Pemerintah Gandeng Pengusaha Pilih Pelatihan Kartu Prakerja

Manajemen Pelaksana (PMO) Program Kartu Prakerja bakal bekerja sama dengan pelaku usaha melalui asosiasi pengusaha untuk menentukan keterampilan seperti apa yang sedang dibutuhkan oleh industri. Hal ini dilakukan agar pelatihan yang diberikan dalam Program Kartu Prakerja bisa sesuai dengan kebutuhan di lapangan.

Direktur Komunikasi Manajemen Pelaksana Program Kartu Prakerja Panji Winanteya Ruky kerja sama itu kemungkinan besar akan dilakukan setelah kasus penyebaran virus corona ini berakhir. Sebab, saat ini fokusnya masih berbentuk penyaluran bantuan tunai.

“Jadi kami ada rencana-rencana kerja sama kemudian akan disesuaikan dengan tawaran lembaga pelatihan. Kami akan lakukan itu setelah pembatasan sosial berakhir dan ekonomi kembali normal,” ucap Panji dalam video conference, Senin (27/4).

Ia bilang pihaknya akan fokus pada penyaluran tenaga kerja setelah penyebaran virus corona di Indonesia mulai berkurang. Dengan demikian, ada hasil nyata dari pelatihan yang dilakukan oleh peserta Program Kartu Prakerja.

“Ke depan kami bangun kerja sama strategis untuk menyerap peserta Program Kartu Prakerja,” jelas Panji.

Sementara itu, Panji menyatakan setiap peserta dapat mengambil pelatihan lewat platform digital yang bekerja sama dengan pemerintah. Platform itu adalah Tokopedia, Ruangguru, Mau Belajar Apa, Bukalapak, Pintaria, Sekolahmu, Pijar Mahir, dan pelatihan.kemnaker.go.id.

Pemerintah akan memberikan total insentif bantuan pelatihan sebesar Rp3,55 juta.

insentif pasca pelatihan Rp600 ribu per bulan selama empat bulan, dan insentif survei sebesar Rp50 ribu untuk tiga kali.

Saat ini, total peserta yang sudah bisa memulai pelatihan sebanyak 168.111 orang. Mereka adalah peserta yang lolos gelombang pertama.

Pemerintah sejauh ini belum mengumumkan kembali total peserta yang lolos pada gelombang kedua. Hal yang pasti, total pendaftar Program Kartu Prakerja sudah tembus lebih dari 8 juta orang.

Comments are closed.