Bursa Asia terkoreksi karena pasar antisipasi KTT G7

A woman, dressed in ceremonial kimonos, poses for her souvenir photo in front of an electronic board displaying the Nikkei average (top in R) after the ceremony which kicks off the first day of trading in 2018 at the Tokyo Stock Exchange in Tokyo, Japan January 4, 2018. REUTERS/Kim Kyung-Hoon

PT BESTPROFIT Pasar saham Asia dibuka melemah pada perdagangan Jumat. Bursa Asia mengekor penurunan yang melanda mayoritas indeks saham di Wall Street. Mengutip Bloomberg, indeks Nikkei 225 turun 0,35% pada pukul 07.36 WIB. Indeks Kospi di Korea Selatan juga tergelincir 0,22%. Di Australia, indeks S&P/ASX 200 terkoreksi sekitar 0,11%.

Sentimen global melemah setelah semalam indeks S&P 500 dan Nasdaq tergelincir. Investor beralih ke aset lebih aman, yaitu US Treasury, di tengah mencuatnya kembali isu perang dagang jelang KTT G7 di Quebec pada Jumat ini. Alhasil, harga obligasi pemerintah AS alias US Treasury tenor 10 tahun naik pada Kamis, dan mendorong yield turun sebanyak 9 bps. BEST PROFIT

Perhatian investor beralih pada pertemuan G7 untuk mencari petunjuk mengenai prospek perdagangan global. Presiden Prancis Emmanuel Macron memperingatkan bahwa dia tidak akan menandatangani pernyataan bersama, kecuali Presiden AS Donald Trump bersedia mengubah kebijakan tarif impor. Kanselir Jerman Angela Merkel juga berjanji menantang Trump.

Seperti diketahui, sebelumnya, Trump menerapkan tarif impor baja dan aluminium dari Uni Eropa dan Meksiko. Dari pasar komoditas, harga minyak mentah WTI pada Kamis naik ke level tertinggi sepekan di pasar AS. Laju harga minyak berlanjut di pasar Asia pada Jumat pagi dan sudah menyentuh level US$ 66 sebarel. BESTPROFIT

Defisit perdagangan AS sentuh level terendah pada April 2018

A tugboat sails past a container ship in Tanjung Priok Port, Jakarta, Indonesia April 16, 2018. REUTERS/Darren Whiteside

PT BESTPROFIT Defisit perdagangan Amerika Serikat (AS) sepanjang April lalu berhasil turun ke level terendah dalam tujuh bulan terakhir. Penurunan defisit terjadi lantaran ekspor AS melonjak ke level tertinggi tahun ini ditopang oleh pengiriman bahan industri dan kedelai.

Mengutip Reuters, Departemen Perdagangan AS melaporkan, Rabu, defisit perdagangan turun 2,1% menjadi US$ 46,2 miliar. Angka ini menjadi defisit terkecil AS sejak September 2017. Data perdagangan AS di bulan Maret juga direvisi dari sebelumnya mencatatkan defisit sebesar US$ 49 miliar menjadi US$ 47,2 miliar.

Hasil data defisit perdagangan AS bulan April ini juga jauh lebih baik dari konsensus ekonom yang disurvei Reuters. Ekonom memperkirakan defisit perdagangan AS masih akan berada di kisaran US$ 49 miliar. BEST PROFIT

Dari segi ekspor, barang dan jasa AS sepanjang April naik 0,3% ke level rekor US$ 211,2 miliar. Peningkatan ekspor didominasi pengiriman pasokan industri, seperti bahan bakar minyak dan produk minyak bumi senilai US$ 1,3 miliar. Ekspor kedelai dan jagung juga meningkat masing-masing senilai US$ 0,3 miliar. Dengan begitu, AS telah mencatat peningkatan ekspor selama tiga bulan beruntun.

Kendati demikian, ekspor pesawat komersial AS jatuh US$ 2,8 miliar. Ekspor ke China juga mengalami penurunan 17,1% di bulan April. Sementara, impor barang dan jasa turun 0,2% menjadi US$ 257,4 miliar. Diikuti penurunan barang konsumen US$ 2,8 miliar akibat berkurangnya impor ponsel dan barang rumah tangga sebesar US$ 2,2 miliar. Impor kendaraan bermotor AS juga turun US$ 1 miliar.

