FOMC menopang rupiah

Petugas menghitung mata uang rupiah pecahan Rp100.000 di tempat penukaran mata uang asing di Jakarta, Jumat (16/10). Nilai tukar rupiah terhadap dolar AS ditutup pada level Rp13.540 per dolar AS, melemah 0,91 persen atau 122 poin dari penutupan sebelumnya. ANTARA FOTO/M Agung Rajasa/aww/15.

PT Bestprofit Futures | FOMC menopang rupiah

 

PT Bestprofit Futures – JAKARTA : Penguatan rupiah kembali berlanjut. Di pasar spot, Kamis nilai tukar rupiah menguat 0,3% di Rp 13.098. Selaras, pada kurs tengah Bank Indonesia rupiah menguat 0,13% menjadi Rp 13.113 per dollar AS.

Ekonom PT Bank Central Asia Tbk David Sumual memaparkan, penguatan sejalan dengan mata uang regional setelah The Fed mempertahankan suku bunga pada pertemuan Federal Open Market Committee (FOMC).

Penguatan rupiah murni reaksi pengumuman The Fed. Dari dalam negeri, optimisme reshuffle kabinet masih menyokong rupiah. Namun demikian peluang koreksi sudah terbuka mengingat penguatan yang signifikan.

Tonny Mariano, analis PT Esandar Arthamas Berjangka menambahkan, prospek kenaikan suku bunga The Fed tahun ini masih ada. Dengan demikian, peluang tekanan rupiah dalam jangka panjang masih terbuka. Sementara akhir pekan ini, faktor eksternal masih mendominasi pergerakan rupiah. Selain itu, rupiah juga menanti data klaim pengangguran AS yang diprediksi naik menjadi 261.000.

Hari ini Tonny memprediksi, rupiah menguat terbatas di Rp 13.050 – Rp 13.125 per dollar AS. Sedangkan David melihat, rupiah bakal melemah dan bergerak pada rentang Rp 13.080 – Rp 13.150 per dollar AS.

Meski surplus neraca perdagangan Indonesia menipis, data tersebut berhasil menyuntikkan tenaga bagi rupiah. Di pasar spot Kamis (15/9), nilai tukar rupiah terhadap dollar Amerika Serikat (AS) menguat 0,23% ke 13.175 dibanding kan hari sebelumnya. Mengacu kurs tengah Bank Indonesia, rupiah menguat 0,28% menjadi 13.190.

Josua Pardede, Ekonom Bank Permata menuturkan, penguatan rupiah berasal dari katalis positif data ekonomi dalam negeri. Badan Pusat Statistik (BPS) mencatatkan nilai neraca perdagangan Indonesia Agustus 2016 surplus US$ 293,6 juta, surplus ini memang lebih kecil dibanding bulan Juli 2016.

 

Sumber : http://investasi.kontan.co.id/news/fomc-menopang-rupiah

Comments are closed.