Data China bebani harga aluminium

Petugas melakukan proses pencetakan aluminium ingot di pabrik peleburan PT Inalum Kuala Tanjung Kabupaten Batubara, Sumatera Utara, Selasa (2/8). PT Inalum mampu memproduksi 260.000 ton aluminium ingot per tahun yang diprioritaskan untuk kebutuhan dalam negeri. ANTARA FOTO/Septianda Perdana/aww/16.

PT Bestprofit Futures | Data China bebani harga aluminium

 

PT Bestprofit Futures Pekanbaru – JAKARTA. Harga aluminium tergerus karena China terus meningkatkan produksi aluminium. Mengutip Bloomberg, harga aluminium kontrak pengiriman tiga bulan di London Metal Exchange (LME) Selasa lalu melemah 0,06% menjadi US$ 1.642 per metrik ton dibanding hari sebelumnya.

Tapi sepekan terakhir, harga sudah menguat 1,04%. Analis Asia Tradepoint Futures Andri Hardianto bilang, harga aluminum melemah lantaran produksi aluminium di China diprediksi naik tinggi. Hasil riset Harbor Intelligence menyebut, China akan memproduksi 39 juta ton aluminium di 2020. “Prediksi tersebut memberikan sentimen negatif bagi aluminium,” kata Andri.

Sekadar info, China memproduksi lebih dari 50% dari pasokan aluminium di seluruh dunia. Selain itu, Andri mengungkapkan, pertemuan The Fed yang dilaksanakan pada September mendatang ikut mempengaruhi harga komoditas logam, termasuk aluminium. Pelaku pasar berspekulasi The Fed akan menaikkan suku bunga. Sebab data tenaga kerja Amerika Serikat (AS) menunjukkan hasil positif. Transaksi aluminium juga tengah menurun lantaran musim panas yang tengah berlangsung.

Musim panas merupakan holiday season bagi Eropa dan AS, sehingga transaksi berbagai komoditas, salah satunya alumunium, berkurang. Kendati begitu, analis memprediksi pelemahan harga aluminium bakal tertahan katalis positif yang juga berasal dari China. Juli lalu, China mencetak consumer price index (CPI) 1,8%, lebih tinggi dari prediksi yang cuma 0,1%. Sedang producer price index (PPI) turun 1,7%.

Tapi ini masih lebih bagus ketimbang prediksi, yakni turun 2,0%. Data tersebut memberikan gambaran adanya pertumbuhan aktivitas ekonomi di China, termasuk aktivitas industri yang dapat meningkatkan permintaan aluminium. Hal ini juga berimbas pada penguatan mata uang. Saat ini, pasar masih menanti data produksi industri China yang akan dirilis Jumat. Prediksinya, produksi naik 6,2%.

Secara teknikal, moving average (MA) 50 di bawah MA 100 dan MA 200. MACD positif dan stochastic di atas level 50. Sedangkan RSI netral. Andri memprediksi, harga aluminium hari ini akan naik ke kisaran US$ 1.630–US$ 1.650. Sepekan ke depan, harga akan bergerak di kisaran US$ 1.600–US$ 1.680 per metrik ton.

 

Sumber : http://investasi.kontan.co.id/news/data-china-bebani-harga-aluminium

Comments are closed.