Bursa AS terpeleset, Nasdaq dekati pasar bearish

bursa as

PT Bestprofit Futures | Bursa AS terpeleset, Nasdaq dekati pasar bearish

 

Bestprofit-futures : NEW YORK – Bursa AS belum mampu bangkit pada akhir transaksi tadi malam. Mengutip data Bloomberg, pada pukul 16.00 waktu New York, indeks Standard & Poor’s 500 turun 0,1% menjadi 1.852,21. Bahkan pada transaksi sebelumnya, indeks acuan di Negeri Paman Sam ini sempat melorot 1% dan naik 0,8%.

Sementara itu, indeks Nasdaq Composite tertekan 0,4% setelah sebelumnya bergerak liar. Indeks Nasdaq semakin mendekati pasar bearish akibat aksi jual di sektor energi dan teknologi. Sedangkan indeks Dow Jones Industrial Average ditutup dengan penurunan tipis 0,1% setelah mengalami pergerakan liar. Transaksi tadi malam melibatkan sekitar 10 miliar saham atau 26% di atas volume transaksi rata-rata tiga bulanan.

Pasar saham berupaya bergerak stabil setelah indeks Nasdaq mengalami aksi jual tiga hari terburuk sejak Agustus lalu. Bahkan, pada transaksi Selasa pagi, indeks nasdaq hanya berjarak 1% dengan pasar bearish. Ada tarik menarik antara kondisi bullish dan bearish. Sejumlah pelaku pasar menilai penurunan ini hanya sementara dan tak ada yang salah dengan hal itu di mana ini bisa menjadi kesempatan baik.

Tapi sebagian lain menilai penurunan ini merupakan indikasi perlambatan pada bulan-bulan berikutnya, jelas John Carey, fund manager Pioneer Investment Management Inc. Di antara 10 sektor utama indeks S&P 500, sektor energi terpukul paling dalam dengan penurunan 2,5%. Sektor telekomunikasi tertekan 1,1% dan saham-saham teknologi tirin 0,4%. Sedangkan sektor bahan baku, barang konsumen, dan kesehatan berhasil naik setidaknya 0,6%.

Perolehan dana penawaran umum perdana saham itu membuat debt to equity ratio (DER) WSBP turun cukup dalam dari tadinya sebesar 1,9 kali menjadi 0,3 kali hingga 0,4 kali. Dana IPO itu tidak digunakan untuk membayar utang, melainkan untuk modal kerja dan kebutuhan belanja modal.

Tahun depan, perseroan ini berencana membangun tiga pabrik baru di Sumatera Utara, Kalimantan Timur, dan Sulawesi. Masing-masing pabrik tersebut akan memiliki kapasitas 300.000 ton per tahun yang akan dibangun hingga tahun 2018 mendatang. Nilai belanja modal yang dikucurkan sampai tahun 2018 mencapai Rp 4 triliun.

 

Sumber : http://investasi.kontan.co.id/news/bursa-as-terpeleset-nasdaq-dekati-pasar-bearish

Comments are closed.