Adapun, data defisit perdagangan yang telah disesuaikan dengan inflasi alias defisit perdagangan riil AS, tercatat mengecil menjadi US$ 77,5 miliar dari sebelumnya US$ 78,2 miliar. Sepanjang kuartal pertama tahun ini, rata-rata defisit perdagangan riil AS berada di bawah US$ 82,5 miliar. BESTPROFIT

Tren defisit perdagangan AS yang terus berkurang diproyeksi akan berkontribusi pada data produk domestik bruto (PDB) AS di akhir kuartal kedua mendatang. Data yang kuat, mulai dari manufaktur hingga belanja konsumen, serta pasar tenaga kerja, membuat Federal Reserve Bank of Atlanta memperkirakan pertumbuhan ekonomi AS di kuartal kedua akan mencapai 4% secara tahunan.

Di sisi lain, para ekonom berpandangan, kebijakan tarif impor yang diberlakukan Presiden AS Donald Trump, khususnya ke China, tidak banyak berpengaruh pada pengurangan defisit perdagangan AS. Terbukti, sepanjang April nilai impor China ke AS tidak mengalami perubahan. Justru, data mencatat defisit perdagangan barang AS yang sensitif secara politik dengan Cina meningkat 8,1% menjadi US$ 28,0 miliar.

Jeff Bezos, orang terkaya di dunia yang berambisi ingin bangun pabrik di Bulan

jeffPT BESTPROFIT Sepertinya akan ada sentra industri baru yang punya lahan super luas, dan mungkin tak butuh biaya sewa. Namun, sentra industri tersebut tidak berada di Bumi namun di Bulan. Penggagasnya? Seseorang yang baru saja menggeser Bill Gates dari posisi orang terkaya di dunia, Jeff Bezos.

Pria yang merupakan bos dari Amazon tersebut tampaknya sungguh-sungguh ingin membangun pusat industri di Bulan. Bezos tak sendiri membangun industri antariksa dengan Blue Origin-nya, ia disebut-sebut akan bekerja sama dengan NASA (agensi antariksa Amerika Serikat) dan ESA (agensi antariksa Eropa).

Dalam acara konferensi Space Development di Los Angeles, AS, Bezos berbicara idenya membuat Bulan sebagai pusat industri berat. Mengutip Tech Crunch, Rabu, Bezos berpikir pembangunan industri berat di Bulan akan mampu menghemat sumber daya di Bumi. BEST PROFIT

Tidak dalam waktu dekat, saya berbicara beberapa dekade ke depan, mungkin 100 tahun dari sekarang. Akan lebih mudah melakukan banyak hal yang sekarang kita lakukan di Bumi di antariksa, karena akan butuh banyak energi,” katanya. Bos jaringan ritel Amazon ini juga menyebut, di masa depan, kemungkinan manusia bakal meninggalkan bumi dan hal tersebut dianggap membuat Bumi akan jadi lebih baik.

Menurutnya, ada banyak hal yang masih harus disediakan oleh Bumi, misalnya saja mineral dan sumber daya yang tidak dapat bersumber di Bulan. Misalnya saja, tutur Bezos, adalah sinar matahari untuk tenaga solar, arus bawah permukaan, dan lain-lain. Dan sepertinya hal ini sudah diatur,” kata sang orang terkaya di dunia tersebut. BESTPROFIT

Bekerja Sama dengan NASA

Sekadar informasi, Bezos melalui Blue Origin telah mengusulkan adanya kemitraan dengan NASA untuk menciptakan pendaratan di Bulan guna menguji kemungkinan adanya industri dan tempat tinggal di Bulan. Pendaratan yang dimaksud diyakini mampu mengirimkan lima ton muatan ke permukaan bulan.

Tentu saja, semua ini barulah rencana, apalagi roket yang diproduksi masih bersifat suborbital. Penerus roket New Shepard, New Glenn, dijadwalkan bakal terbang pada 2020-an. Namun, Bezos tampaknya melihat tidak ada alasan untuk menunggu lebih lama lagi.

Jadi Milik Bersama

Jika saatnya tiba nanti, Bezos berharap bahwa tempat tinggal dan industri di bulan akan jadi milik bersama, dengan negara-negara yang ikut berkontribusi dalam “Desa Bulan” dan menggabungkan kekuatan untuk membuatnya lebih baik.

Sejauh ini, Bezos mengucuri Blue Origin dengan dana dari koceknya sendiri. Bezos sendiri cukup ambisius dan akan terus melanjutkan rencananya. Paling tidak dengan statusnya sebagai orang terkaya , Blue Origin akan tetap hidup dalam jangka waktu yang lama.

1 2 3 4 5 6 798