Emerging market tengah sakit, apakah Wall Street akan terjangkit?

A 100 Turkish lira banknote is seen on top of 50 Turkish lira banknotes in this picture illustration in Istanbul, Turkey August 14, 2018. REUTERS/Murad Sezer/Illustration

PT BESTPROFIT Indeks saham China terjungkal ke pasar bearish. Mata uang Turki kolaps. Perekonomian Afrika Selatan masuk ke jurang resesi. Bahkan, bailout IMF belum berhasil menghentikan pendarahan di Argentina. Badai kuat yang mengguncang emerging market tersebut bermuara dari Washington.

Sejumlah mata uang emerging keok seiring langkah The Federal Reserve yang menaikkan suku bunga acuan secara bertahap. Dan, kebijakan Presiden AS Donald Trump atas kerjasama perdagangan dengan sejumlah negara kian menambah bara api atas kondisi yang sudah ada.

Banyak pihak yang mencemaskan, masalah ini bisa menyebar dan menjangkiti emerging market lainnya, atau bahkan Wall Street. Itulah yang terjadi dua dekade lalu saat krisis finansial Asia merebak. Ada kecemasan hal ini akan meluas, sama dengan kejadian 1997-1998,” jelas Michael Arone, chief investment strategist State Street Global Advisors seperti yang dikutip MoneyCNNBEST PROFIT

Hal ini sudah mulai terjadi. Pada Rabu, pasar saham Indonesia ambles nyaris 4%. Rupe India baru-baru ini anjlok ke rekor terendahnya terhadap dollar AS. Demikian pula halnya dengan real Brazil yang sudah turun dalam. Meski demikian, ada sedikit sinyal -meski sangat jauh- bahwa Wall Street juga mulai sakit. Faktanya, Amerika Serikat merupakan oasis ketenangan di tengah badai global. Hal ini dipicu oleh perekonomian AS yang kuat.

Misalnya saja, indeks Dow Jones hanya turun 600 poin dari level rekor pertamanya pada akhir Januari lalu. Sementara, indeks S&P 500 hanya turun 1% dari posisi tertingginya di sepanjang sejarah. Di sisi lain, VIX volatility incex, indeks untuk mengukur turbulensi market, masih tetap berada di kisaran 14. VIX bahkan sempat tiga kali lebih tinggi pada Februari lalu. BESTPROFIT

Jumlah imigran asing terpidana pembunuhan di Jerman naik

FILE PHOTO: German Chancellor Angela Merkel speaks at the Federal Ministry for Economic Affairs and Energy in Berlin, Germany, June 15, 2018. REUTERS/Michele Tantussi/File Photo

PT BESTPROFIT Kantor Polisi Kriminal Federal Jerman (BKA) mencatat peningkatan kasus pembunuhan yang telah diputus pengadilan dan melibatkan setidaknya satu terpidana “non-Jerman” pada 2017, demikian laporan media Jerman, Welt Am Sonntag. Angka ini mencapai 83 kasus pada 2017 atau naik sebesar 33 persen dari sebanyak 62 kasus tahun sebelumnya.

Angka-angka hanya terdiri dari kasus-kasus yang telah telah diputus oleh pengadilan. Laporan BKA 2017 juga tidak menyebutkan secara tepat kewarganegaraan para terpidana non-Jerman tersebut, dan apakah mereka masih merupakan warga negara Uni Eropa atau bukan. BEST PROFIT

Secara total, jumlah orang yang meninggal akibat pembunuhan pada 2017 mencapai 731 orang. Jumlah ini menurun 16 persen dari tahun 2016 yaitu sebanyak 876 kasus. Namun, jumlah pencari suaka atau pengungsi yang tewas pada 2017 meningkat bila dibandingkan tahun sebelumnya yaitu menjadi sebanyak 40 orang.

Angka ini naik 60 persen bila dibandingkan dengan jumlah kasus tahun 2016 dengan hanya 25 kasus pembunuhan terhadap para pengungsi. Bentrokan di kota Chemnitz pada 26-27 Agustus lalu memicu perdebatan terkait hubungan antara warga negara asing dengan kasus pembunuhan yang terjadi di Jerman. BESTPROFIT

Petinggi bank sentral Turki mundur, kurs lira anjlok lagi

A man looks to a display board of a currency exchange office in Istanbul, Turkey August 13, 2018. REUTERS/Osman Orsal

PT BESTPROFIT Nilai tukar lira Turki kembali anjlok. Lira jatuh setelah Deputi Gubernur Bank Sentral Turki Erkan Kilimci dikabarkan mengundurkan diri dari jabatannya. Tiga sumber yang mengetahui masalah tersebut kepada Reuters mengatakan, Kilimci yang merupakan penentu kebijakan bunga Bank Sentral Turki mundur dua minggu sebelum komite kebijakan moneter bank bertemu untuk mengatasi kemerosotan lira.

Lira mencapai rekor terendah sebesar 7,24 terhadap dollar AS pada dua pekan lalu, melemah dan menyentuh 6,85 per dollar AS, Kamis, setelah berita Kilimci mundur dari bank sentral tersebar. Hingga pukul 14.10 waktu Turki, lira diperdagangkan pada level 6,745 atau turun lebih dari 4%.

Bank Sentral Turki belum memberi pernyataan soal kabar mundurnya Kilimci tersebut.  Kilimci tidak memiliki perselisihan dengan bank sentral tentang masalah apa pun termasuk suku bunga. Keahliannya akan digunakan di posisi publik lain, itu saja,” kata seorang sumber kepada Reuters. BEST PROFIT

Bank Sentral Turki di bawah tekanan dari Presiden Tayyip Erdogan untuk tidak menaikkan suku bunga, meskipun inflasi tinggi dan lira mengalami depresiasi lebih dari 40% terhadap dollar AS di tahun ini. Anjloknya lira telah meningkatkan biaya bahan bakar dan makanan serta meningkatkan kekhawatiran tentang risiko bagi perbankan dan ekonomi Turki yang lebih luas.

Lembaga pemeringkat Fitch, yang menurunkan peringkat 24 bank Turki di bulan lalu, menyatakan penurunan 25% lira telah meningkatkan risiko dan dapat menyebabkan pemotongan peringkat utang Turki lebih lanjut.Bukan itu saja, menurut Fitch, posisi modal perbankan akan melemah secara signifikan karena depresiasi lira dan penurunan kualitas aset.

Turki menghadapi lingkungan pembiayaan yang menantang mengingat defisit transaksi berjalan yang besar, utang mata uang asing yang tinggi dan inflasi yang tinggi. Plus diperburuk memburuknya kredibilitas kebijakan ekonomi dan memburuknya hubungan politik dengan AS,” tulis lembaga pemeringkat tersebut. BESTPROFIT

Menurut Fitch, perbankan Turki sangat terkena risiko refinancing, mengingat ketergantungan mereka pada pendanaan eksternal. Sebagian besar dari utang itu berupa utang jangka pendek, dengan US$ 102 miliar diantaranya akan jatuh tempo dalam 12 bulan ke depan.

Peringatan Fitch itu datang dua hari setelah Moody’s menurunkan peringkatnya pada 20 lembaga keuangan Turki, dengan alasan meningkatnya risiko memburuknya pendanaan. Alhasil, credit default swap (CDS) lima tahun Turki melompat 27 basis poin (bps) dari penutupan Rabu lalu menjadi 535 bps, level tertinggi dalam dua minggu terakhir.

1 2 3 4 812