Daya beli susut, bagaimana saham ritel

Pemasangan lampu phillips di mall pluit village, gambar dari communication manager phillips lea kartika Phillips Lighting Indonesia Kerjasama dengan Lippo Mall. Foto: KONTAN/Jane Aprilyani

 

PT Bestprofit | Daya beli susut, bagaimana saham ritel

 

PT Bestprofit – JAKARTA. Kinerja emiten sektor ritel tahun ini cenderung melemah. Penyerapan tenaga kerja yang melempem membuat daya beli masyarakat melemah lalu menekan penjualan industri ritel. Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) mencatat, hanya 345.243 orang yang diserap sebagai tenaga kerja pada kuartal II 2017.

Jumlah ini menurun dari periode yang sama di 2016 dengan penyerapan tenaga kerja mencapai 354.739 orang. Padahal, realisasi penanaman modal pada kuartal kedua lalu naik 12,7% dibandingkan dengan masa yang sama tahun lalu.Secara umum, menurut Arnold Sampeliling, Analis NH Korindo, kinerja emiten sektor ritel agak melemah lantaran penyerapan tenaga kerja menurun.

Jumlah penduduk yang sudah lulus sekolah tapi tidak terserap sebagai tenaga kerja semakin banyak. Mereka pun tidak memiliki penghasilan sehingga tak bisa menunjang daya beli. Emiten sektor ritel sebenarnya berharap mendapat tambahan penjualan saat momentum Lebaran lalu. Tapi, lonjakan penjualan yang terjadi tidak sesuai ekspektasi. Masa Lebaran tahun ini beriringan dekat masa tahun ajaran baru.

Meningkatnya kebutuhan konsumsi yang bersamaan ini menahan belanja masyarakat,” ungkap Arnold. Selain itu, Arnold menyebutkan, penyebab penurunan kinerja sektor ritel adalah cara belanja masyarakat yang kini bergeser, dari belanja bulanan dalam partai besar ke belanja ketika memang butuh atau seperlunya saja. “Pola gaya hidup bergeser, hipermarket tergerus dengan minimarket,” kata Arnold.

Belum lagi, kini pasar makin terbuka. Christine Natasya, Analis Mirae Asset Sekuritas Indonesia, mengatakan, sekarang ritel besar tidak hanya bersaing dengan ritel kecil, juga berkompetisi dengan pengecer online yang kini banyak bermunculan. Keterbukaan pasar perdagangan terhadap pesaing pun akhirnya akan semakin mengganggu pemain ritel,” ujar Christine dalam risetnya yang terbit Kamis lalu.

Apalagi, gerai ritel besar belum banyak masuk ke daerah-daerah. Alhasil, Christine melihat, prospek ekonomi digital akan cerah. “Di daerah pedesaan, kehadiran mal masih kurang. Ini menyajikan peluang untuk e-commerce masuk sebagai solusi belanja yang lebih nyaman, tanpa harus jauh-jauh mencari ke mal,” kata Christine. Meski porsi belanja online di Indonesia masih kecil, kini dengan berkembangnya teknologi, Christine percaya, situs belanja punya kesempatan dalam meraih pasar secara luas yang tidak bisa dijangkau ritel konvensional.

Penyebabnya, pertama, konsumen mulai merasa lebih nyaman bertransaksi online, tidak seperti beberapa tahun sebelumnya yang masih banyak kecemasan. Kedua, penetrasi penggunaan smartphone meningkat berkat harga yang lebih murah. Ketiga, aktivitas belanja online didukung dengan peningkatan konektivitas internet yang semakin terjangkau.

Namun, Arnold menyatakan, penggunaan ponsel pintar untuk kemudahan mengakses informasi dan belanja online lebih banyak dilakukan masyarakat di kota besar dibandingkan dengan masyarakat di daerah-daerah. Selain itu, kehadiran e-commerce juga menyebabkan persaingan makin ketat dan berimbas pada harga jual yang makin murah. Dalam situasi ini, tentu akan lebih menguntungkan e-commerce ketimbang pemilik gerai ritel besar.

Untuk menyiasati situasi itu, Christine bilang, banyak perusahaan ritel offline besar juga meluncurkan situs khusus belanja online. Senada dengan Christine, Arnold menuturkan, antisipasi terhadap kehadiran e-commerce membuat banyak peritel membuka kanal belanja online. Ambil contoh, PT Ace Hardware Tbk (ACES) yang memiliki platform online bernama http://www.ruparupa.com, PT Matahari Department Store Tbk (LPPF) tak mau kalah, dengan memiliki toko online http://www.mataharimall.com dan http://www.mataharistore.com. Sementara PT Mitra Adiperkasa Tbk (MAPI) punya lapak http://www.mapemall.com.

PT Bestprofit

Best Profit

Comments are closed.