PBB Masih Tunggu Indonesia Beri Akses ke Papua

PT.Bestprofit – Komisioner Tinggi Hak Asasi Manusia Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB), Michelle Bachelet, masih menunggu pemberian akses ke Papua dari pemerintah Indonesia.

“Indonesia sepakat memberikan kantor kami akses ke Papua dan kami masih menunggu konfirmasi,” ujar Wakil Juru Bicara Kantor Komisioner Tinggi HAM PBB (OHCHR), Ravina Shamdasani,

Indonesia memang mengundang PBB untuk melawat Papua. Undangan itu disampaikan langsung oleh Presiden RI, Joko Widodo, saat Komisioner Tinggi HAM PBB sebelumnya, Zeid Raad Al Hussein, berkunjung ke Istana Kepresidenan pada Februari 2018.

Namun, sejak saat itu, pemerintah Indonesia belum mengeluarkan izin karena prosesnya tak kunjung rampung.

Shamdasani melontarkan pernyataan ini saat mengonfirmasi kabar penyerahan petisi referendum kemerdekaan Papua Barat oleh pemimpin United Liberation Movement for West Papua (ULMWP), Benny Wenda, kepada Komisioner Tinggi HAM PBB, Michelle Bachelet.

Shamdasani mengatakan kepada CNNIndonesia.com bahwa petisi tersebut diserahkan saat Bachelet sedang bertemu dengan delegasi Vanuatu, dalam sesi Ulasan Universal Periodik Dewan HAM PBB di Jenewa, Swiss, pekan lalu.

“Dalam pertemuan ini, salah satu anggota delegasi Vanuatu, Benny Wenda, menyerahkan petisi kepada Komisioner Tinggi. Pertemuan ini tidak diatur khusus oleh Wenda untuk tujuan tersebut (menyerahkan petisi),” kata Shamdasani melalui surat elektronik, Selasa (29/1).

Dalam pertemuan itu, Benny mengatakan bahwa di bawah pemerintahan Indonesia, warga Papua tak memiliki kebebasan berpendapat, berekspresi, dan berkumpul.

Dia menganggap satu-satunya cara untuk mendapatkan kebebasan adalah melalui petisinya tersebut.

Menurut Shamdasani, Bachelet kemudian mengatakan kepada Benny bahwa OHCHR sudah berkoordinasi dengan Indonesia mengenai masalah HAM di Papua, dan masih menunggu akses ke pulau paling timur Indonesia tersebut. (has)

 

RI Kecam Vanuatu karena ‘Selundupkan’ Benny Wenda ke PBB

PT.Bestprofit –Indonesia mengecam Vanuatu yang diam-diam memasukkan pemimpin United Liberation Movement for West Papua (ULMWP), Benny Wenda, dalam delegasinya saat bertemu Komisioner Tinggi HAM Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) di Jenewa, Swiss, pekan lalu.

“Indonesia mengecam keras tindakan Vanuatu yang dengan sengaja telah mengelabui KTHAM dengan melakukan langkah manipulatif melalui penyusupan Benny Wenda ke dalam delegasi Vanuatu,” ucap Duta Besar RI untuk PBB di Jenewa, Hasan Kleib, melalui pernyataan di situs resmi kantornya, pada Selasa (29/1).

Pilihan redaksi
http://www.ptbestprofit.com
http://www.ptbestprofitfutures.com
http://www.pt-bestprofit.com

Dalam pertemuan tersebut, Benny menyerahkan petisi referendum kemerdekaan Papua Barat yang diklaim sudah ditandatangani oleh 1,8 juta orang.

Hasan membeberkan bahwa penyerahan petisi itu terjadi ketika delegasi Vanuatu tengah melakukan kunjungan kehormatan ke kantor KT HAM PBB di Jenewa pada Jumat (25/1).

Kunjungan kehormatan itu dilakukan dalam rangka pembahasan laporan penegakan HAM tahunan (Universal Periodic Review/UPR) Vanuatu di Dewan HAM PBB.

