Pertamina Antisipasi Konsumsi BBM Tol Trans Jawa saat Lebaran

PT Pertamina (Persero) mengantisipasi lonjakan konsumsi Bahan Bakar Minyak (BBM) di jalur tol, terutama di Tol Trans Jawa. Hal itu tak lepas dari hadirnya kondisi baru pada Lebaran 2019.

Kondisi baru yang dimaksud ialah tersambungnya tol dari ujung barat ke ujung timur wilayah Pulau Jawa. Tol sepanjang 920 kilometer (km) itu terbentang dari Merak sampai Probolinggo.

“Kalau tahun kemarin masih ada beberapa titik yang sifatnya pengoperasian sementara, tetapi tahun ini telah terhubung,” ujar SVP Retail Marketing Business Pertamina Jumali dalam konferensi pers di Jakarta, Senin (29/4).

Jumali memperkirakan rata-rata konsumsi harian bensin selama periode puasa dan Lebaran 2019 bakal meningkat sekitar 15,78 persen dibanding kondisi normal.

Estimasi peningkatan kebutuhan tersebut berasal dari proyeksi jumlah pemudik pengguna kendaraan pribadi yang mencapai 10,6 juta unit atau meningkat sekitar 13 persen.

Sebagai pembanding, tahun lalu, peningkatan konsumsi bensin pada periode puasa dan lebaran hanya 10 persen.

Peningkatan konsumsi tersebut tak lepas dari beroperasinya jalur tol baru yang menyambungkan kota-kota di Pulau Jawa.

Untuk mengantisipasi peningkatan tersebut perseroan menambah saluran distribusi BBM di tol Jawa. Selain Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) sebanyak 44 unit di jalur tol Jawa, perseroan juga menyediakan layanan SPBU mobile/modular sebanyak 26 unit. Buffer tank BBM juga disediakan sebanyak 115 unit.

Kemudian, perseroan juga menyediakan kiosk Pertamax Kemasan sebanyak 43 unit yang berada di lokasi yang sempit dan sulit terjaga keamanannya seperti kantong parkir.

Selanjutnya, perseroan juga menyediakan layanan motor sebanyak 200 unit untuk mengantarkan BBM kemasan di saat kondisi jalanan macet.

Sama seperti tahun lalu, tahun ini Pertamina juga menyediakan BBM kemasan jenis Pertamax dan Pertamina Dex dalam kemasan 5 dan 10 liter. Sementara, untuk Premium kemungkinan tidak dijual dalam kemasan mengingat tahun lalu permintaannya minim. Kendati demikian, perseroan siap menyesuaikan.

Terkait pasokan BBM kemasan, perseroan siap memasok sesuai kebutuhan. Sebagai catatan, penjualan BBM kemasan tahun lalu lalu ada di kisaran 10 ribu kl.

Selain di jalur tol Jawa, perseroan juga menjaga pasokan BBM di jalur tol Sumatera yaitu jalur Bakauheni – Terbanggi Besar, Pematang Kayu Agung – Palembang, dan Medan – Tebang Tinggi. Dengan rincian, SPBU 4 unit, kiosk Pertamina Kemasan 13 unit, motor kemasan BBM 20 unit, dan Serambi 2 unit.

Comments are closed.