China Larang Maskapai Pakai Pesawat Setipe Ethiopian Airlines

BESTPROFIT – Otoritas Penerbangan Sipil China mengeluarkan larangan bagi semua maskapai untuk menerbangkan pesawat Boeing 737 Max 8, untuk semua penerbangan domestik.

Larangan tersebut dikeluarkan menyusul insiden jatuhnya pesawat setipe yakni Ethiopian Airlines di ibu kota Addis Ababa, Minggu (10/3). Setelah sebelumnya kecelakaan pesawat jenis yang sama dengan Lion Air yang jatuh di perairan Karawang, Oktober 2018 lalu.

Larangan tersebut dikeluarkan pada Senin (11/3) pukul 09.00 waktu Beijing dan berlaku selama sembilan jam atau hingga pukul 18.00. Masalah keamanan pascakecelakaan Ethiopian Airlines menjadi alasan di balik larangan tersebut.

“Pengoperasian pesawat Boeing 7377 Max 8 akan kembali diberikan setelah kami mendapat penjelasan dari Otoritas Penerbangan Federal AS dan Boeing terkait keselamatan penerbangan,” tulis otoritas China dalam keterangan resmi seperti dilansir AFP.

Pilihan redaksi
http://www.ptbestprofit.com
http://www.ptbestprofitfutures.com
http://www.pt-bestprofit.com

China merupakan salah satu negara yang paling banyak penting bagi Boeing dengan seperlima dari pengiriman pesawat model 737 Max di seluruh dunia.

Hingga Januari 2019, Boeing tercatat telah mengirimkan 76 unit dari 104 pesanan tipe 737 Max ke sejumlah maskapai China. Boeing 737 Max 8 pertama kali dikirimkan untuk maskapai Air China pada Desember lalu.

Di samping itu, Boeing bermitra dengan Commercial Aircraft Corporation of China (COMAC) memiliki sebuah pabrik di timur Zhoushan untuk merampungkan interior pesawat 737 Max untuk memenuhi permintaan maskapai China. Boeing 737 Max sebelumnya dirakit di Renton, Washington, AS dan dibawa ke Zhoushan untuk tahap pengerjaan interior.

Sepanjang Pekan Kemarin, Harga Bahan Kebutuhan Pokok Stabil

BESTPROFIT – Harga bahan pokok pada sepanjang pekan ini terpantau cukup stabil. Untuk rata-rata nasional harga beras  di pedagang besar misalnya, berdasarkan pantauan dari Pusat Informasi Harga Pangan Strategis (PIHPS) dari hari Senin (4/3) sampai dengan Jumat (8/3) hanya berada di level Rp10.900 per kilogram.

Awal pekan ini, harga beras mengalami kenaikan. Tapi kenaikan hanya sebesar Rp50 per kilogram. Kestabilan yang sama juga terjadi pada telur ayam.

Harga telur ayam dari awal pekan lalu ke awal pekan ini hanya naik Rp150 dari Rp22.200 menjadi Rp22.350 per kilogram.

Untuk harga minyak goreng, bergerak dari Rp11.500 menjadi Rp11.550 per kilogram.

Pun begitu dengan gula pasir. Sepanjang pekan lalu hingga awal pekan ini, harga gula pasir tak bergerak sama sekali di level Rp11.450 per kilogram. Meskipun demikian, ada juga barang kebutuhan pokok yang sepanjang pekan kemarin justru naik.

Ambil contoh, harga cabai rawit. Awal pekan lalu, harga cabai rawit masih berada di level Rp24.800. Tapi, awal pekan ini, harga cabai rawit sudah naik ke level Rp25.300.

Kenaikan juga dialami bawang putih. Di PIHPS, harga bawang putih awal pekan ini mencapai Rp20 ribu per kilogram, naik Rp250 dibanding awal pekan lalu.

