Bursa Asia kembali terpapar sinyal The Fed

A man looks at an electronic board showing the recent exchange rate between Japanese yen against the U.S. dollar and Japan's Nikkei average (R) outside a brokerage in Tokyo, Japan, June 13, 2016. REUTERS/Issei Kato

PT Bestprofit Futures | Bursa Asia kembali terpapar sinyal The Fed

 

PT Bestprofit-Futures Pekanbaru – JAKARTA. Di awal pekan kedua September, mayoritas indeks bursa saham Asia kemarin ditutup merosot. Indeks Hang Seng memimpin pelemahan pasar Asia, dengan koreksi 3,36%, diikuti indeks Kopsi yang terpangkas 2,28%, Shanghai minus 1,85% dan Nikkei 225 merosot 1,73%.

Adapun bursa saham Indonesia, Singapura, Filipina dan Malaysia kemarin tidak beroperasi karena hari libur nasional. Koreksi di pasar Asia dipicu spekulasi kenaikan suku bunga The Fed tahun ini. Sinyal itu dikirimkan Presiden The Fed Boston Eric Rosengren, Jumat lalu. Menurut dia, menunggu terlalu lama untuk menaikkan suku bunga bisa memanaskan ekonomi AS.

Analis NH Korindo Securities Deky Rahmat Sani menambahkan, koreksi pasar Asia juga dipicu langkah Bank Sentral Eropa (ECB) yang tidak mengubah suku bunga pembiayaan pada level 0%, suku bunga deposito, serta pembelian aset senilai US$ 90 miliar per bulan hingga Maret

2017. Setelah terkoreksi tajam, analis menduga bursa saham Asia akan bergerak mendatar pada pekan ini. “Bursa Asia akan bergerak terbatas selama sepekan ini karena ada agenda ekonomi yang sudah terjadwal,” kata Analis Danareksa Sekuritas, Lucky Bayu.

Kami mencabut izin orang perseorangan Muhammad Syamsuzzaman sebagai Wakil Manajer investasi (WMI) dan Wakil Penjamin Emisi Efek (WPPE), sedangkan Taffy Canova Sastrawiguna kami cabut izin Wakil Manajer Investasi (WMI),” ujar Sarjito dalam keterangan resminya, Rabu (14/9).

Dengan dicabutnya izin tersebut, maka Syamsuzzaman dilarang melakukan kegiatan WPPE dan WMI. Tak hanya itu, OJK juga melarang Syamsuzzaman melakukan kegiatan di sektor pasar modal baik langsung serta tidak langsung. Juga, dilarang mengendalikan pihak yang melakukan kegiatan di sektor pasar modal.

Sanksi yang sama juga diganjar kepada Taffy. Di mana, Taffy diarang melakukan kegiatan sebagai WMI, melakukan kegiatan di sektor pasar modal, serta mengendalikan pihak yang melakukan kegiatan di sektor pasar modal baik langsung maupun tidak langsung.

Sarjito menuturkan Syamsuzzaman dan Taffy terbukti bersalah dan melanggar peraturan karena memiliki rangkap jabatan pada perusahaan lain. Selain sebagai anggota direksi PT Minna Padi Aset Manajemen, keduanya juga merupakan direksi PT SBS Trimitra yang sebelumnya bernama PT SBS Investment.

Comments are closed.