Tips Berbisnis Cokelat Monggo

tips bisnis

BEST PROFIT FUTURES – Jika Anda berkunjung ke Yogyakarta, Anda akan menemukan produk oleh-oleh berupa jajanan manis yang sangat terkenal, Cokelat Monggo. Cokelat dengan citarasa Jawa dan Eropa ini memang diprakarsai oleh orang Swiss, namun nuansa budaya Jawa yang kental dalam produknya membuat banyak orang mengira cokelat ini juga diprakarsai orang Jawa. Harga rata-rata produk cokelat ini rata-rata memang lebih mahal daripada cokelat yang banyak beredar di pasaran, namun mengapa produk ini sangat laris? Berikut beberapa tips bisnis yang bisa Anda tiru dari bisnis cokelat laris ini.

(more…)

70% Investasi IT di Indonesia Masih Dikuasai Asing

www.simplethriftyliving.comJakarta -Nilai bisnis sektor telekomunikasi dan informatika (IT) di Indonesia sangat besar. Perputaran bisnisnya pun mencapai ratusan triliun rupiah per tahun. Sayangnya, bisnis ini masih dikuasai asing.

“Bisnis IT di Indonesia itu besar mencapai Rp 400 triliun lebih per tahun,” ungkap Menteri Telekomunikasi dan Informasi Tifatul Sembiring dalam sambutan di acara Indonesia Digital Society Award di Mall Kota Kasablanka, Jakarta, Kamis (8/5/2014).

Tifatul mencontohkan, pelanggan Telkomsel saja mencapai 131 juta pelanggan. Bila 1 pelanggannya menghabiskan/membelanjakan pulsa Rp 1 juta/tahun, nilainya mencapai Rp 131 triliun/tahun.

“Itu baru 1 operator, bayangkan berapa banyak operator di Indonesia, belum lagi bisnis TV digital, iklan televisi sangat besar sekali,” ucapnya.

Namun Tifatul menyayangkan, total belanja investasi (capital expenditur/Capex) perusahaan IT di Indonesia saat ini masih sebagian besar dikuasasi asing.

“Capex perusahaan IT di Indonesia sayangnya 70% masih dikuasai asing, makanya saat ini bagaimana caranya agar menarik porsi tersebut menjadi milik kita, supaya kita tidak hanya jadi obyek tapi juga pelaku,” tutup Tifatul.

Diperkirakan IHSG Cenderung Melemah

05Jakarta -Mixednya bursa dunia belum dapat memberikan dukungan. IHSG turun tipis setelah gagal kembali menguat kemarin. Namun, masih rendahnya minat jual asing dapat menghambat peluang negatif. Maka, kami memperkirakan IHSG akan bergerak cenderung melemah hari ini.

Makro ekonomi

Rapat Dewan Gubernur Bank Indonesia memutuskan mempertahankan BI Rate pada level 7.5% sebagai langkah untuk meredam gejolak inflasi serta memperbaiki neraca transaksi berjalan. BI juga menurunkan proyeksi pertumbuhan ekonomi Indonesia (GDP growth) menjadi 5.1% hingga 5.5% dari proyeksi sebelumnya 5.5% hingga 5.9%. Pada awal tahun ini BI memperkirakan GDP growth Indonesia dapat mencapai 5.9% hingga 6.2%. Proyeksi terakhir BI mendekati perkiraan pesimis Bank Dunia sebesar 5.3% dan Dana Moneter Internasional sebesar 5.5%. Revisi pertumbuhan ekonomi dipicu oleh penurunan realisasi ekspor riil pada 1Q 2014 serta kondisi permintaan pasar dunia, harga komoditas, dan UU Minerba.

ISAT – Kinerja 1Q 2014

PT Indosat (ISAT) membukukan laba bersih sebesar Rp 800.1 Miliar pada 1Q 2014 Vs rugi bersih Rp 71.1 Miliar pada 1Q 2013 kendati pendapatan tercatat stagnan pada Rp 5.8 Triliun. Naiknya kinerja didukung oleh pencatatan laba atas penjualan investasi sebesar Rp 413.7 Miliar, atas penjualan 5% saham PT Tower Bersama Infrastructure (TBIG) senilai Rp 1.39 Triliun.

LPCK – Target marketing sales

PT Lippo Cikarang (LPCK) menganggarkan belanja modal senilai Rp 600 Miliar pada 2014 yang dialokasikan untuk mengembangkan sejumlah proyek. LPCK menargetkan marketing sales untuk tahun ini senilai Rp 2 Triliun dibandingkan Rp 1.7 Triliun pada akhir tahun lalu. Estimasi Sebanyak Rp 130 Miliar dikontribusi oleh penjualan kawasan industri sedangkan Rp 170 Miliar dari penjualan lahan komersial. Kontribusi terbesar berasal dari penjualan residensial yang diperkirakan mencapai Rp 1.7 Triliun atau 85% dari total marketing sales. Pada tahun ini, LPCK akan meluncurkan 11 proyek properti yang meliputi apartemen, perumahan premium serta kawasan industri.

TINS – Kepemilikan 40% saham di tambang timah eks Koba Tin

PT Timah (TINS) bersama Pemerintah Daerah Kabupaten Bangka Tengah, Kabupaten Bangka Selatan, dan Provinsi Bangka Belintung akhirnya mencapai kesepakatan terkait porsi kepemilikan saham untuk mengelola areal tambang timah eks Koba Tin. TINS mendapatkan 40% saham dan perusahaan bentukan beberapa daerah, PT Timah Bemban Babel memiliki 60% saham. Areal tambang timah eks PT Koba Tin seluas 41,344.26 Ha di Bangka Belitung.

TOWR – Ekspansi menara

PT Sarana Menara Nusantara (TOWR) menganggarkan dana Rp 1.5 Triliun-Rp 2 Triliun untuk membangun 1,500-2,000 menara pada tahun ini. Pada tahun lalu, TOWR memiliki menara sebanyak 9,746 menara. Apabila rencana tersebut terealisasikan maka jumlah menara BTS TOWR akan sekitar 11,246-11,746 menara. TOWR akan menggunakan kas internal untuk membiayai ekspansi tersebut. Dikarenakan permintaan menara masih tinggi di area Jawa maka pembangunan menara masih akan difokuskan di Jawa.

1 766 767 768 769 770 790