Pound Menguat Pada Dolar Di Akhir Perdagangan Kamis

PoundsterlingBestprofit Pekanbaru – Pound menguat terhadap Dolar AS pada saat penutupan perdagangan hari Kamis, ketika Bank Sentral AS berencana akan menaikan tingkat suku bunga, dimana suku bunga di Inggirs cenderung meningkat lebih cepat dari AS.

Pasangan mata uang GBP/USD melesat hingga di level $1,7038 dari sesi sebelumnya di level $1,6991 di akhir perdagangan hari Rabu, mencapai level $1,700 untuk pertama kalinya sejak Oktober 2008, menurut FactSet.

Suku bunga yang lebih tinggi cenderung untuk meningkatkan mata uang suatu negara, karena investor asing dipaksa untuk membeli mata uang lokal untuk meraup aset berimbal hasil lebih tinggi.

Janet Yellen mengatakan di hari Rabu, menekankan bahwa tidak ada rumus khusus ketika suku bunga AS dapat meningkat. Komentarnya muncul dalam konferensi pers setelah The Fed memutuskan untuk mengurangi pembelian obligasi bulanan sebesar $10 miliar.

Sebaliknya, Gubernur BoE Mark Carney mengejutkan pasar pada minggu lalu ketika dia mengatakan akan mengetatkan kebijakan lebih cepat dari pasar harapkan.

Di hari Kamis, Presiden Barack Obama mengatakan bahwa AS akan mengambil tindakan militer yang di targetkan di Irak jika diperlukan dan AS akan mengirimkan 300 penasihat militer ke negara itu. Obama juga menegaskan, bahwa bagaimana pun pasukan AS tidak akan kembali untuk memerangi negara ini.

Pasangan mata uang USD/JPY diperdagangkan di level ¥101,96 dibandingkan dengan sesi sebelumnya di level ¥101,92 pada Rabu malam, EUR/USD menguat tipis di level $1,3604 dari sesi sebelumnya di level $1,3594.

Indeks Dollar yang mengukur kekuatan greenback terhadap mata uang utama lainnya beringsut turun di level 80,327 dari sesi sebelumnya di level 80,380 akhir Rabu.

Comments are closed.