Pasar Saham Asia Dibuka Bervariasi

IHSG1Bestprofit Pekanbaru – Pasar saham Asia mengawali perdagangan hari ini dengan gerakan beragam setelah sebagian besar saham di Amerika Serikat berakhir melemah. Volume perdagangan diperkirakan tetap ringan terkait pasar saham Korea Selatan dan Hong Kong masih tutup untuk perayaan Festival Pertengahan Musim Gugur.

Seperti diberitakan CNBC, Selasa 9 September 2014, Wall Street ditutup mixed pada Senin dengan produsen energi mengalami kerugian atas dampak penurunan harga minyak ke level terendah dalam beberapa bulan terakhir.

Indeks S&P 500 turun 0,3 persen, karena investor mempertanyakan apakah indeks menuju ajalnya setelah membukukan kenaikan lima pekan berturut-turut dan mencapai rekor tertinggi baru pada pekan lalu. Indeks Dow Jones Industrial Average merosot 0,2 persen, sedangkan indeks Nasdaq naik 0,2 persen.

Di Eropa, Uni Eropa secara resmi mengadopsi paket sanksi baru terhadap Rusia pada Senin kemarin. Namun, waktu pemberlakuan sanksi itu akan ditunda untuk memberi kesempatan dalam menilai apakah gencatan senjata di Ukraina dapat berjalan.

Indeks Nikkei di bursa Tokyo pagi ini reli 0,5 persen. Indeks acuan pasar saham Jepang ini mengawali perdagangan dengan start yang kuat, didukung oleh pelemahan nilai tukar yen terhadap dolar AS.

Saham eksportir berada di antara top gainers. Antara lain Honda Motor dan Nissan Motor naik hampir 1 persen, sedangkan Toyota Motor naik 0,5 persen.

Saham SoftBank reli 2 persen di tengah isu pemberitaan penawaran umum perdana Alibaba yang sangat diantisipasi di AS. Perusahaan Jepang merupakan pemegang saham utama raksasa e-commerce di Tiongkok.

Dirilis pada awal perdagangan, risalah dari pertemuan bank sentral untuk bulan Agustus mengungkapkan bahwa beberapa pembuat kebijakan percaya ekspor Jepang bisa melambat untuk merespons perkembangan ekonomi luar negeri, karena perubahan struktural, seperti pergeseran produksi di luar negeri.

Sementara itu, indeks S&P ASX 200 di bursa Sydney cenderung datar. Indeks patokan pasar saham Australia ini hanya sedikit bergerak dari posisi penutupan Senin kemarin.

Saham penambang berada dalam sorotan di pasar setelah harga bijih besi turun ke posisi terendahnya dalam kurun lima tahun terakhir. Saham Fortescue Metals turun hampir 2 persen, sedangkan saham Rio Tinto dan BHP Billiton masing-masing turun 0,4 persen.

Comments are closed.