Profil Erika Retnowati, Srikandi Pertama Pemimpin BPH Migas

Erika Retnowati resmi menduduki jabatan Kepala Badan Pengatur Hilir Minyak dan Gas Bumi (BPH Migas) periode 2021-2025. Ia menggantikan pimpinan terdahulu, M Fanshurullah Asa yang pensiun.

Peresmian jabatan Erika digelar di Rapat Paripurna DPR yang digelar hari ini, Kamis (15/7). Ketua Komisi VII Sugeng Suparwoto mengungkap Erika terpilih berdasarkan hasil musyawarah dan mufakat setelah uji kelayakan dan kepatuhan.

“Berdasarkan UU 22 tahun 2021 disepakati sembilan orang calon ketua dan anggota Komite BPH Migas 2021-2025. Pertama, Erika Retnowati beliau sebagai Ketua merangkap anggota,” ungkap Sugeng.

Terpilihnya Erika menjadi Kepala BPH Migas menorehkan sejarah baru. Sebab, ia merupakan perempuan pertama yang menduduki jabatan tersebut.

Selain menorehkan sejarah, Erika boleh dibilang juga mengalami loncatan karir, di mana sebelumnya ia merupakan Kepala Biro Keuangan di Kementerian ESDM. Jabatan itu dipegangnya sejak 2015.

Sebelum bertandang ke Kementerian ESDM, perempuan kelahiran Mataran, 20 Juli 1963 itu meniti karir di Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP). Tercatat, beberapa jabatan pernah diembannya.
Lihat Juga :
Mengintip APBD Jabar Hingga Ridwan Kamil Tak Bisa Beri Bansos

Mulai dari deputi pengawasan pada 1985-1988, lalu deputi pengawasan BUMN dan BUMD pada 1992-2001, hingga deputi pengawasan instansi pemerintah bidang perekonomian pada 2000-2015.

Sementara dari sisi pendidikan, ia memiliki gelar Diploma IV dari PKN STAN. Kemudian melanjutkan pendidikan S2 di Universitas Indonesia (UI) melalui jurusan kekhususan Administrasi dan Kebijakan Perpajakan.

Comments are closed.