ISIS Diserang, 16 Warga Sipil Termasuk 7 Anak-anak Tewas

PT-Bestprofit – Serangan udara yang dipimpin Amerika Serikat telah dilancarkan ke kantong pertahanan terakhir ISIS di Suriah, Senin (11/2). Serangan ini menewaskan 16 warga sipil termasuk setidaknya tujuh anak, seperti dilaporkan pemonitor perang yang dikutip AFP.

Sebanyak 19 tentara ISIS juga terbunuh dalam pertempuran dengan tentara Kurdi yang didukung oleh koalisi. Mereka memulai serangan terhadap para jihadis, seperti dilaporkan Pengamat HAM Inggris yang berbasis di Suriah.

Selain itu, sekelompok pesawat tempur koalisi yang dikepalai AS terbang untuk menyerang Baghouz, basis terkuat terakhir ISIS di timur Suriah, seperti dilaporkan saksi mata Reuters. Padahal tempat itu menjadi pelarian dari ratusan warga sipil yang sehari sebelumnya mereka dikepung oleh tentara yang didukung AS di darat, Minggu (10/2).

Pilihan redaksi
http://www.ptbestprofit.com
http://www.ptbestprofitfutures.com
http://www.pt-bestprofit.com

Di wilayah dekat perbatasan Irak ini, dengan bantuan tentara gabungan yang dipimpin AS, Tentara Demokratik Suriah (Syrian Democratic Forces/ SDF) telah mendesak ISIS dari wilayah Suriah di utara dan timur. Serangan gabungan ini telah dilancarkan sejak Sabtu (9/2) di provinsi Deir al-Zor.

Para jihadis melakukan perlawanan keras dan berusaha melakukan serangan balik pada Senin pagi. Di hari yang sama, sekitar 1.500 warga sipil telah melarikan diri dari wilayah itu, seperti dilaporkan kepala pemberitaan SDF.

Tentara SDF menyaksikan sebanyak 17 truk yang diisi pria, wanita, dan anak-anak meninggalkan Baghouz ke wilayah yang dikuasai SDF. Anak-anak dan wanita berdesakan di dalam salah satu truk itu. Beberapa dari mereka yang melarikan diri itu mengaku sebagai orang Irak.

“Sepertinya masih banyak warga sipil di dalam Baghouz,” jelas Bali. “Kami akan berusaha sangat hati-hati dan akurat dalam peperangan ini.”

Di bagian luar Baghouz, orang-orang yang pergi dari kota itu berdiri mengantre untuk ditanyakan oleh para petugas untuk menjaga kemungkinan adanya jihadis di antara mereka.

Menjelang penyerangan, SDF menyebut lebih dari 20.000 warga sipil telah meninggalkan Baghouz dalam sepuluh hari terakir. SDF meyakini masih ada 400 hingga 600 jihadis yang ada di dalam kota, termasuk warga asing dan militan garis keras lainnya.

ISIS telah menggambar ulang peta Timur Tengah pada 2014 dengan mendeklarasikan kekalifahan sepanjang Suriah dan Irak. Namun, ISIS telah kehilangan dua kota utama meraka, Raqqa di Suriah dan Mosul di Irak pada 2017.

Setelah merebut Raqqa, tentara SDF yang merupakan militan Kurdi YPG ke provinsi Deir al-Zor dan memfokuskan serangan di timur sungai Eufrat. Bagian barat Eufrat dikuasai pemerintah Suriah dan sekutunya. Sementara ISIS bertahan di kaki pegunungan.

Desember lalu, Presiden AS Donald Trump menyebut akan menarik 2.000 tentara AS dari Suriah dan menyebut pertempuran melawan ISIS hampir dimenangkan. Komandan tinggi AS juga menyebut bahwa mereka akan mulai melakukan penarikan dalam beberapa minggu mendatang.

Meski demikian, ISIS masih dipandang sebagai ancaman. Jendral utama AS minggu lalu menyebut kalau ISIS akan menjadi ancaman abadi setelah penarikan tentara AS. Sebab, para pemimpin, pejuang, fasilitator, dan sumber daya gerakan itu masih berpotensi menimbilkan pemberontakan lebih jauh.

Perundingan di Kongres Buntu, Pemerintahan AS Bisa Tutup Lagi

PT.Bestprofit –Pemerintahan Amerika Serikat terancam ditutup kembali, selepas perundingan antara fraksi Partai Demokrat dan Partai Republik di Kongres mengenai anggaran keamanan perbatasan dengan Meksiko menemui jalan buntu. Hal itu terjadi karena kedua belah pihak silang pendapat soal kebijakan penanganan penahanan terhadap pendatang.

“Pembahasan itu sekarang terhenti,” kata seorang Senator Partai Republik, Richard Shelby, seperti dilansir AFP, Senin (11/2).

Perdebatan dalam pembahasan anggaran keamanan perbatasan molor hingga akhir pekan lalu. Padahal, badan yang ditugasi diberi tenggat harus membuat keputusan pada hari ini.

Pilihan redaksi
http://www.ptbestprofit.com
http://www.ptbestprofitfutures.com
http://www.pt-bestprofit.com

Pangkal masalah terjadi ketika fraksi Demokrat meminta supaya jumlah kasur untuk pendatang gelap di fasilitas penahanan Dinas Imigrasi dan Bea Cukai AS (ICE) dihitung ulang. Mereka mengusulkan supaya jumlah anggaran pengadaan tempat tidur itu dipangkas.

