Poundsterling-Dollar Masih Tergantung Hasil Referendum

poundsBestprofit Pekanbaru – Nilai tukar poundsterling pada perdagangan hari ini terpantau bergerak terbatas dan cukup santai terhadap dollar AS (18/9). Poundsterling Inggris kemarin sempat mengalami peningkatan signifikan dan mencapai posisi paling tinggi sejak tanggal 4 September yang lalu. Hari ini poundsterling harap-harap cemas jelang pelaksanaan referendum di Skotlandia.

Pergerakan poundsterling pada perdagangan kemarin sempat bersemangat karena polling terbaru menunjukkan bahwa rakyat Skotlandia masih ingin bergabung dengan Kerajaan Inggris alih-alih menjadi negara berdaulat sendiri. Akan tetapi jelang pelaksanaan referendum hari ini para pelaku pasar malah kembali dilanda rasa was-was.

Terhambatnya pola pergerakan menguat poundsterling juga terjadi akibat kenaikan nilai tukar dollar AS setelah pengumuman hasil rapat FOMC Fed. Yellen memutuskan untuk kembali menurunkan program pembelian obligasi bulanan sebesar 10 miliar dollar menjadi tinggal 15 miliar dollar. Dikatakan pula bahwa program QE tersebut akan berakhir di bulan Oktober mendatang.

Hari ini nilai tukar poundsterling berada pada posisi 1.6268 dollar AS. Poundsterling mengalami penurunan tipis saja terhadap dollar AS dibandingkan dengan penutupan perdagangan dini hari tadi yang berada di posisi 1.6275 dollar. Kemarin poundsterling sempat menguat hingga mencapai posisi 1.6359, tertinggi dalam 13 hari terakhir.

Analis  memperkirakan bahwa pergerakan nilai tukar poundsterling terhadap dollar AS pada perdagangan hari ini akan dipengaruhi oleh hasil pelaksanaan referendum Skotlandia. Jika Skotlandia memutuskan untuk tetap bergabung dengan Inggris, poundsterling bisa menguat hingga mencapai level 1.6470 dollar AS, tertinggi sejak tanggal 3 September yang lalu.

Comments are closed.