Hasan mengatakan Vanuatu memasukkan Beny ke dalam delegasinya tanpa sepengetahuan KT HAM PBB. Menurutnya, nama Benny Wenda “tidak masuk dalam daftar resmi delegasi Vanuatu untuk UPR.”

Kantor KTHAM PBB, kata Hasan, bahkan sangat terkejut atas kehadiran Beny saat itu, mengingat pertemuan semata-mata dimaksudkan untuk membahas UPR Vanuatu.

“Tindakan Vanuatu tersebut merupakan tindakan yang sangat tidak terpuji dan sangat tidak sesuai dengan prinsip-prinsip fundamental Piagam PBB. Indonesia tidak akan pernah mundur untuk membela dan mempertahankan kedaulatan wilayah NKRI,” tutur Hasan.

Kepada wartawan di Jenewa pekan lalu, Benny mengklaim telah menyerahkan petisi yang sudah ditandatangani 1,8 juta orang tersebut kepada Komisioner Tinggi HAM PBB, Michelle Bachelet.

Benny mengatakan bahwa di bawah pemerintahan Indonesia, warga Papua tak memiliki kebebasan berpendapat, berekspresi, dan berkumpul.

Dia juga menganggap satu-satunya cara untuk mendapatkan kebebasan itu adalah melalui petisinya tersebut, yang diklaim ditandatangani oleh hampir tiga perempat orang dari total 2,5 juta rakyat Papua.

Dalam pertemuan itu, Benny juga meminta Bachelet mengirim tim pencari fakta ke Papua untuk menyelidiki dugaan penggunaan senjata kimia di wilayah Indonesia paling timur itu. (rds/has)

Barcelona Kalah, Valverde Tak Menyesal Sisihkan Messi

PT.Bestprofit – Pelatih Barcelona Ernesto Valverde mengaku tidak menyesal tak membawa Lionel Messi dalam laga menghadapi Sevilla pada laga perempat final Copa Del Rey di Stadion Ramon Sanchez Pizjuan, Rabu (23/1) waktu setempat.

Gol Pablo Sarabia dan Wissam Ben Yedder ke gawang Jasper Cillesen membuat Sevilla memiliki peluang melaju ke semifinal Copa Del Rey. Sebaliknya, Blaugrana harus meraih kemenangan lebih dari dua gol untuk mempertahankan gelar juara Piala Raja di Spanyol tersebut.

Valverde menilai para pemain Barcelona telah berupaya untuk meraih kemenangan namun terbentur pada ketidakmampuan membuat peluang.

“Selama babak pertama kami lebih kurang dapat mengendalikan pertandingan. Tetapi Sevilla lebih sukses dan mereka mampu mengembangkan permainan. Tentu kami memiliki masalah karena tidak mampu menciptakan peluang mencetak gol,” ujar Valverde dikutip dari Marca.

Dalam laga tandang tersebut Valverde melakukan beberapa pergantian pemain inti, termasuk tidak membawa Messi dan mencadangkan Luis Suarez. Sementara pemain baru Kevin-Prince Boateng mendapat kesempatan debut sejak menit awal.

“Benar saya melakukan perubahan saya pikir mereka yang terbaik. Saya tidak menyesal mengistirahatkan Messi, itu adalah hal yang harus saya lakukan. Cukup berisiko memang memainkan Boateng tapi saya pikir saya harus melaksanakannya,” tutur pelatih 54 tahun itu.

Menanggapi kekalahan di leg pertama, Valverde enggan menyerah dan menegaskan keinginan meraih kemenangan pada leg kedua yang akan berlangsung di Stadion Camp Nou pada 31 Januari mendatang.

“Tahun lalu kami berusaha keras untuk bertahan di ajang Copa Del Rey, dan tahun ini kami melakukan rotasi lagi karena kami pikir itu yang terbaik. Saya menganalisis semuanya. Ada beberapa area yang kami rasa sudah cukup baik tapi ada area lain yang lebih baik. Tapi bagaimanapun juga, ini tetap merupakan sukses,” jelas Valverde.

1 3 4 5 6 7 848