Prospek ekonomi dunia terancam perang Suriah

Sebuah rudal melintasi kota Damaskus, Suriah (14/4/2018). Suriah diserang Amerika Serikat AS bersama sekutunya, Prancis dan Inggris --  A missile is seen crossing over Damascus, Syria April 14, 2018. SANA/Handout via REUTERS THIS IMAGE HAS BEEN SUPPLIED BY A THIRD PARTY. REUTERS IS UNABLE TO INDEPENDENTLY VERIFY THIS IMAGE.

PT BESTPROFIT Setelah perang dagang, ekonomi dunia kini dihantui konflik Suriah yang melibatkan Amerika Serikat (AS) dan sekutunya dengan Rusia. Meski belum dihitung efeknya ke pertumbuhan ekonomi global, meningkatnya konflik di Suriah yang melibatkan kekuatan regional dan global, akan memiliki konsekuensi luas.

Konflik Suriah akan menjadi salah satu topik bahasan dalam pertemuan Dana Moneter Internasional (IMF) dan Bank Dunia di Washington pada 16–22 April 2018. Dalam pidatonya di Hong Kong, Direktur Pelaksana IMF Christine Lagarde seperti dikutip The Guardian mengatakan, ada “awan gelap menjulang” bagi ekonomi global saat ketegangan perdagangan membara antara AS dan China. BEST PROFIT

Apesnya, sementara perang dagang antara AS dan China berlangsung, ada tanda-tanda perang dingin baru antara Rusia dengan AS dan sekutunya dalam konflik di Suriah. Perang akan menjadi salah satu masalah paling serius di luar agenda resmi para pemimpin dunia yang akan berkumpul dalam pertemuan IMF-Bank Dunia di Washington pekan ini.

Lagarde mengingatkan, pertumbuhan ekonomi dunia mungkin akan mulai goyah dari akhir tahun depan. Padahal dari kebijakan proteksionisme AS dan kemungkinan pendekatan serupa di Inggris pasca Brexit saja, dapat menyebabkan pertumbuhan global melambat. Menurut konsultan Oxford Economics, perang dagang akan memangkas 0,5% pertumbuhan ekonomi dunia. BESTPROFIT

Hitungan itu belum memasukkan efek konflik Suriah andai terus berlanjut. John Kilduff, Partner di perusahaan hedge fund Again Capital Management mengatakan, Suriah menimbulkan risiko besar terhadap stabilitas global karena hubungannya dengan produsen minyak yang kuat. “Suriah merupakan klien Rusia dan Iran dan risiko untuk eskalasi cukup tinggi dan saya pikir itulah yang dikhawatirkan pasar,” ujarnya seperti dilansir Reuters.

Hadir memakai jas dan dasi, Zuckerberg meminta maaf di hadapan parlemen AS

Facebook CEO Mark Zuckerberg is seen through reflective glass as he sits in the office of Senator Bill Nelson (D-FL) while he waits for a meeting in the Hart Senate Office Building in Washington, U.S., April 9, 2018. REUTERS/Leah Millis

PT BESTPROFIT Chief Executive Facebook Mark Zuckerberg berulang kali mengucapkan permintaan maaf di hadapan parlemen Amerika Serikat di tengah panasnya kasus kebocoran data jutaan pengguna Facebook, dalam rapat dengar pendapat Selasa malam  di Capitol Hill. Dia pun berjanji, akan melakukan reformasi di perusahaan sosial media terbesar itu.

Tapi, meski ini kali pertama hadir di parlemen, Washington Post menggambarkan, pria berusia 33 tahun ini tak kehilangan kendali menghadapi serbuan pertanyaan panas 42 senator. Hadir dengan jas berwarna gelap dan dasi, wajah Zuckerberg juga tetap tenan, sehingga memadamkan hawa krisis bukan hanya terhadap Facebook tapi seluruh Silicon Valley yang melakukan pengumpulan data untuk banyak bisnis. BEST PROFIT

Facebook telah lama menghadapi dugaan melakukan penerobosan privasi. Puncaknya, perusahaan ini terpojok setelah konsultan Cambridge Analytica diketahui memperoleh informasi personal 87 juta pengguna Facebook dan perusahaan media sosial ini akhirnya gagal menahan kampanye agresif Rusia untuk memanipulasi pemilih Amerika di tahun 2016 lalu.

