Beredar ajakan boikot Facebook, WhatsApp, Instagram pada 11 April

FILE PHOTO: A figurine is seen in front of the Facebook logo in this illustration taken, March 20, 2018. REUTERS/Dado Ruvic/Illustration/File PhotoPT BESTPROFIT Pada Rabu mendatang, CEO Facebook, Mark Zuckerberg, bakal bersaksi di hadapan Komisi Energi dan Perdagangan Amerika Serikat terkait kasus pencurian data pribadi pengguna. Di hari yang sama, kampanye bertajuk “Faceblock” mengajak pengguna memboikot Facebook, Instagram, dan WhatsApp selama 24 jam.

Kampanye itu didalangi kolektif netizen di Belgia, Denmark, Irlandia, Malta, Meksiko, Inggris, dan Amerika Serikat. Mereka menilai skandal Cambridge Analytica menunjukkan rapuhnya pengamanan data dan demokrasi di era digital. Dari kasus tersebut, sebanyak 87 juta data pribadi pengguna Facebook global dicuri dan disalahgunakan.

Jika kita melakukan Faceblock bersama-sama dan mengunggah alasan kenapa kita melakukannya, kita akan menyampaikan pesan kuat bahwa Facebook harus lebih baik,” begitu tertulis pada deskripsi kampanye Faceblock, sebagaimana dihimpun KompasTekno. BEST PROFIT

Tiga poin utama menjadi tuntutan para pencetus Faceblock. Mereka ingin Facebook segera memastikan nasib data pribadi pengguna, menjelaskan sejauh apa penyalahgunaannya, dan mempertegas batasan antara konten negatif dan kebebasan berpendapat.

Jika Anda tertarik ikut kampanye Faceblock, bisa membuka dari tautan ini. Ada beberapa tahapan yang bisa Anda lakukan untuk mendukung kampanye tersebut. Pertama, mengikuti kampanye dengan menekan opsi “Joint Event”. Anda akan dibawa ke laman event Facebook, di mana Anda bisa mengundang teman lain untuk mengikuti kampanye itu.

Selanjutnya, Anda bisa menjelaskan di Twitter dan Facebook terkait alasan mengikuti kampanye Faceblock. Semakin banyak yang ikut, semakin intens pesan itu disampaikan ke Facebook. Pada 11 April, saya tak akan menggunakan @Facebook, @Instagram, atau @WhatsApp. Mari tingkatkan kontrol atas data kita! http://facebookblackout.org #Faceblock,” begitu pesan default yang bisa langsung dikicaukan  di Twitter atau diunggah sebagai status Facebook. BESTPROFIT

Ada alasan khusus mengapa Faceblock dibuat bertepatan dengan hari kesaksian Mark Zuckerberg di hadapan Senat. Menurut juru bicara Faceblock, Laura Ulman, hal ini untuk menegaskan bahwa keamanan data bukan cuma tanggung jawab Facebook, tetapi juga pemerintah.

Tanggung jawab Facebook untuk mengatur paltform-nya, tetapi tanggung jawab pemerintah untuk memastikan perusahaan menjaga data pengguna. Pemerintah juga harus meregulasi praktik monopoli,” kata Laura Ulman. (Fatimah Kartini Bohang) Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul “Beredar Ajakan Boikot Facebook, WhatsApp, Instagram pada 11 April”

Aroma Gudang Garam mengundang selera

Warga melistas di depan pabrik rokok PT Gudang Garam Tbk di Kelurahan Bolowerti, Kota Kediri, Jawa Timur, Sabtu (27/8). Pemerintah daerah setempat mendapatkan subsidi keuangan dari pabrik rokok tersebut sebesar 80 persen dan juga mendapatkan dana bagi hasil cukai tembakau dari pemerintah pusat sebesar Rp63,48 miliar pada tahun 2016. ANTARA FOTO/Prasetia Fauzani/ama/16

PT BESTPROFIT Beban bagi emiten rokok bertambah setelah pemerintah mengerek cukai rokok 10,04% di tahun ini. Salah satu cara menyiasati kenaikan beban operasional ini adalah dengan melakukan penyesuaian harga atau average selling price (ASP). PT Gudang Garam Tbk (GGRM) menjadi salah satu produsen rokok yang melakukan hal tersebut. Ini terlihat dari harga jual sejumlah merek rokok milik GGRM.

Harga rokok GGRM naik sekitar Rp 200–Rp 400 per bungkus pada Maret 2018 jika dibandingkan dengan Desember 2017. Kenaikan paling tinggi terjadi pada rokok merek Gudang Garam Surya 16, yaitu dari Rp 19.200 menjadi Rp 19.600 per bungkus.