Kalangan Demokrat menyatakan anggaran pengadaan kasur itu dialihkan untuk pemasangan pagar perbatasan. Sedangkan fraksi Republik berharap sebaliknya dengan alasan demi mempercepat proses deportasi.

Demokrat beralasan dengan kondisi itu, petugas ICE bekerja lebih fokus untuk menangkap pendatang gelap yang merupakan penjahat, ketimbang menahan imigran biasa.

“Ini negosiasi. Perundingan diharapkan lancar sampai akhir,” kata Senator Demokrat, Jon Tester.

Tester berharap anggaran itu segera disetujui. Namun, Shelby pesimis dan menyatakan peluangnya 50-50.

Anggota legislatif berharap pengajuan anggaran itu bisa disetujui Dewan Perwakilan dan Senat pada hari ini, dan harus sampai dan disetujui Presiden Donald Trump pada Jumat mendatang. Hal itu harus dilakukan karena masa berlaku aturan yang lama segera berakhir. Jika tidak, maka ada kemungkinan AS kembali menutup pemerintahan.

Senator Republik, Lindsey Graham, yang dekat dengan Trump memperingatkan rekannya tidak bakal menyetujui keputusan pengurangan jumlah kasur di fasilitas penahanan imigrasi. Direktur Anggaran Gedung Putih, Mick Mulvaney, berharap perdebatan anggaran soal kasur itu segera berakhir supaya tidak terjadi lagi penutupan pemerintahan.

Jika perundingan tetap buntu, Kongres sepertinya sudah menyiapkan antisipasi. Mereka menyatakan bakal meloloskan undang-undang anggaran lain demi menghindari penutupan pemerintahan.

Penutupan pemerintahan Amerika Serikat (government shutdown) yang terjadi sejak 22 Desember 2018 hingga 25 Januari lalu menjadi yang terlama sepanjang sejarah. Hal itu terjadi karena Trump dan Kongres, terutama fraksi Demokrat, tidak sepakat soal anggaran pembangunan tembok perbatasan.

Trump mengajukan US$5,7 miliar (sekitar Rp 72,8 triliun) untuk membangun tembok perbatasan. Namun, fraksi Demokrat menyatakan tidak mau memenuhi permintaan Trump, dan cuma mau meloloskan US$1,3 miliar (Rp 18,9 triliun) dan tidak dalam bentuk tembok, tetapi pagar.

Akibatnya, sedikitnya 800 ribu pegawai federal bahkan tidak menerima gaji pertama mereka di tahun 2019 pada 11 Januari lalu. Penutupan pemerintahan AS, baik sebagian atau seluruhnya, sudah beberapa kali terjadi, dan seluruhnya terjadi karena soal anggaran.

WhatsApp Bersih-bersih 2 Juta Akun Per Bulan

WhatsApp membersihkan 2 juta akun per bulan dari platformnya. Langkah ini dilakukan untuk menghentikan penyebaran berita bohong atau hoaks jelang pesta demokrasi di berbagai negara.

Anak perusahaan Facebook ini mengandalkan machine learning dan kecerdasan buatan (artificial intelligence/ AI) untuk melakukan aksi bersih-bersih pesan berantai.

Sistem ini akan mendeteksi keanehan dan mendepak pengguna yang mengirimkan pesan massal dan membuat banyak akun untuk menyebarkan pesan.

Disamping itu, sistem WhatsApp juga akan mendeteksi kemunculan akun palsu yang digunakan untuk menyebarkan pesan berantai. WhatsApp juga akan menyaring dan menandai akun-akun yang dianggap mencurigakan.

Juru bicara WhatsApp, Carl Woog mengatakan sistem AI mereka berhasil menutup 75 persen dari dua juta akun palsu yang bukan berasal dari laporan pengguna.

“Terlepas dari tujuan penyebaran pesan berantai, pengiriman secara otomatis dan massal melanggar peraturan layanan kami. Salah satu prioritas kami adalah mencegah dan menghentikan penyalahgunaan semacam itu,” ungkap Woog seperti dilansir Venture Beat.

Anak perusahaan Facebook ini menjelaskan ada beberapa faktor yang dikategorikan sebagai tindakan yang mencurigakan mulai dari alamat IP pengguna, negara asal yang dilihat dari nomor ponsel apakah merujuk pada lokasi yang sama, umur akun, penggunaan akun untuk mengirim dan menerima pesan sejak dibuat.

Matt Jones, software engineer WhatsApp mengatakan pihaknya telah mengidentifikasi berbagai cara saat pengguna mengalahgunakan platform. Salah satunya dengan menggunakan perangkat khusus yang membuat mereka bisa membuat beberapa akun di satu perangkat ang sama.

“Kami juga menemukan ada perangkat khusus yang bisa menggunakan puluhan kartu SIM untuk mengakses WhatsApp,” ucap Jones.

Upaya WhatsApp menghalau penyebaran hoaks dan informasi palsu sebelumnya juga dilakukan dengan membatasi batas maksimal lima kali penerusan pesan (forward message).

1 2 3 4 848