Xpander Crossover akan Meluncur Pekan Depan

Xpander Crossover akan menjadi varian baru dari keluarga MPV Xpander. Mobil keluarga yang dijuluki ‘new crossover MPV’ itu akan diluncurkan pada 12 November 2019.

Kabar soal peluncuran Xpander Crossover setelah surat undangan peluncuran masuk ke redaksi

“Mitsubishi Motors brand new crossover MPV coming soon in Indonesia. Informasi lebih lanjut dapat ditemukan mulai 12 November 2019 di Jakarta,” bunyi keterangan resmi Mitsubishi Motors Krama Yudha Sales Indonesia (MMKSI).

Dalam foto siluet yang disebar pihak MMKSI, mobil ini menyematkan roof rail, over fender, dan revisi pada bagian depan dan belakang guna membedakan wujudnya dari Xpander yang telah beredar selama ini.

Dari pemberitaan sebelumnya didapat bahwa mobil masih mengandalkan mesin MIVEC kapasitas 1.500 cc empat silinder.

Belum diketahui posisi varian Crossover ini di antara keluarga Xpander. MMKSI yang dihubungi belum bisa merespons terkait kehadiran varian baru Xpander tersebut.

Xpander diluncurkan pertama kali pada pameran otomotif GIIAS 2017. Mobil keluarga berdaya tampung tujuh penumpang ini diproduksi di pabrik Mitsubishi, Cikarang, Jawa Barat.

Selama dua tahun mengarungi pasar otomotif Indonesia, Xpander mengalami kenaikan harga beberapa kali. Dipantau dari situs resmi MMKSI, harga Xpander dijual mulai dari Rp210,3 juta sampai Rp265,1 juta on-the-road Jakarta.

Penjualan wholesales Xpander pada Agustus dan September 2019 tercatat ditekuk pesaingnya, yaitu Toyota Avanza. MPV Avanza terjual 8.017 unit pada Agustus, Xpander 5.361 unit. Satu bulan kemudian, Avanza 9.476 unit dan Xpander 4.407 unit.

Harga Minyak Mendaki Jelang Meredanya Perang Dagang AS-China

Harga minyak mentah dunia kembali naik pada perdagangan Selasa (5/11). Sentimen dari meredanya perang dagang antara Amerika Serikat (AS) dan China menjadi penopang pergerakan harga komoditas tersebut.

Mengutip Antara, minyak mentah berjangka AS West Texas Intermediate (WTI) menguat US$0,69 atau 1,2 persen ke level US$57,23 per barel dan Brent naik US$0,83 atau 1,3 persen jadi US$62,96 per barel.

Kesepakatan perang dagang AS dan China yang rencananya diteken bulan ini memberikan harapan kepada pasar terhadap kondisi perdagangan di global. Pasar berharap AS bisa menurunkan kembali beberapa tarif impor China yang sebelumnya dinaikkan.

Kemudian, Sekretaris Jenderal OPEC Mohammad Barkindo berpendapat prospek pasar minyak pada 2020 bisa jadi lebih cerah dari perkiraan sebelumnya. OPEC dan sekutunya akan melakukan pertemuan bulan depan untuk membicarakan pengurangan produksi yang lebih besar.

Menteri Perminyakan Iran memperkirakan pengurangan produksi lebih dalam bisa disepakati pada Desember 2019. Sejumlah pihak meramalkan produksi minyak mentah dan cairan lainnya turun menjadi 32,8 juta barel per hari pada 2024.

Sementara, kepala perusahaan konsultan energi FGE memprediksi pertumbuhan permintaan minyak Asia naik dua kali lipat menjadi 815.000 barel per hari. Beberapa ramalan ini jelas menjadi sentimen positif bagi harga minyak dunia.

Belum lagi, beberapa sentimen sebelumnya masih diapresiasi pasar. Sejumlah sentimen itu, yakni pemangkasan suku bunga acuan The Fed, pelemahan dolar AS, dan pertumbuhan lapangan kerja AS pada Oktober 2019.

Terpantau, harga minyak berada di zona hijau sejak akhir pekan lalu. Pada perdagangan Senin (4/11), harga minyak WTI menguat US$0,34 atau 0,6 persen ke level US$56,54 per barel dan Brent naik US$0,44 atau 0,7 persen jadi US$62,13 per barel.

Pemerintah Sudah Kantongi Nama Calon Dirut Bank Mandiri

Pemerintah sudah memutuskan nama calon direktur utama PT Bank Mandiri (Persero) Tbk. Menteri BUMN Erick Thohir mengungkapkan nama dirut Bank Mandiri yang baru akan diumumkan pada Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) 8 Desember 2019.

“Dirut Mandiri sudah diputuskan. Kita tunggu saja pada RUPS 8 Desember nanti,” ujarnya, Selasa (5/11).

Penunjukkan dirut Bank Mandiri yang baru untuk menggantikan posisi yang ditinggalkan Kartika Wirjoatmodjo. Presiden Joko Widodo menunjuk Tiko sebagai Wakil Menteri BUMN.

Tiko menjabat Dirut Bank Mandiri sejak 2015 menggantikan Dirut sebelumnya, yakni Budi Gunadi Sadikin yang juga diangkat menjadi Wakil Menteri BUMN.

Selain dirut Bank Mandiri, pemerintah segera menyiapkan Direktur Utama PT Indonesia Asahan Aluminium (Persero). Erick mengungkap hingga akhir bulan ini masih akan menempati posisi tersebut.

“Akhir bulan masih dalam proses review. Tapi dirutnya sudah ada,” jawab Erick.

Ia mengharapkan pengganti dirut Inalum pengganti Budi Gunadi Sadikin memiliki latar belakang keuangan yang kuat. Pasalnya, perseroan akan membawahi banyak anak usaha.

Selain keuangan, dirut baru Inalum diharapkan memiliki latar belakang pertambangan.

“Apalagi kan pembagian dalam anak perusahaan cukup berbeda. Ada Antam, ada batu bara, ada lain-lain,” paparnya.

Budi Gunadi memulai karirnya di perusahaan pekat merah pada 2006 saat ia bergabung ke PT Bank Mandiri Tbk sebagai Direktur Micro & Retail Banking. Karirnya terus menanjak

hingga diangkat menjadi Direktur Utama PT Bank Mandiri Tbk. Ia menduduki posisi tersebut hingga 2016 sebelum akhirnya ia diangkat sebagai Staff Khusus Menteri Negara BUMN dan aktif menjadi Anggota Dewan Penasehat Asosiasi Fintech Indonesia.

Pada 2017, ia diangkat menjadi Komisaris Utama PT Inalum (Persero) sebelum akhirnya efektif menjadi direktur utama pada 14 September 2017.

Di bawah kepemimpinannya, Inalum resmi menggenggam 51,23 persen saham PT Freeport Indonesia dengan membayarkan US$3,85 miliar.

1 2 3 4 5 937