Komisi Sekuritas AS beri hadiah US$ 83 juta untuk tiga whistleblower

Warga menunjukkan pecahan uang dolar Amerika yang ditukarkan di salah satu gerai penukaran mata uang asing di Jakarta, Rabu (14/3). Bank Indonesia menyatakan belum ada potensi level depresiasi nilai tukar rupiah mencapai Rp15.000 per dolar Amerika karena fundamental ekonomi Indonesia sekarang ini cukup terjaga baik terlihat dari laju inflasi di 2,5-4,5 persen dari tahun ke tahun, defisit neraca transaksi pembayaran 2,-2,5 persen PDB dan prospek pemulihan pertumbuhan ekonomi. ANTARA FOTO/Sigid Kurniawan/foc/18.

PT BESTPROFIT Komisi Sekuritas dan Bursa Efek Amerika Serikat (AS) atau Securities and Exchange Commission (SEC) memberikan hadiah sebesar US$ 83 juta kepada tiga whistleblower terkait dengan penyelidikan Merrill Lynch tahun 2016.

Mengutip Bloomberg, Selasa, SEC mengumumkan hadiah tersebut pada hari Senin. Akan tetapi, tidak diutarakan kasus mana yang menyebabkan SEC membayar dua whistleblower sebesar US$ 50 juta dan satu orang sebesar US$ 33 juta tersebut.

Namun, sebuah firma hukum yang mewakili whistleblower mengatakan klien mereka memberi tahu agen tersebut atas penyalahgunaan dana nasabah oleh Merrill Lynch. Klien kami mewakili sisi terbaik dari Wall Street dan merasa dibenarkan oleh tekad SEC. Dengan menjadi whistleblower, para eksekutif berani ini melindungi jutaan pelanggan Merrill Lynch. ujar Jordan Thomas, partner firma hukum Labaton Sucharow, dilansir dari Reuters. BEST PROFIT

Merrill Lynch mengakui adanya penyalahgunaan dana kliennya dalam sebuah penyelesaian transaksi sebesar US$ 415 juta. Penyalahgunaan yang dilakukan Merrill Lynch menahan dana hingga US$ 58 miliar per hari di akun kliring saat seharusnya dimasukkan dalam cadangan. SEC juga mengatakan bahwa perusahaan yang melakukan perdagangan opsi kompleks mengurangi secara artifisial jumlah cadangan uang yang harus dimiliki nasabah.

SEC telah menggelontorkan dana lebih dari US$ 262 juta untuk 53 whistleblower sejak dimulainya inisiatif memberikan hadiah pertama kali pada 2012. Siapapun yang memberikan informasi SEC yang mengarah pada sanksi lebih dari US$ 1 juta, dapat menerima 10% hingga 30% dari uang yang terkumpul. BESTPROFIT

Alibaba mempertimbangkan untuk listing di Shanghai Stock Exchange

FILE PHOTO: A sign of Alibaba Group is seen during the fourth World Internet Conference in Wuzhen, Zhejiang province, China, December 3, 2017. REUTERS/Aly Song/File Photo GLOBAL BUSINESS WEEK AHEAD SEARCH GLOBAL BUSINESS 29 JAN FOR ALL IMAGES

PT BESTPROFIT Raksasa e-commerce Alibaba Group Holding Ltd sedang mengerjakan sebuah rencana untuk membuat daftar di bursa saham di negara asalnya, China. Mengutip Wall Street Journal, Kamis, Alibaba sedang mengevaluasi cara yang tepat supaya sahamnya bisa tercatat dan diperdagangkan oleh investor di daratan China.

Aksi penawaran perdana atau initial public offering (IPO) bisa segera terwujud di musim panas nanti atau medio Juli, jika peraturan sekuritas negara diubah untuk memungkinkan perusahaan asing terdaftar. Meski sebagian besar bisnis Alibaba berada di China, perusahaan e-commerce ini tercatat justru di New York Stovck Exchange (NYSE).