Pilihan redaksi
http://www.ptbestprofit.com
http://www.ptbestprofitfutures.com
http://www.pt-bestprofit.com

Sementara itu, untuk harga daging justru terpantau turun. Jika awal pekan lalu, harga daging sapi kualitas 1 masih mencapai Rp111.400 per kilogram, awal pekan ini harganya turun Rp1.000 menjadi Rp110.400.

Saksi Lihat Pesawat Ethiopian Air Terbakar Sebelum Jatuh

BESTPROFIT— Peristiwa pesawat maskapai Ethiopian Airlines jatuh pada Minggu (10/3) kemarin masih menimbulkan pertanyaan tentang penyebabnya. Namun, menurut kesaksian sejumlah orang burung besi Boeing 737-8 MAX itu sudah mengeluarkan api di udara beberapa saat sebelum jatuh.

“Pesawat itu sudah terbakar pada bagian belakang beberapa saat sebelum jatuh. Pesawat itu terlihat menukik sebelum jatuh. Saat jatuh terjadi ledakan besar,” kata saksi Tegegn Dechasa, seperti dilansir AFP, Senin (11/3).

Seorang petani setempat, Sisay Gemechu, yang turut menyaksikan kejadian itu menduga pilot hendak mendaratkan pesawat itu di tanah lapang sebelum jatuh tetapi gagal.

Menurut Tegegn, dia bergegas ke lokasi kejadian setelah pesawat itu jatuh dan meledak. Di sana dia hanya menemukan serpihan pesawat serta tubuh manusia, dan barang-barang para penumpang.

Pesawat yang jatuh itu adalah Boeing tipe 737-8 MAX. Saat itu pesawat mengangkut 149 penumpang dan delapan awak, dan jatuh di dekat desa Tulu Fara, Kota Bishoftu, beberapa menit setelah lepas landas dari Bandara Bole, Addis Ababa menuju Nairobi, Kenya.

Sebanyak 32 korban berkewarganegaraan Kenya, 18 Kanada, sembilan Etiopia, delapan Italia, delapan China, delapan Amerika Serikat, tujuh Inggris, tujuh Perancis, enam Mesir, lima Belanda, empat India, empat Slovakia, tiga Austria, tiga Swedia, tiga Rusia, dua Maroko, dua Spanyol, dua Polandia, dan dua Israel.

Pilihan redaksi
http://www.ptbestprofit.com
http://www.ptbestprofitfutures.com
http://www.pt-bestprofit.com

Sementara masing-masing satu korban berasal dari Indonesia, Belgia, Somalia, Norwegia, Serbia, Togo, Mozambik, Rwanda, Sudan, Uganda, dan Yaman.

Selain itu, empat korban lainnya memegang paspor Perserikatan Bangsa-bangsa (PBB) yang belum teridentifikasi kewarganegaraannya.

Hasil penyelidikan sementara, pilot Ethiopian Airlines dengan nomor penerbangan 302 itu sempat meminta untuk kembali, setelah beberapa menit lepas landas dari bandara Bole di Addis Ababa pada pukul 08.38 pagi waktu setempat.

Boeing Kirim Tim

Pabrikan Boeing yang membuat pesawat seri 737-8 MAX menyatakan segera mengirim tim untuk mengusut kejadian itu. Sebab, ini adalah insiden maut kedua yang terjadi dengan burung besi itu, sebab pada 29 Oktober 2018 tipe yang sama juga jatuh di perairan Tanjung, Karawang, Jawa Barat dan menewaskan 189 penumpang beserta awak.

“Tim teknik Boeing sedang bersiap untuk memberi bantuan teknis atas permintaan dan arahan Dewan Keselamatan Transportasi Amerika Serikat,” demikian pernyataan pers yang dirilis Boeing.

Boeing menyatakan mereka turut berbela sungkawa terhadap para korban dan kerabat yang ditinggalkan dalam kejadian itu.

1 2 3 4 5 6 857