Peneliti Temukan Debu Supernova Berusia 20 Juta Tahun

Peneliti menemukan debu dari supernova di permukaan salju di Antartika. Penemuan ini disebut bisa menjadi bekal mempelajari sejarah tata surya dan sekitarnya.

Supernova terjadi ketika bintang meledak dan menghasilkan awan atau gas dan debu yang diperkaya dengan radioisotop.

Penelitian mencatat sebagian debu dari satu atau lebih bintang jatuh ke Bumi sekitar 20 juta tahun terakhir. Saat ini debut tersebut ditemukan di permukaan salju dari benua yang paling jarang dihuni manusia.

“Saya sangat senang dan gembira benar-benar melihat sesuatu yang melakukan perjalanan miliaran-miliaran kilometer melalui ruang angkasa dan berusia jutaan tahun,” kata seorang astrofisika nuklir yang memimpin penemuan ini, Dominik Koll.

Kepada CNN, Koll mengatakan bahwa para peneliti memuat penemuan tersebut setelah mengirimpak 500 (sekitar 1.100 pon) sampel salju dari Antartika ke fasilitas penelitian di Munich, Jerman.

Daerah terpencil yang jarang dihuni dipilih karena sebagai besar wilayahnya tidak pernah tersentuh manusia.

“Itu adalah material yang paling murni yang dapat Anda temukan,” kata Koll.

Untuk mendeteksi adanya anomali di tata surya, tim peneliti melebur dan mengayak salju. Bahan di dalamnya kemudian dibakar dan diuji menggunakan peralatan yang cukup sensitif.

Sampel yang diuji mencatat salju positif memiliki kandungan iron-60. Jumlah ini lebih tinggi dibandingkan sebagian besar besi yang ada di alams emesta dengan kandungan iron-56.

Peneliti mencatat iron-60 memiliki lebih banyak neutron sehingga tidak stabil terhadap pembusukan radioaktif. Iron-60 tercatat bisa ‘menyambangi’ Bumi hanya melalui ledakan kosmik atau senjata nuklir.

Sementara sumber iron-60 yang paling mungkin yang ditemukan di salju Antartika berasal dari debu bintang.

Mengutip The New York Times, iron-60 telah berada di kerak samudera yang berusia jutaan tahun dan di permukaan bulan. Iron-60 yang berasal dari supernova tidak pernah ditemukan sebelumnya dalam bahan material secara geologis.

Comments are closed.