Samsung Siapkan Galaxy C9 Pro Varian Memori Internal 128GB

samsung

PT Bestprofit | Samsung Siapkan Galaxy C9 Pro Varian Memori Internal 128GB

PT Bestprofit – Pada bulan Oktober tahun lalu, Samsung meluncurkan Samsung Galaxy C9 Pro yang merupakan smartphone kelas menengah desain dan fitur premium. Bahkan beberapa minggu yang lalu smartphone tersebut masuk ke pasar Indonesia dengan mengusung RAM sebesar 6GB. Tentu Galaxy C9 merupakan smartphone Samsung dengan RAM terbesar.

Namun tampaknya Samsung tengah menyiapkan Galaxy C9 Pro varian baru, yakni dengan memori internal yang lebih besar dari sebelumnya. Smartphone tersebut baru-baru ini muncul di situs regulasi Tiongkok, TENAA dengan nomor model SM-C9008 yang akan membawa penyimpanan internal sebesar 128GB. Tentu ini akan mengimbangi kapasitas RAM smartphone yang sebesar 6GB.

Sementara untuk Galaxy C9 Pro SM-C9000 yang telah meluncur sebelumnya hanya memiliki kapasitas penyimpanan internal sebesar 64GB. Selain itu, jika sebelumnya Galaxy C9 Pro punya tiga pilihan warna, untuk varian SM-C9008 hanya akan hadir dalam dua pilihan warna saja, yakni emas dan hitam.

Untuk lainnya, Galaxy C9 Pro SM-C9008 masih sama dengan pendahulunya, yakni memiliki layar Super AMOLED 6 inci dengan resolusi Full HD dan ditenagai oleh chipset Qualcomm Snapdragon 653 octa-core. Selain itu, smartphone ini juga mengandalkan kamera 16MP f/1.9 baik di sisi belakang maupun depan.

Sayangya belum diketahui kapan smartphone varian 128 GB ini bakal diluncurkan oleh perusahaan. Namun mengingat hanya memiliki kapasitas memori internal yang berbeda, diharapkan selisih harga dengan varian 64GB tidak terlampau jauh.

PT Bestprofit

Bursa AS melorot setelah Trump komentari dollar

A trader works on the floor of the New York Stock Exchange (NYSE) in New York, United States March 29, 2017. REUTERS/Brendan McDermid

 

Bestprofit | Bursa AS melorot setelah Trump komentari dollar

 

Bestprofit – NEW YORK. Indeks S&P 500 di bursa Amerika Serikat (AS) ditutup menembus level support kunci, pertama kali sejak pemilu pada perdagangan Rabu waktu setempat. Presiden Donald Trump menambah kebingunan pasar setelah mengomentari dollar AS dan suku bunga saat ini. Padahal, pasar masih khawatir dengan ketegangan geopolitik.

Dow Jones Industrial Average ditutup dengan penurunan 59,44 poin atau 0,29% menjadi 20.591,86. Indeks the S&P 500 kehilangan 8.85 poin atau 0,38% menjadi 2.344,93 dan Nasdaq Composite jatuh 30,61 poin atau 0,52% menjadi 5.836,16.Trump dengan wawancaranya dengan Wall Street Journal mengatakan, dollar AS saat ini masih terlalu kuat, sehingga dia ingin melihat suku bunga AS yang lebih rendah.

Penguatan dollar AS yang melaju bersama prospek kenaikan bunga AS dianggap menjadi penyebab tergerusnya keuntungan perusahaan-perusahaan multinasional AS. Pasar tidak suka ketidakpastian. Ini seperti membuka spekulasi liar lainnya, apakah akan ada langkah untuk membatasi penguatan dollar,” kata Peter Tuz, President Chase Investment Counsel di Charlottesville, Virginia.

Saham-saham industrial dan bahan baku merosot paling dalam pada perdagangan kemarin, bersamaana dengan finansial, utilitas, konsumer hingga telekomunikasi membebani Wall Street. Sedangkan ketegangan konflik dengan Rusia, Suriah, dan Korea Utara setelah penembakan misil pekan lalu dan datangnya ancaman nuklir dari Korut masih membayangi pasar.

Pasar khawatir, semua ini akan mengganggu perhatian Trump yang sebelumnya menjanjikan kebijakan-kebijakan pro bisnis, seperti reformasi pajak, belanja infrastruktur besar-besaran, dan deregulasi aturan penghambat bisnis. Alhasil, Indeks S&P diperdagangkan di bawah level moving average 50-hari. Indeks CBOE Volatility, yang menggambarkan kekhawatiran pasar terus menanjak setelah menginjak level di atas 15 pada hari sebelumnya.

Bestprofit

Perhatian bursa AS terbagi jelang musim lapkeu

Traders work on the floor of the New York Stock Exchange (NYSE) in the Manhattan borough of New York, New York, U.S., April 4, 2017. REUTERS/Brendan McDermid

 

Best Profit | Perhatian bursa AS terbagi jelang musim lapkeu

 

Best Profit – NEW YORK. Investor bersiap dengan musim laporan keuangan korporasi di Amerika Serikat. Namun, perhatian investor terbagi pada konflik geopolitik yang makin memanas. Bursa AS bergerak fluktuatif dan ditutup dengan pelemahan, lantaran investor memilih menarik aset dari bursa untuk ditempatkan di instrumen investasi yang lebih aman atau safe haven.

Dow Jones Industrial Average ditutup dengan penurunan 6,72 poin atau 0,03 % menjadi 20.651,3. Indeks S&P 500 kehilangan 3,38 poin atau 0,14% menjadi 2.353,78. Sedangkan Nasdaq Composite jatuh 14,15 poin atau 0,24% menjadi 5,866.77. Kekhawatiran pasar ini terkait hubungan AS, Suriah, Rusia, dan Korea Selatan.

Kemarin Menteri Luar Negeri AS Rex Tillerson mengirim pesan ke Moskow, mencela sikap Rusia yang mendukung pemerintahan Bashar al-Assad di Suriah. Sementara itu, media Korea Utara menyebutkan, menyiapkan serangan nuklir pada AS jika angkatan laut AS tidak pindah dari kawasan barat Pasifik.

Bursa AS yang bakal libur pada Jumat merayakan Jumat Agung ini juga tidak terkesan dengan pertemuan Trump dengan pengusaha besar kemarin. Trump menjanjikan pemangkasan regulasi dan menegaskan niatnya mengganti sistem pengawasan perbankan Dodd-Frank Wall Street dengan “yang lainnya”.

Risiko geopolitik merupakan poin vokal saaat ini. Tapi musim laporan keuangan sedang berlangsung dan ini juga akan menjadi hal penting,” kata Quincy Krosby, Market Strategist Prudential Financial di Newark, New Jersey.

Pasar menunggu laporan keuangan kuartal I-2017 korporasi untuk menyesuaikan kembali valuasi saham. Analis berkekspektasi, perusahaan S&P 500 akan mencatat kenaikan laba di atas 10% di periode Januari-Maret lalu.

Sementara itu, media Korea Utara menyebutkan, menyiapkan serangan nuklir pada AS jika angkatan laut AS tidak pindah dari kawasan barat Pasifik.Trump menjanjikan pemangkasan regulasi dan menegaskan niatnya mengganti sistem pengawasan perbankan Dodd-Frank Wall Street dengan yang lainnya.

Best Profit

1 2 3 4 720