Perdana Mentri Australia pangkas anggaran atasi defisit negara

asdreports.comBestprofit Pekanbaru – Pemerintahan koalisi pimpinan Perdana Menteri Tony Abbott akhirnya memutuskan untuk memangkas anggaran tahun 2015 hingga separuhnya. Hal itu terungkap dalam pengajuan anggaran keuangan rezim Abbott yang berlangsung Selasa kemarin.

Dilansir Channel News Asia, Kamis 14 Mei 2014, Abbott berpikir langkah itu ditempuh untuk mengurangi angka defisit dari AU$49,9 miliar menjadi AU$29,8 miliar. Dengan begitu, maka diharapkan rencana pemerintah untuk mencapai anggaran surplus di akhir dekade ini dapat terealisasi.

Tapi itu semua harus dibayar mahal karena pemerintah federal memotong anggaran di dua bidang yakni bantuan kesehatan senilai AU$50 miliar dan pendidikan dengan nilai AU$30 miliar. Pemotongan akan dilakukan selama 10 tahun ke depan.

Sementara kantor berita BBC melaporkan, pemotongan anggaran juga berdampak pada hilangnya ribuan lapangan pekerjaan. Secara keseluruhan total 16.500 pekerja dari berbagai sektor publik Australia akan menganggur.

Dalam cetak biru ekonomi Australia, pemerintah koalisi juga berencana menjual beberapa aset, termasuk perusahaan pembuat koin mata uang Negeri Kanguru, Royal Australian Mint. Selain itu, bantuan asing dan program kesejahteraan juga akan berkurang. Beberapa badan pemerintahan akan dibuat lebih ramping.

Salah satu perusahaan yang terkena dampak perampingan adalah stasiun televisi milik Pemerintah Australia, ABC, yang akan kehilangan kontraknya untuk layanan televisi internasional di Asia. Menurut Abbott, ABC tidak mampu membuat anggaran layanan mereka lebih efektif, sehingga tahun ini pemerintah memutus kontrak Australian Network.

Rencana lain yang akan direalisasikan yakni memperpanjang usia pensiun bagi para pekerja menjadi 70 tahun di tahun 2035. Pemerintah beranggapan ini merupakan salah satu cara untuk mengatasi penduduk lansia.

Di sisi lain, pemerintah juga berencana untuk menaikkan tarif pajak.

Sebagai langkah lanjutan awal, mulai tahun keuangan baru tanggal 1 Juli 2014, pemerintah akan memfokuskan anggaran senilai AU$11 miliar pada pembangunan infrastruktur kunci, seperti jalan-jalan, kereta api, dan pembangunan bandara baru di Sydney. Pemerintahan koalisi juga berencana untuk menganggarkan senilai AU$20 miliar pada penelitian medis.

Sementara untuk proses pencarian lanjutan pesawat nahas Malaysia Airlines MH370, Pemerintah Negeri Kanguru telah menganggarkan US$84 juta. Australia merupakan salah satu negara yang memimpin proses pencarian tersebut.

Diharapkan dengan anggaran baru ini, pertumbuhan ekonomi Australia dapat naik hingga 2,5 persen di tahun 2014.

Kebijakan pengajuan anggaran itu tak luput dikritik publik, sebab Abbott dianggap melanggar janji kampanyenya saat pemilihan umum 2013. Saat itu, Abbott mengatakan pemerintahannya akan selalu membela kepentingan publik apabila menyangkut keuangan negara. Namun, dia berkilah, situasi ekonomi Australia yang buruk ini telah dia warisi dari rezim Partai Buruh.

“Anggaran ini bukan bertujuan untuk membuat pemerintah populer. Anggaran ini tentang bagaimana melakukan yang benar untuk negara kita dan itu pada akhirnya yang diinginkan oleh para pemilih,” ujar dia.

Comments are closed.