Euro terseret penguatan sterling

A pedestrian shelters under an umbrella as she walks past a money exchange sign in central London, Britain January 16, 2017. REUTERS/Stefan Wermuth

 

PT Bestprofit | Euro terseret penguatan sterling

 

PT Bestprofit – JAKARTA. Penyataan Perdana Menteri Inggris Theresa May mengenai skema keluarnya Inggris dari Uni Eropa rupanya berhasil mengembalikan pamor poundsterling. Sikap lebih lunak yang ditunjukkan sang pemimpin mendapat respon positif dari pasar. Mengutip Bloomberg, Selasa pukul 19.48 WIB, pasangan EUR/GBP terkoreksi hingga 1,44% ke level 0,86721 dibanding sehari sebelumnya.

Faisyal, Analyst & Research PT Monex Investindo Futures mengatakan, penguatan yang dialami poundsterling disebabkan karena pernyataan Theresa May yang lebih fleksibel dalam menyikapi proses keluarnya Inggris dari Uni Eropa. Pasar yang semula cukup khawatir akan terjadinya hard Brexit malah bereaksi positif melihat perubahan sikap sang perdana menteri.

Dalam keterangan persnya May berencana melakukan voting parlemen. Padahal kemarin dia tidak mau melibatkan parlemen,” ujarnya, Selasa. Selain itu penguatan EUR/GBP juga diperkuat dari sajian data Inggris yang cukup positif. Data inflasi Inggris mengalami perbaikan dari 1,2% ke level 1,6%. Sementara hasil neraca perdagangan Italia dengan hasil surplus di atas ekspektasi pasar malah tak mampu mengembalikan pesona euro.

Meski hari ini pasangan kedua mata uang ini cukup fluktuatif, tetapi Faisyal melihat peluang penguatan euro terhadap pounsterling masih akan berlanjut hingga Rabu. Inggris bakal disokong rilis data indeks pendapatan rata-rata yang membaik dan tingkat pengangguran yang stabil.

PT Bestprofit

Comments are closed.