Pasar valas masih fokus ke the Fed

Bestprofit-futures : JAKARTA. Nilai tukar rupiah versus dollar Amerika Serikat (AS) pada hari ini diprediksi akan kembali melemah. Di pasar spot, rupiah terdepresiasi 0,08% dibandingkan akhir pekan lalu menjadi 14.333. Sedangkan kurs tengah rupiah di Bank Indonesia (BI) melemah 0,11% menjadi 14.322.

Dua pegawai menghitung uang di Cash Centre Bank BNI, Jakarta, Rabu (8/7). Bank BNI menyiapkan uang tunai sebanyak Rp.60 triliun atau naik 10 persen dari tahun lalu guna memenuhi kebutuhan uang tunai nasabah untuk keperluan Lebaran. ANTARA FOTO/Wahyu Putro A/Koz/ama/15.

 

 

 

 

 

 

 

Kepala Riset NH Korinco Securities Indonesia Reza Priyambada memperkirakan, rupiah hari ini akan bergerak di 14.315-14.330. Menurutnya, sejumlah sentimen negatif masih membayangi pergerakan rupiah. Di tengah pelemahan harga minyak, dollar AS semakin kuat.

Selain itu, belum adanya kejelasan hasil rapat bank sentral Amerika Serikat, The Fed membuat pasar volatil. Nilai tukar rupiah pun turut tertekan. Sementara Rully Arya Wisnubroto, Analis Pasar Uang Bank Mandiri memprediksikan rupiah bergerak di kisaran 14.306-14.360. Ia menilai, sentimen dari luar negeri masih mendominasi, terutama karena pelaku pasar masih mengantisipasi pengumuman hasil rapat The Fed pada tanggal 16-17 September. Dari dalam negeri kami berharap data neraca perdagangan masih positif sehingga menopang laju rupiah.

 

Sumber : http://investasi.kontan.co.id/news/pasar-valas-masih-fokus-ke-the-fed

Comments are closed.