Bursa Asia sumringah, mengintil langkah bursa AS

Pengunjung memperhatikan pergerakan papan elektronik yang menunjukkan indeks saham Nikkei di Tokyo Stock Exchange (TSE), Jepang (9/2). Bursa Jepang terpuruk pada Selasa pagi (9/2) di tengah terjadinya aksi jual pasar saham global dan penguatan yen ke posisi tertingginya dalam setahun terakhir. REUTERS/Issei Kato

PT Bestprofit Futures | Bursa Asia sumringah, mengintil langkah bursa AS

 

Bestprofit-futures : TOKYO – Bursa Asia dibuka sumringah pagi ini. Berdasarkan data Bloomberg, pada pukul 09.01 waktu Tokyo, indeks MSCI Asia Pacific naik 0,6% menjadi 120,57. Sektor barang kesehatan dan energi mencatatkan kenaikan tertinggi di antara sektor lainnya.

Sementara itu, indeks Topix Jepang naik 1,9% setelah yen melemah 1,2% kemarin. Sedangkan indeks Kospi Korea Selatan naik 1,4%, indeks S&P/ASX 200 Australia naik 1,5%, dan indeks S&P/NZX 50 Selandia Baru naik 0,2%.

Kenaikan bursa Asia mengintil langkah positif Wall Street tadi malam. Sekadar mengingatkan, indeks S&P 500 membukukan kenaikan terbesar sejak Januari lalu. Jika dikalkulasikan, indeks acuan Asia sudah melonjak 6,7% dari posisi terendahnya tahun ini yang tercipta pada 12 Februari lalu.

Kita mulai melihat adanya stabilitas di market. Penguatan yen sudah berlalu dan kepanikan terbesar sudah kita tinggalkan. Pelaku pasar hanya meragukan seberapa banyak amunisi yang dimiliki bank sentral saat ini. Sementara, pertumbuhan AS lambat namun stabil, papar Nader Naemi, head of dynamic markets AMP Capital Investors Ltd.

Pinjaman itu akan dilunasi tahun depan dari cash flow proyek,” ujarnya di Jakarta, belum lama ini. Perseroan ini baru saja mendapatkan ekuitas yang cukup besar dari penawaran umum perdana saham. Nilainya sebesar Rp 5,16 triliun.

Perolehan dana penawaran umum perdana saham itu membuat debt to equity ratio (DER) WSBP turun cukup dalam dari tadinya sebesar 1,9 kali menjadi 0,3 kali hingga 0,4 kali. Dana IPO itu tidak digunakan untuk membayar utang, melainkan untuk modal kerja dan kebutuhan belanja modal.

Tahun depan, perseroan ini berencana membangun tiga pabrik baru di Sumatera Utara, Kalimantan Timur, dan Sulawesi. Masing-masing pabrik tersebut akan memiliki kapasitas 300.000 ton per tahun yang akan dibangun hingga tahun 2018 mendatang. Nilai belanja modal yang dikucurkan sampai tahun 2018 mencapai Rp 4 triliun.

 

Sumber :http://investasi.kontan.co.id/news/bursa-asia-sumringah-mengintil-langkah-bursa-as

Comments are closed.