Vietnam dan Filipina ‘Recall’ Xpander, Indonesia Investigasi

Mitsubishi Indonesia menyatakan sedang melakukan investigasi internal usai pernyataan recall Xpander dari Mitubsihi Filipina pada 6 Desember. Sampai saat ini belum ada pernyataan recall buat Xpander yang dijual di Indonesia.

Mitsubishi Motors Philippines Corporation telah menyatakan recall Xpander karena masalah pompa bahan bakar. Recall terkait masalah komponen yang sama sudah dilakukan Mitsubishi di Vietnam pada Oktober lalu.

Xpander yang dijual di Filipina dan Vietnam diproduksi di Indonesia. Produksi Xpander dilakukan di pabrik Mitsubishi di Cikarang, Jawa Barat.

“Sebenarnya kami sedang menginvestigasi kasus ini. Tentu saja kami punya tanggung jawab kepada konsumen terkait isu produk, bila konsumen ingin mengecek kendaraannya, kami merekomendasikan konsumen datang ke bengkel resmi,” kata Director of Sales & Marketing Division Mitsubishi Motors Krama Yudha Sales Indonesia (MMKSI) Michimasa Kono di Tangerang, Sabtu (7/12).

Menurut Kono investigasi juga dilakukan prinsipal Mitsubishi di Jepang. Dia mengatakan pihaknya sedang menunggu respons dari prinsipal terkait recall di Filipina.

Kono tak bisa menyebut komponen pompa bahan bakar yang bermasalah di Vietnam dan Filipina juga digunakan pada Xpander yang dijual di Indonesia.

“Kami perlu memeriksanya secara detail, karena tidak semua produk sama. Jadi kami perlu investigasi dulu,” kata dia.

Sentimen Global Buat Rupiah Menguat ke Rp14.005 per Dolar AS

Nilai tukar rupiah menguat ke Rp14.005 per dolar AS atau sebesar 0,23 persen pada perdagangan pasar spot, Senin (9/12) pagi. Sebelumnya, posisi rupiah berada di Rp14.038 per dolar AS pada penutupan pasar Jumat (6/12).

Pagi hari ini, mayoritas mata uang di kawasan Asia melemah terhadap dolar AS. Lira Turki terpantau melemah 0,10 persen, ringgit Malaysia 0,06 persen, dan dolar Singapura melemah tipis 0,01 persen.

Penguatan hanya terjadi pada won Korea sebesar 0,05 persen dan baht Thailand sebesar 0,01 persen Sementara itu, yen Jepang dan dolar Hong Kong berada di posisi stagnan dan tak bergerak terhadap dolar AS.

Kemudian di negara maju, mayoritas nilai tukar menguat terhadap dolar AS. Poundsterling Inggris dan dolar Australia masing-masing menguat dengan nilai 0,08 persen dan 0,02 persen, sementara dolar Canada dan euro melemah dengan nilai sebesar 0,02 persen dan 0,04 persen terhadap dolar AS.

Meski pagi ini menguat, Kepala Riset PT Monex Investindo Futures Ariston Tjendra menilai rupiah kemungkinan akan bergerak melemah hari ini, karena sentimen hasil kesepakatan dagang antara AS dan China yang tak menentu.

Menurut Ariston, pasar masih menunggu dan berharap mendapatkan kabar mengenai kesepakatan dagang hingga sebelum tanggal 15 Desember 2019, tanggal AS menerapkan tarif impor baru untuk produk China.

Sementara itu, Ariston juga menyebut bahwa data ekonomi Non Farm Payrolls AS dan data survei sentimen konsumen AS yang dirilis Jumat malam, jumlahnya melebihi ekspektasi.

“Hal tersebut bisa mendorong pelemahan Rupiah terhadap dollar AS bila tidak ada kabar positif lagi soal prospek kesepakatan AS dan China,” kata Ariston saat dihubungi CNNIndonesia.com, Senin (9/12).

Lebih lanjut, Ariston memprediksi Rupiah mungkin akan bergerak di kisaran Rp14.000 hingga Rp14.080 hari ini.

Menteri PUPR Sebut Holding BUMN Karya Bakal Hapus Kompetisi

Menteri PUPR Basuki Hadimuljono memberi sinyal tak setuju dengan rencana pembentukan perusahaan induk (holdingBUMN Karya di bidang infrastruktur. Sebab, ia menganggap rencana itu berpotensi menghilangkan kompetisi perusahaan ketika lelang proyek.

Padahal, menurut Basuki, kompetisi pada tahap lelang proyek merupakan hal yang masih perlu dilakukan agar penggarapan proyek dikerjakan oleh perusahaan terbaik. Hal ini merujuk pada proposal perencanaan proyek yang diberikan oleh masing-masing perusahaan karya.

Sementara bila para perusahaan pelat merah karya digabung dalam kebijakan holding, maka bukan tidak mungkin ketika ada proyek yang akan perlu dibangun langsung diserahkan ke mereka.

“Ya untuk apa holding itu? Kalau sudah holding, yang lain tidak boleh tender. Sekarang kita punya delapan perusahaan karya, kalau mereka di-holding jadi satu, tinggal tiga yang bisa ikut tender,” ujar Basuki, Rabu (4/12).

Di sisi lain, ia juga khawatir bila keberadaan holding karya nantinya turut mempersempit perusahaan konstruksi swasta untuk menggarap proyek. “Iya itu juga, tapi di luar tender jadi sedikit, sehingga kompetisinya semakin tidak ada,” jelasnya.

Selain holding berdasarkan jenis usaha, Menteri BUMN Erick Thohir sempat melempar wacana bahwa akan membentuk subholding. Penggabungan perusahaan ini dilakukan sesuai sektor lini bisnis dari masing-masing BUMN.

Terkait ini, Basuki menyatakan ingin mendengar lebih dulu kajian dari Erick. “Saya belum tahu sih subholding itu seperti apa, apakah akan satu jenis, misalnya yang bangun hotel semua (disatukan). Nanti tanya Pak Menteri BUMN,” katanya.

Sementara menurut Erick, ia ingin mengubah konsep superholding menjadi subholding sesuai fokus unit usaha. Contohnya, PT Pelindo I, PT Pelindo II, PT Pelindo III, dan PT Pelindo IV tidak akan dijadikan superholding, namun dibagi berdasarkan fungsinya.

“Misalnya Pelindo I, II, III, IV itu apakah akan dibagi berdasarkan pelabuhan peti kemas, pelabuhan curah cair dan sebagainya. Tidak berdasarkan regional, nanti akan jadi kanibal-kanibal juga,” jelasnya.

Sebelumnya, Staf Khusus Menteri BUMN Arya Mahendra Sinulingga menyatakan pembentukan holding BUMN Karya terancam gagal, meski tinggal menunggu persetujuan konsep tinggal menunggu restu Presiden Joko Widodo (Jokowi). Sebab, kementerian tengah mengkaji ulang rencana pembentukan holding.

“Soal holding untuk Karya, sepertinya lagi dikaji, kemungkinan kecil untuk (BUMN) Karya di-holding. Ada banyak pertimbangan, nanti akan dicari model bisnis terbaik untuk sinergikan para perusahaan Karya ini. Pokoknya sampai sekarang masih kemungkinan kecil,” kata Arya.

1 2 3 4 5 955