.

Produksi dari Organisasi Negara-negara Pengekspor Minyak (OPEC) naik untuk bulan keempat pada Oktober, sebuah survei Reuters menemukan.

Di tengah sentimen itu, OPEC dan sekutunya termasuk Rusia memangkas produksi sekitar 7,7 juta barel per hari untuk mendukung harga. Kelompok OPEC+ ini dijadwalkan mengadakan pertemuan kebijakan pada 30 November dan 1 Desember, dengan beberapa analis memperkirakan penundaan rencana untuk meningkatkan produksi sebesar dua juta barel per hari mulai Januari.

Manajer puncak perusahaan minyak Rusia dan Menteri Energi Rusia Alexander Novak pada Senin (2/11) membahas kemungkinan perpanjangan pembatasan produksi minyak hingga kuartal pertama 2021, dua sumber industri mengatakan.

1Pingbacks & Trackbacks on Minyak Dunia Menguat Hampir 3 Persen