Bursa Asia diramal menguat akibat pengaruh The Fed

FILE PHOTO : People are seen behind an electronic board showing stock prices after the New Year opening ceremony at the Tokyo Stock Exchange (TSE), held to wish for the success of Japan's stock market, in Tokyo, Japan, January 4, 2017. REUTERS/Kim Kyung-Hoon/File Photo

 

PT Bestprofit | Bursa Asia diramal menguat akibat pengaruh The Fed

 

PT Bestprofit – JAKARTA. Indeks bursa Asia hari ini bakal berbalik menguat. Testimoni Gubernur Bank Sentral Amerika Serikat atau The Fed di hadapan kongres sudah selesai. Selain itu kinerja emiten-emiten Asia juga mulai keluar.

Analis Binaartha Parama Sekuritas Reza Priyambada bilang kemarin sejumlah indeks saham Asia cenderung tertekan. Hal ini disebabkan pelaku pasar menunggu penyampaian pernyataan The Fed sebelum kongres AS. “Hasil testimoni The Fed dan kspektasi kinerja emiten-emiten Asia yang diharapkan dapat menjadi sentimen positif di bursa saham Asia pagi in.

Pasca The Fed menyampaikan testimoninya di hadapan Kongres, laju sejumlah indeks saham Eropa kembali bergerak di teritori positif. Yellen mengatakan bahwa kenaikan suku bunga akan bertahap.

Dalam pertemuan dengan Kongres AS, Yellen mengetakan bahwa pihaknya masih mengamati data inflasi sebelum kembali menaikkan suku bunga. Selain kabar ini, pasar saham Eropa pun terkerek harga minyak yang masih melaju kencang.

Jaringan pub JD Wetherspoon mencatat kenaikan penjualan 5,3% pada kuartal kedua. Produsen fesyen Burberry pun mencetak pertumbuhan pendapatan hingga 3%, diiringi kenaikan harga saham hingga 3% pula.

Indeks Pan-European Stoxx600 naik 1,52% dengan dukungan saham-saham migas seiring menguatnya harga minyak mentah dunia. Kenaikan harga minyak terjadi setelah data pemerintah AS menunjukkan stok minyak mentahnya merosot lebih dari yang diperkirakan, ini karena impor turun dan pengebor terus memompa lebih banyak.

Testimoni The Fed tentunya juga mempengaruhi pergerakan indeks saham Amerika Serikat yang melaju positif. Janet Yellen mengatakan, Bank Sentral kemungkinan akan mulai mengurangi portofolio sebesar US$ 4,5 triliun pada akhir tahun ini.

PT Bestprofit

Best Profit

Comments are closed.