Hukum China memang telah lama melarang perusahaan yang terdaftar di luar negeri untuk menjual saham secara langsung kepada investor lokal. China juga saat ini melarang perusahaan dengan saham yang memiliki hak suara berbeda untuk melantai di Shanghai. BEST PROFIT

Sementara, Alibaba memiliki struktur kepemilikan yang kompleks yang memberi pendirinya dan sekelompok kecil eksekutif kontrol lebih besar atas perusahaan daripada pemegang saham lain. Alibaba pertama kali IPO pada pada tahun 2014 dengan nilai U$ 25 miliar di NYSE. Saat itu, Alibaba merupakan IPO terbesar di dunia.

Sejak tercatat di NYSE, saham Alibaba telah naik 86%. Kenaikan ini tidak ikut dirasakan oleh investor ritel China. Perusahaan sekarang memiliki kapitalisasi pasar sekitar $ 493 miliar dan merupakan salah satu perusahaan teknologi paling berharga di dunia.

Dalam beberapa bulan terakhir, regulator sekuritas China telah menghubungi beberapa bank investasi untuk membahas cara-cara untuk mengizinkan perusahaan perusahaan yang terdaftar di luar negeri untuk menerbitkan sekuritas di China.

Liu Shiyu, ketua regulator sekuritas China, baru-baru ini mengkonfirmasi bahwa pemerintah telah berupaya mendorong perusahaan China di luar negeri agar mau masuk ke Shanghai Stock Exchange (SSE). Liu menyayangkan jika investor ritel China tidak bisa turut merasakan keuntungan dari perdagangan saham perusahaan-perusahaan yang justru bisnisnya banyak berasal dari konsumen China. BESTPROFIT

Ia mencontohkan kenaikan harga saham Alibaba yang luar biasa sejak IPO 2014 silam yang tidak bisa dinikmati oleh investor ritel China. “Hal ini tidak boleh terjadi lagi dan anda semua akan melihat perubahan yang signifikan. Lebih cepat dari yang Anda bayangkan,” ungkap Liu, dilansir dari The¬†Wall Street Journal.

Perusahaan teknologi lain yang sedang mempertimbangkan listing di China maupun di luar negeri adalah pembuat smartphone Xiaomi Corp. Produsen ponsel dan gadget ini berencana untuk mengumpulkan setidaknya U$ 10 miliar dalam IPO akhir tahun ini. Sebelumnya Xiaomi memilih Hong Kong sebagai tempat listing utamanya. Kini Xiaomi juga mempertimbangkan untuk melakukan IPO di dua tempat dalam waktu yang bersamaan.

VW amankan suplai baterai senilai 20 miliar euro

View of an emblem on a Volkswagen I.D. Buzz electric concept vehicle being displayed during the North American International Auto Show in Detroit, Michigan, U.S., January 10, 2017. REUTERS/Mark Blinch

PT BESTPROFIT Volkswagen (VW) meneken kesepakatan senilai 20 miliar euro atau setara dengan US$ 25 miliar dengan beberapa produsen baterai, yakni Samsung SDI Co., LG Chem Ltd. dan Contemporary Amperex Technology Ltd.

Mengutip Bloombrg, Selasa, langkah VW ini dikatakan sebagai langkah menantang pabrikan mobil listrik asal Amerika Serikat (AS), yang sedang mengalami masalah produksi mobil terbarunya karena suplai baterai mobil listrik.

VW akan membekali 16 pabrik miliknya di seluruh dunia untuk memproduksi kendaraan listrik hingga tahun 2022. Saat ini, fasilitas pabrik VW yang memproduksi mobil listrik hanya ada tiga. Targetnya, VW akan mampu membuat 3 juta mobil listrik hingga 2025. BEST PROFIT

Chief Executive Officer (CEO) VW, Matthias Mueller mengatakan, tahun depan VW dengan 12 merek yang berada di bawah naungannya akan meluncurkan mobil listrik baru setidaknya sekali sebulan. Begitulah cara kami menghadirkan armada mobil listrik terbesar di dunia,” ujarnya, dilansir dari Bloomberg.

Saat ini, VW menggawangi 12 merek mulai dari merek, yang pertama tentu saja VW. Merek-merek lain yang sudah memiliki reputasi mentereng seperti, Porsche, Bentley, Audi, Bugatti, Lamborghini, Scania, Ducati dan Audi. Kemudian ada pula merek seperti VW Commercial Vehicle, MAN dan Seat. BESTPROFIT

1 3 4 5 6 7 789