Pertumbuhan Bursa RI Salip Malaysia, Singapura, dan Thailand di Q1

Jakarta -Pertumbuhan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di triwulan I-2014 mencapai level 4.768,28 atau naik 11,6% (qtq) dibandingkan dengan periode sebelumnya yang sebesar 4.274,18. Kinerja ini pun lebih baik dibandingkan dengan bursa saham Malaysia, Singapura, Thailand dan Filipina.

Demikianlah laporan perkembangan ekonomi dari Bank Indonesia (BI) yang dikutip detikFinance, Jumat (16/5/2014)

Kondisi tersebut tak lepas dari pengaruh pengaruh perilaku investor asing. Selama triwulan I-2014, investor asing membukukan beli bersih (net buy) lebih besar dibandingkan triwulan sebelumnya seiring dengan positifnya kondisi global dan optimisme investor terhadap perekonomian domestik.

Tercatat net beli sebesar Rp 24,62 triliun, lebih tinggi dibandingkan triwulan IV-2014 yang mengalami net beli sebesar Rp 11,11 triliun. Sampai dengan triwulan I-2014 posisi kepemilikan saham oleh non residen sebesar 64% dan lokal sebesar 36%.

Perkembangan April 2014 menunjukkan penguatan di bursa saham masih berlanjut. Pada April 2014, IHSG mengalami peningkatan sebesar 1,5% menjadi sebesar 4.840,15 dibandingkan bulan Maret 2014 yang sebesar 4.768,28.

Investor asing masih melanjutkan tren positif bulan-bulan sebelumnya dengan membukukan net beli sebesar Rp8,67 triliun. Penguatan IHSG tersebut lebih tinggi daripada yang terjadi di bursa saham Vietnam dan Malaysia.

Sektor pertambangan mengalami penguatan terbesar dengan naik 7,0% diikuti sektor pertanian yang menguat 6,2%. Sektor lainnya menguat di kisaran 1,5-2,9% kecuali sektor industri dasar, aneka industri dan properti yang mengalami pelemahan.

Comments are closed.