Penyuplai komponen iPhone XS khawatir penjualan kedua meleset target

penyuplai-komponen-iphone-xs-khawatir-penjualan-kedua-meleset-targetPT BESTPROFIT Mitra penyuplai komponen untuk iPhone XS dan XS Max mengkhawatirkan penjualan keduanya tidak akan setinggi prediksi. Jika hal tersebut terjadi, maka dapat memengaruhi pengapalan produk.

Dilansir Softpedia via Liputan6.com, Rabu, mitra penyuplai komponen Apple sebelumnya lebih memikirkan agar bisa mencapai kapasitas produksi sesuai keinginan Apple. Namun, kekhawatiran mereka kini beralih ke penjualan karena meyakini pencapaiannya tidak akan setinggi prediksi.

Apple saat ini tidak begitu mengkhawatirkan kapasitas produksinya, mengingat varian iPhone baru bisa menggunakan sumber komponen dari generasi sebelumnya. Alhasil jika target penjualan tidak tercapai, Apple bisa mengurangi pesanan komponen untuk generasi terbaru iPhone. BEST PROFIT

Lebih lanjut, mitra penyuplai meyakini harga iPhone 7 dan 8 yang lebih murah, bisa memengaruhi penjualan varian 2018. Pasalnya, konsumen akan cenderung memilih kedua varian smartphone tersebut karena harga suksesornya yang lebih mahal.

Analis terkemuka, Ming-Chi Kuo, pun punya keyakinan serupa. Menurutnya, penjualan iPhone XS dan XS Max tidak akan terlalu tinggi karena hampir 60 persen penjualan smartphone Apple akan berasal dari iPhone XR. BESTPROFIT

iPhone XR adalah smartphone termurah yang dirilis Apple pada tahun ini, dengan harga mulai dari USD 749 di Amerika Serikat (AS). Selain penggunaan layar LCD yang membuat harganya lebih murah, perangkat ini hanya memiliki satu kamera dan tidak ada fitur 3D Touch.

Bunga acuan Turki naik menjadi 24%, kurs lira tetap melempem

A U.S. dollar banknote is seen on top of 50 Turkish lira banknotes in this picture illustration in Istanbul, Turkey August 14, 2018. REUTERS/Murad Sezer/Illustration

PT BESTPROFIT Akhirnya Bank Sentral Turki menaikkan suku bunga acuannya untuk meredam pergerakan kurs lira yang liar. Bank sentral mengerek suku bunga hingga 625 basis poin menjadi 24%. Kenaikan suku bunga ini merupakan yang tebesar di era pemerintahan Presiden Tayyip Erdogan.

Kenaikan bunga acuan Turki ini belum banyak membantu mengangkat kurs lira. Malah, lira melemah 1,43% menjadi 6,1690 terhadap dollar AS pada Jumat. Reuters melaporkan, investor masih menimbang dampak kenaikan suku bunga 625 basis poin tersebut dan mencermati rencana ekonomi baru Turki yang dijadwalkan akan diluncurkan pada minggu depan. BEST PROFIT

Lira telah merosot lebih dari 40% di sepanjang tahun ini karena kekhawatiran investor tentang pengaruh Erdogan pada kebijakan moneter. Juga  perselisihan berkelanjutan Turki dengan Amerika Serikat yang telah menghasilkan sanksi timbal balik dan pembatasan perdagangan.

Keputusan bank sentral itu muncul beberapa jam setelah Erdogan,  mengulangi penentangannya terhadap suku bunga tinggi dan megambing hitamkan inflasi tinggi Turki pada langkah-langkah bank sentral yang salah. BESTPROFIT

Terakhir kali bank sentral Turki menaikkan suku bunga pada akhir April 2018 yakni sebesar 11,25 basis poin untuk menopang lira. Suku bunga acuan Turki  sekarang berada pada tingkat tertinggi sejak 2004, sekitar setahun setelah Erdogan pertama kali berkuasa.

Gara-gara kurs lira yang rontok membuat S & P Global Ratings dan Moody’s Investors Service, memangkas peringkat utang Turki beberapa tingkat ke level junk alias masuk perimgkat “sampah” jauh di bawah level investment grade, pada bulan Agustus 2018 lalu.

Kurs lira yang masih volatil dan defisit neraca transaksi berjalan yang melebar menjadi pertimbangan lembaga rating menggunting beberapa level peringkat Turki. Kurs lira yang merosot dan defisit neraca transaksi berjalan nan besar dapat merusak ekonomi Turki.S & P memangkas peringkat mata uang asing Turki menjadi empat tingkat di bawah investment grade di B + dari BB-. Peringkat Turki setara dengan Argentina, Yunani, dan Fiji.

Sementara Moody’s menurunkan peringkat utang Turkin menjadi Ba3 dari Ba2, tiga tingkat di bawah investment grade. Perusahaan-perusahaan pemeringkat itu menyebut mata uang yang lemah, inflasi yang melaju, dan defisit neraca transaksi berjalan saat ini menjadi kunci kerentanan ekonomi Turki.

Google bakal tutup aplikasi inbox

google-tutup-aplikasi-inboxPT BESTPROFIT Setelah beroperasi selama 4 tahun, Google akhirnya memutuskan untuk menghentikan layanan aplikasi email-nya, yakni Inbox. Dikutip dari laman The Verge via Liputan6.com, Senin, perusahaan raksasa mesin pencari tersebut bakal resmi menghentikan layanan aplikasi Inbox secara total per Maret 2019.

Meski kabar buruk untuk sebagian pengguna setianya, penutupan layanan Inbox ini sudah diprediksi sejak lama. Sejak dirilis pada 2014 lalu, Inbox dikabarkan jarang mendapatkan pembaruan fitur yang rutin disebar oleh pengembang aplikasi via Google Play Store ataupun App Store. BEST PROFIT

Walau jarang mendapatkan update, Google Inbox sebetulnya menawarkan berbagai fitur yang menarik dan tidak ada di dalam layanan email Google lainnya, yakni Gmail. Adapun fitur yang tidak ada di Gmail, seperti Snoozing yang berfungsi untuk menghapus email dan reminders sementara waktu dari email pengguna.

Sedangkan untuk Bundling, pengguna dapat dengan mudah merapikan email yang diterima berdasarkan kategorinya. Jelang ditutupnya Inbox, Google sudah menyediakan salah satu fitur andalan aplikasi tersebut, Snoozing, ketika perusahaan meluncurkan update layanan Gmail-nya baru-baru ini. BESTPROFIT

Selain Snoozing, Google dikabarkan bakal memboyong fitur Bundling ke dalam layanan Gmail. Secara keseluruhan, ditutupnya Inbox ini merupakan jalan yang tepat bagi Google agar lebih fokus dalam meningkatkan satu layanan email-nya, yaitu Gmail.

1 2 3 4 814