Omzet Mitra GrabKios di Jaksel Disebut Setara Minimarket

Di Bintaro, Jakarta Selatan ada mitra GrabKios yang tinggal di gang kecil. Dari tampak luar, warungnya terkesan sederhana dan hanya punya satu pintu, namun omzetnya tak kalah besar dari minimarket.

Mitra GrabKios bernama Pak Samidin ini ternyata juga seorang pekerja kantoran. Ia mengaku sudah dua tahun punya warung GrabKios dan merasakan betul perbedaan saat sebelum dan sesudah menjadi mitra GrabKios.

“Alhamdulillah GrabKios membantu sekali, omzetnya meningkat. Selama dua bulan terakhir omzet sampai Rp50 juta. 3 bulan lalu pernah di bawah itu,” ujar Samidin mengutip GrabKios, Jumat (28/8).

 

Pria 45 tahun ini bercerita awal mula ia bisa menjadi mitra GrabKios. Sebenarnya Samidin hanya membantu usaha istrinya dan ingin penjualannya lebih laris lagi.

“Awalnya istri jualan di sekolah, terus karena dagangan istri saya untuk di sekolah ada di rumah juga. Saya langsung berpikir biar jualannya makin ramai, saya tambahain jualan pulsa. Karena kalau warung kelontong saja, keuntungan tak seberapa. Apalagi di sini cukup jauh dari minimarket.”

Melihat peluang yang cukup besar karena berada di area jauh minimarket dan pelanggan yang potensial, tanpa ragu ia mendaftarkan warungnya ke GrabKios.

“Pelanggan biasanya orang sekitar sini dan orang kantor. Di sini memang kebanyakan pekerja, ada banyak anak sekolah, dan ibu-ibu di sini perlu masak untuk bekal. Butuh beli gas, telur, apa saja,” ujarnya.

Tak cuma sembako, ia dan istri juga melayani pembelian pulsa, token listrik, dan kirim uang lebih gampang. Ia juga bisa bantu pendaftaran mitra pengemudi GrabBike.

“Aplikasinya bisa digunakan bersamaan. Di warung bisa transaksi, saya di kantor juga bisa transaksi.

Samidin mengatakan, selain menyediakan produk dan jasa yang lengkap, warungnya juga bisa kasbon sebagai trik menggaet pelanggan biar betah belanja.

“Kalau di kantor, saya sampaikan ke teman-teman mereka bisa belanja dulu dan jatuh tempo bayarnya pas gajian. Biar mereka merasa terbantu juga.
Kebanyakan pelanggan beli kebutuhan pokok sehari-hari seperti pulsa, token listrik. Terus di sini pelanggan juga minta diadakan layanan jasa pengiriman uang,” ujarnya.

“Banyak pekerja yang bayarannya mingguan, begitu gajian langsung dikirim buat anak-istri kadang-kadang buat ibunya di kampung. Paling sering transaksi kirim uang hari Sabtu, malam Minggu.”

Samidin bersyukur, selain mencari nafkah halal dengan berjualan, ia juga jadi bisa bantu orang lain di sekitarnya. “Terima kasih GrabKios karena fitur dan aplikasinya sudah bantu meningkatkan penjualan dan omzet warung saya,” ujarnya.

1Pingbacks & Trackbacks on Omzet Mitra GrabKios di Jaksel Disebut Setara Minimarket