Yellen, Kami akan injak gas, tapi tak dalam

Federal Reserve Chair Janet Yellen speaks during a news conference after a two day Federal Open Market Committee (FOMC) meeting in Washington, U.S., March 15, 2017. REUTERS/Yuri Gripas

 

PT Bestprofit | Yellen, Kami akan injak gas, tapi tak dalam

 

PT Bestprofit – MICHIGAN. Bank sentral Amerika Serikat, Federal Reserve memasuki babak baru arah kebijakannya. Chairman Federal Reserve Janet Yellen mengatakan, kini menggeser fokus kebijakan untuk menjaga pertumbuhan, dibanding sebelumnya pemulihan pascakrisis.

Saya rasa, kita memiliki ekonomi yang sehat,” kata Yellen di University of Michigan, Ford School of Public Policy di Ann Arbor, Senin waktu setempat.  Menurut dia, tingkat pengangguran yang di level 4,5% tinggal sedikit lagi menuju level full employment versi The Fed. Sedangkan inflasi juga sangat dekat dengan target 2% The Fed.

Sebelumnya, kita harus menginjak gas dalam untuk mendorong perekonomian. Sekarang, kita tetap injak gas tapi tak terlalu dalam ketika mendorong percepatan,” kata Yellen. Untuk mencapai target tersebut, The Fed sudah menaikkan bunga dua kali di tahun ini.

The Fed juga mulai melakukan pengetatan dengan mengurangi pembelian obligasi US$ 4,5 triliun per tahun, yang telah menjadi penopang likuditas selama masa krisis dan pemulihan. Yellen mengatakan, penting untuk menghindari langkah menahan bunga berlarut-larut ataupun menaikkan bunga terlalu cepat.

Posisi kebijakan kami saat ini lebih bisa dibilang netral. Kami ingin berada di depan, dan tidak ingin tertinggal sehingga nantinya harus menaikkan bunga terlalu cepat yang bisa berakibat pada resesi,” katanya.

PT Bestprofit

Data Inggris bikin Poundsterling melemah

Britain Horse Racing - Cheltenham Festival - Cheltenham Racecourse - 16/3/17 Racegoers and bookmakers exchange money during the Cheltenham Festival Action Images via Reuters / Andrew Boyers Livepic EDITORIAL USE ONLY.

 

Bestprofit | Data Inggris bikin Poundsterling melemah

 

Bestprofit – JAKARTA. Poundsterling tertekan oleh penguatan dollar AS setelah rilis data Inggris mengecewakan. Mengutip Bloomberg, Jumat pairing GBP/USD tergerus 0,79% ke level 1,2371 dibanding sehari sebelumnya. Research and Analyst PT Monex Investindo Futures, Putu Agus Pransuamitra mengatakan, rilis data ekonomi Ingrgis di bawah ekspektasi sehingga menyeret GBP/USD.

Produksi manufaktur Inggris bulan Maret di level minus 0,1% lebih buruk dibanding proyeksi 0,3% meski membaik dari angka bulan sebelumnya di minus 1%. Sementara defisit neraca perdagangan bulan Februari melebar ke angka £ 12,5 miliar dari defisit bulan sebelumnya di £ 12 miliar. “Mayoritas data ekonomi Inggris yang dirilis pekan lalu memang cenderung negatif sehingga melemahkan GBP/USD,” paparnya.

Di sisi lain, data ekonomi Amerika Serikat (AS) yang dirilis akhir pekan lalu terlihat beragam. Data tenaga kerja yakni Non Farm Payroll (NFP) bulan Maret hanya bertambah 98.000, lebih kecil dari prediksi sebesar 174.000 serta turun dibanding bulan sebelumnya 219.000. Meski demikian, tingkat pengangguran turun ke level 4,5% dari sebelumnya serta proyeksi sebesar 4,7%.

Lalu tingkat rata-rata upah per jam di sesuai proyeksi di level 0,2% meski turun dari bulan sebelumnya 0,3%. Dengan dukungan data beragam, the greenback masih mampu mengungguli GBP. Namun, data NFP AS yang tergolong mengecewakan menunjukkan bahwa kebijakan ekonomi pemerintah gagal mengangkat sektor tenaga kerja. Hal ini membawa peluang GBP/USD kembali menguat dalam jangka pendek.

Bestprofit

Bursa AS tertahan kekhawatiran pertemuan Trump-Xi

Traders work on the floor of the New York Stock Exchange (NYSE) shortly after the opening bell in New York, U.S., March 21, 2017. REUTERS/Lucas Jackson

 

Best Profit | Bursa AS tertahan kekhawatiran pertemuan Trump-Xi

 

Best Profit – NEW YORK. Bursa Amerika Serikat mengakhiri perdagangan Kamis sedikit lebih tinggi dibanding hari sebelumnya. Investor menahan diri sembari menunggu hasil pertemuan Presiden Donald Trump dan Presiden China Xi Jinping. Dow Jones Industrial Average ditutup menguat 14,8 poin atau 0,07% menjadi 20.662,95.

Indeks S&P 500 memperoleh 4,54 poin atau 0,19% menjadi 2.357,49 setelah sempat mencapai 2364.16. Indeks Nasdaq Composite bertambah 14,47 poin atau 0,25% menjadi 5.878,95. Empat dari sebelas sektor S&P berakhir dengan penurunan. Indeks energi naik 0,8% seiring dengan kenaikan harga minyak yang hampir mencapai kembali harga tertinggi sebulan terakhir.

Trump dan Xi akan bertemu pada Kamis malam di Palm Beach, Florida. Pertemuan dua pemimpin negara perekonomian terbesar dunia ini akan disimpulkan pada Jumat siang waktu setempat. Orang-orang khawatir pertemuan ini gagal karena presiden China memiliki banyak pengalaman sedangkan AS memiliki politisi pemula.

Pertemuan ini akan menentukan bagaimana hubungan ke depan, sehingga kita tidak ingin nadanya negatif,” kata Peter Costa, Presiden Empire Execution, New York, dikutip Reuters. Wall Street memangkas perolehan keuntungan di awal perdagangan setelah Menteri Luar Negeri AS Rex Tillierson mengatakan, pertemuan ini akan ditujukan mencari komitmen dari China dalam memprioritaskan kesejahteraan AS.

Tillerson menunjukkan, pertemuan tersebut akan lebih konfrontasi ketimbang pembicaraan pertemanan antara Trump dan Xi,” kata Brian Jacobsen, Chief Portfolio Strategist Wells Fargo Funds Management di Menomonee Falls.

Bursa Amerika berupaya menguat setelah Rabu melemah akibat pernyataan bank sentral AS Federal Reserve yang mengatakan berencana memangkas pembelian obligasi senilai US$ 4,5 triliun pada tahun ini.

Best Profit

1 2 3 4 5 720