Dollar melemah atas yen karena Obama Care eksis

A TV monitor showing U.S. President Donald Trump is seen through national flags of the U.S. and Japan at a foreign exchange trading company in Tokyo, Japan February 1, 2017. Picture taken February 1, 2017. REUTERS/Kim Kyung-Hoon

 

PT Bestprofit | Dollar melemah atas yen karena Obama Care eksis

 

PT Bestprofit – JAKARTA. Kegagalan pemerintahan Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump dalam mengajukan revisi UU Kesehatan untuk mengganti program Obama Care ternyata semakin menyudutkan posisi greenback. Situasi ketidakpastian mendorong yen lebih unggul dibanding dollar AS. Mengutip Bloomberg, Selasa pukul 20.10 WIB pasangan USD/JPY terlihat melemah 0,38% ke level 110,24.

Alwi Assegaff, analis PT Global Kapital Investama Berjangka melihat pelemahan pasangan USD/JPY memang cukup dipengaruhi dari kegagalan pengajuan revisi UU kesehatan. Hal itu membuat investor semakin khawatir akan nasib program-program Obama lainnya. Pasar khawatir rencana reformasi pajak juga akan bernasib serupa,” terangnya kepada KONTAN.

Di tengah kekhawatiran tersebut investor kemudian melirik yen sebagai mata uang lindung nilai. Tanpa sokongan data positif dari Jepang, yen tetap berhasil mengguli greenback. Namun sekitar pukul 17.00 wib, pasangan USD/JPY sempat berbalik arah menguat 0,03% ke level 110,69. Menurut Alwi penguatan sesaat ini terjadi karena aksi profit taking. Investor banyak mengambil untung karena penguatan yen yang sudah terlalu tinggi.

Sekarang ini nasib pasangan USD/JPY bergantung pada hasil indek kepercayaan konsumen AS yang akan rilis Selasa malam. Kalau hasilnya membaik bisa jadi greenback akan kembali unggul. Sejauh ini indeks kepercayaan konsumen AS bulan Maret akan terkoreksi dari 114,8 ke level 113,9.

PT Bestprofit

Comments are closed.