Pelemahan dollar AS hanya sesaat

BESTPROFIT PEKANBARU – Mata uang Amerika Serikat (AS) melemah terhadap beberapa mata uang utama lain. Ini karena faktor eksternal, yakni produk domestik bruto (PDB) Zona Euro diproyeksikan meningkat dari 0,1% menjadi 0,3%.

bestprofit pekanbaru

bestprofit pekanbaru

Mengutip Bloomberg pada Jumat (14/11), pasangan EUR/USD naik 0,38% dibandingkan hari sebelumnya menjadi 1,2525. Pairing AUD/USD juga ikut naik di 0,31% ke 0,8750. Tapi pada pasangan GBP/USD justru menurun 0,26% ke 1,5669.

Para analis menilai, melemahnya dollar AS karena faktor eksternal dan bersifat sementara. Pasalnya fundamental dollar AS masih kuat. Terlebih, The Fed berencana menaikkan suku bunga acuan.

Analis SoeGee Futures Alwy Assegaf mengatakan, proyeksi PDB Eropa yang menguat menjadi faktor penggerus dollar AS. Namun sejatinya, euro masih akan melemah lantaran Eropa akan meluncurkan stimulus dan memangkas suku bunga. “Pidato para pejabat G20 juga akan mempengaruhi pergerakan pasangan EUR/USD,” terang Alwy.

Menurut dia, potensi dollar AS untuk menguat masih sangat besar. Maklum, data-data ekonomi AS yang positif serta rencana kenaikan suku bunga The Fed menjadi faktor pendorong yang kuat bagi dollar AS. Tapi kondisi pasangan GBP/USD lain lagi.

Menurut Analis Monex Investindo Futures Ariston Tjendra, menguatnya dollar AS pada pasangan GBP/USD karena laporan inflasi oleh Gubernur Bank Sentral Inggris (BoE) menyebutkan turun di bawah 1% pada tahun ini.

“BOE juga akan menunda menaikkan suku bunga tahun depan membuat,” kata Ariston. Padahal penjualan ritel AS justru membaik menjadi 0,3% dari prediksi 0,2%. Pada pairing AUD/USD, Analis Equilibrium Komoditi Berjangka, Ibrahim bilang, menguatnya dollar Australia hanya sementara. Dia menilai, ini sekedar memberi kesempatan kepada pelaku pasar untuk membeli. Namun, dia yakin, sepekan ke depan tren bearish masih mewarnai dollar Australia.

Sumber : Kontan.co.id

Comments are closed.