Peneliti AS dan China Kembangkan Robot Kecoak ‘Tahan Banting’

Gabungan sejumlah peneliti dari China dan Amerika Serikat menciptakan robot yang diilhami dari seekor kecoak. Para peneliti dari Universitas Tsinghua, Universitas Beihang, dan UC Berkeley merancang robot setelah mereka mengamati kecoak yang ‘tahan banting’ kendati sedang terjepit.

Dalam posisi terjepit, tim peneliti mendapati kecoak tetap berhasil menembus celah-celah yang rapat dan mampu menahan beban berat melebihi massa tubuhnya.

Robot kecoak yang terbuat dari bahan fleksibel ini dialiri listrik. Setiap gerakan dan ketahanan yang relatif cepat dikaitkan dengan struktur piezoelektrik melengkung dengan getaran amplitudo besar.

Gerakan dan ketahanan ini dilakukan untuk membuat perubahan bentuk asoliasi (variasi periodik terhadap waktu dari suatu hasil pengukuran, misal pada ayunan bandul) selama robot bergerak seperti halnya hewan yang sedang berlari.

Mengutip Xinhua, peneliti meletakkan serangkaian bobot dan benda di punggung robot kecoak untuk menghitung seberapa cepat benda itu bergerak di sepanjang penggaris.

Hasilnya, peneliti menemukan robot mampu membawa beban hingga enam kali berat tubuh dengan posisi memanjat lereng pada sudut kemiringan 7,5 derajat.

Tak hanya itu, robot juga bisa menahan berat kaki manusia dewasa sekitar satu juta kali lebih berat dari robot itu sendiri.

Robot kecoak juga bisa menahan berat kaki manusia dewasa yang notabene sekitar satu juta kali lebih berat dari bobot robot itu sendiri.

Pilihan redaksi
http://www.ptbestprofit.com
http://www.ptbestprofitfutures.com
http://www.pt-bestprofit.com

“Robot dibuat dalam skala kecil ini sangat rapuh, jika Anda menginjaknya robot akan hancur. Maka dari itu kami akan memberi bobot pada robot agar lebih berfungsi,” kata Profesor Teknik Mesin Liwei Lin dari UC Berkeley dikutip Scientist Daily.

“Misalnya, jika terjadi gempa bumi sangat sulit bagi mesin atau anjing untuk menemukan kehidupan di bawah puing-puing. Jadi itu sebabnya kita membutuhkan robot berukuran kecil yang gesit dan kuat.”

Comments are closed.