Jika Facebook dan perusahaan online lainnya tak bisa memperbaiki masalah invasi privasi ini, maka kami yang akan melakukannya,” kata Senator Bill Nelson (Florida) dari Demokrat. Zuckerberg mengakui, adalah kesalahannya gagal mengawasi penyalahgunaan Facebook. “Jelas bahwa kami tidak cukup melakukan pencegahan penyalahgunaan alat ini, baik untuk berita palsu, campur tangan asing dalam pemilihan umum, ujaran kebencian, juga tidak cukup dalam pengembangan dan privasi data,” katanya. BESTPROFIT

Dia mengambil tanggung jawab atas kesalahannya. “Saya tidak memiliki pandangan luas atas tanggung jawab kami, dan ini adalah kesalahan besar. Saya meminta maaf. Saya memulai Facebook, menjalankannya, dan bertanggung jawab atas apa yang terjadi di sini,” kata Zuckerberg.

Dia menyampaikan penyesalan mendalam atas ketidakmampuan Facebook mengidentifikasi disinformasi Rusia. “Dan prioritas utama saya tahun 2018 ini adalah memperbaiki ini,” kata dia. Saham Facebook naik 4,5% selama Zuckerberg bersaksi di Capitol Hill.

Bill Gates: AS akan kembali alami krisis finansial hebat seperti tahun 2008

Nama : William Henry "Bill" Gates III ;Usia : Washington, 28 ; Oktober 1955 ;Alamat : Medina, Washington, Amerika ;Serikat ;Perusahaan : Microsoft, Bill & Melinda Gates ;Foundation ;Kekayaan : US$ 90,2 miliar (Jika kurs US$ 1 = ;Rp 13.000, maka nilainya setara dengan Rp 1.172,6 triliun) ;Keterangan : - William Henry "Bill" Gates III atau lebih ;dikenal dengan nama Bill Gates adalah pelanggan tetap ;orang paling tajir di dunia selama 24 tahun. Seorang tokoh ;bisnis, investor, filantropis, penulis asal Amerika Serikat, ;serta mantan CEO yang saat ini menjabat sebagai ketua ;Microsoft, perusahaan perangkat lunak yang ia dirikan ;bersama Paul Allen. ;- Pada tahun 2000 Bill Gates ;mengundurkan diri dari Microsoft. Bersama Melinda, ;istrinya, ia memimpin Bill & Melinda Gates Foundation.;Yayasan amal swasta terbesar di dunia, tujuannya ;untuk menyelamatkan nyawa manusia, memperbaiki ;kesehatan dunia serta menghilangkan polio dari muka bumi ;(bekerja sama dengan Rotary International). ;Sumber foto : gds.it

PT BESTPROFIT Masih ingat krisis finansial 2008 yang melanda Amerika Serikat? Krisis tersebut menyebabkan Depresi Hebat yang menyebabkan 8,8 juta pekerjaan di AS hilang. Kekayaan bersih rumah tangga di seluruh AS turun lebih dari US$ 19 triliun, dan jumlah keluarga tunawisma meningkat tajam.

Butuh bertahun-tahun lamanya bagi ekonomi AS untuk pulih. Meski demikian, hingga saat ini, masih banyak warga AS yang masih merasakan dampak dari riak krisis hebat tersebut. Pendiri Microsoft Bill Gates berpendapat, ekonomi AS akan kembali mengalami krisis serupa.

Mengutip CNBC, ketika Gates ditanyakan apakah dalam waktu dekat AS akan mengalami krisis lain yang serupa dengan 2008, ia memberikan jawaban yang cukup blak-blakkan. “Ya. Sulit untuk mengatakan kapan, tapi ini adalah sesuatu yang pasti terjadi,” katanya. BEST PROFIT

Dia menambahkan, “Untungnya, kita berhasil melewati krisis 2008 dengan cukup baik. Warren telah membicarakan hal ini dan dia memahami isu ini jauh lebih baik daripada saya.”

Meski demikian, baik Gates dan teman lamanya Warren Buffett secara umum optimistis mengenai ekonomi AS. Dalam sebuah esai untuk majalah Time, Buffett menyatakan ekonomi AS akan terus tumbuh ke depannya dan sebagian besar anak-anak Amerika akan hidup jauh lebih baik daripada orang tua mereka.

Demikian pula halnya dengan Gates. Meski meyakini akan terjadi krisis, dia juga mengatakan, “Meskipun bakal ada batu sandungan ke depan, saya cukup optimistis tentang bagaimana inovasi dan kapitalisme akan memperbaiki situasi bagi manusia di mana-mana. BESTPROFIT

Sementara itu, melansir Business Insider, Gates menyakini dunia akan semakin baik dilihat dari pengukuran yang objektif. Awal bulan ini, Gates mengatakan selama Q & A langsung di New York bahwa hal itu tidak terjadi secara otomatis.Itu karena orang peduli. Dan hal itu terjadi karena penemuan ilmiah,” katanya. Pada 2016, Gates mengatakan bukan hal yang mustahil untuk mengakhiri kemiskinan dunia pada 2030.

1 2 3 4 5 790