Berkat S&P, pasar obligasi kian ramai

Aktivitas penjualan saham dan surat berharga lainnya seperti obligasi negara ritell seri 013 di Mandiri Sekuritas, Jakarta, Kamis (6/10). ORI 013 diserbu investor ritel, buktinya sejak dibuka masa penawaran 19 September 2016 lalu pemerintah telah menerima pemesanan hingga 29% dari total target sebesar Rp 20 triliun. Pemesanan ORI 013 masih dibuka hingga 20 Oktober 2016. KONTAN/Cheppy A. Muchlis/06/10/2016

 

PT Bestprofit | Berkat S&P, pasar obligasi kian ramai

 

PT Bestprofit – JAKARTA. Berkat kenaikan peringkat utang Indonesia dari lembaga pemeringkat utang internasional Standard & Poors (S&P), penerbitan obligasi korporasi diprediksi akan semakin ramai. Analis memprediksi total penerbitan surat utang korporasi tahun ini akan melebihi realisasi penerbitan tahun lalu.

Merujuk catatan Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI) pada 23 Mei 2017, ada dua perusahaan yang tengah bersiap menerbitkan obligasi korporasi. Misalnya PT Oto Multiartha berencana menerbitkan surat utang senilai Rp 1 triliun. Lalu PT Indofood Sukses Makmur Tbk berencana menerbitkan obligasi VIII senilai Rp 2 triliun.

Analis Indonesia Bond Pricing Agency (IBPA) Lili Indarli berpendapat, ramainya penerbitan obligasi korporasi sejalan dengan kenaikan rating Indonesia oleh S&P dan tren surat berharga negara (SBN) yang bullish. Lili mencontohkan, sejak 19 Mei sampai 23 Mei 2017, yield SBN pada seluruh tenor satu tahun dan 30 tahun telah turun 3,49 basis poin (bps).

Yield SBN tenor 5 tahun juga turun 4,96 bps ke level 6,78% dan tenor 10 tahun turun 4,23 bps ke level 7,16%. Tren bullish pada SBN biasanya akan diikuti pula oleh penurunan yield obligasi korporasi, sehingga memicu pasar obligasi korporasi kian semarak, ungkap Lili, Rabu (24/5).

Namun I Made Adi Saputra, Analis Fixed Income MNC Securities, melihat, imbas kenaikan rating S&P ke obligasi korporasi tidak akan sebesar imbas ke pasar obligasi pemerintah. Maklum, kepemilikan asing di obligasi korporasi hanya 7%. Padahal yang bisa menurunkan yield dan menaikkan harga secara signifikan adalah investor asing yang ada di dalamnya, ujarnya.

Tapi meskipun tidak berpengaruh signifikan, kenaikan rating dari S&P menjadi investment grade turut mendongkrak citra positif. “Sehingga menambah kepercayaan investor untuk masuk ke instrumen ini,” ujar Senior Research & Investment Analyst Pasar Dana Beben Feri Wibowo.

Hingga akhir tahun ini, Beben memprediksi, kupon obligasi korporasi tenor satu tahun dengan rating A- sampai AAA sekitar 7%-7,5%. Lalu tenor tiga tahun dengan rating yang sama 7,5%-8% dan tenor lima sekitar 9%.

PT Bestprofit

Comments are closed.