Christine Natasya, analis Mirae Asset Sekuritas Indonesia, mengatakan, kenaikan harga jual memang diharapkan dapat mengimbangi tekanan kenaikan cukai rokok.  Asal tahu saja, tahun lalu strategi ini sukses menolong kinerja GGRM. Meski pemerintah menaikkan cukai rokok, GGRM masih tetap bisa mencatatkan kinerja cemerlang berkat kenaikan ASP. BEST PROFIT

Bahkan, sepanjang 2017, GGRM mencetak kenaikan pendapatan dan laba bersih lebih tinggi dari tahun sebelumnya. Berdasarkan laporan keuangan perusahaan, pendapatan tahun lalu naik 9,22% menjadi Rp 83,31 triliun. Sementara laba bersih melesat 16,14% dari Rp 6,68 triliun menjadi Rp 7,75 triliun. “Kami berharap margin laba kotor bisa stabil pada 2018 karena kenaikan ASP yang diterapkan,” ujar Christine.

Dia optimistis GGRM mampu mempertahankan kinerjanya tahun ini. Prediksinya,  pendapatan perusahaan ini bisa mencapai Rp 91,58 triliun, dengan laba bersih naik menjadi Rp 8,41 triliun. Hal serupa juga diungkapkan analis Samuel Sekuritas Indonesia Achmad Nurcahyadi. Dalam risetnya yang dirilis 29 Maret, Achmad menulis kenaikan ASP akan menopang laba GGRM di tengah stagnasi volume penjualan rokok.

Menurut Achmad, potensi penurunan permintaan baru terjadi ketika kenaikan cukai rokok jauh di atas rata-rata lima tahun. Selain itu, pemerintah pasti akan melakukan intervensi jika harga rokok sudah menyentuh Rp 50.000 per bungkus. Karena itu, Michael Wilson Setjoadi, analis Bahana Sekuritas, berpendapat, sebenarnya kenaikan cukai rokok tidak berpengaruh banyak bagi GGRM. BESTPROFIT

Sebab, emiten ini masih bisa menaikkan ASP lebih tinggi. Harga jual rokok GGRM bisa naik sekitar 5%-8%, sementara volume penjualan hanya turun dalam rentang 2%-3%. “Ini yang menyebabkan pendapatan masih tetap positif,” ujar dia, Senin. Alhasil, keuntungan yang dimiliki GGRM lebih besar daripada emiten rokok lainnya. Apalagi perusahaan ini punya produk beragam. Tambah lagi, harga jual produk GGRM masih lebih rendah ketimbang kompetitor. Variasi produk yang dimiliki emiten ini memberi ruang lebih bagi konsumen untuk mengalihkan konsumsi ke produk yang lebih terjangkau.

Proyek listrik kongsi SoftBank dan Arab Saudi

The logo of SoftBank Group Corp is displayed at SoftBank World 2017 conference in Tokyo, Japan, July 20, 2017. REUTERS/Issei Kato

PT BESTPROFIT Perusahaan investasi asal Jepang, SoftBank Group Corp. makin agresif menebar investasi. Terbaru, Softbank menandatangani perjanjian untuk membangun proyek sistem energi tenaga surya senilai US$ 200 miliar dengan Arab Saudi.

Kesepakatan ini merupakan bagian dari hasil dari lawatan tiga minggu Putra Mahkota Kerajaan Arab Saudi Mohammed bin Salman ke Amerika Serikat (AS). Lewat anak usaha Vision Fund, SoftBank akan menciptakan produsen listrik tenaga surya terbesar di dunia.

Bersama dengan Arab Saudi, SoftBank akan mengembangkan proyek pembangkit listrik tenaga surya berkapasitas 200 gigawatt (GW). Proyek ini ditargetkan rampung tahun 2030. BEST PROFIT

Total investasi akhir untuk pembangkit 200 GW, termasuk panel surya, penyimpanan baterai dan fasilitas manufaktur untuk panel di Arab Saudi, pada akhirnya akan berjumlah sekitar US$ 200 miliar,” ujar Son seperti dilansir Reuters.

Son mengatakan, keseluruhan proyek ini akan menciptakan setidaknya 100.000 lapangan pekerjaan. “Biaya yang dibutuhkan hampir US$ 1 miliar untuk menciptakan 1 GW,” katanya. BESTPROFIT

Langkah ini merupakan strategi Saudi untuk mendiversifikasi bisnis agar ekonominya tidak terlalu besar bergantung pada penjualan minyak mentah. “Ini sebuah langkah besar dalam sejarah. Langkah ini sangat berani dan berisiko tapi kami berharap akan sukses,” kata Pangeran Mohammed.

Chief Executive Officer SoftBank Masayoshi Son mengatakan, kapasitas listrik tenaga surya sebesar 200 GW yang ditargetkan tersebut akan menambah sekitar 400 GW kapasitas daya yang terpasang secara global. Ini sebanding dengan total kapasitas tenaga nuklir dunia sekitar 390 GW per akhir tahun 2016.

Tahap awal megaproyek ini akan dimulai dengan pembangunan pembangkit berkapasitas 7,2 GW yang akan menelan biaya sebesar US$ 5 miliar. Dana sebesar US$ 1 miliar akan berasal dari Vision Fund dan sisanya dari lembaga pembiayaan.

1 2 3 4 5 789