Harga batu bara panaskan kinerja Adaro Energy

Alat berat atau dump truck pama persada mengeruk dan membawa batubara di pertambangan PT Adaro Indonesia ditambang Tutupan Tabalong Kalimantan Selatan (19/6). Kapasitas pruduksi Adaro di tiga tambang Tutupan,Paringin,dan Wara sebesar 38.000.000 hingga akhir tahun 2008. Batubara Adaro digunakan di 18 negara dan penyuplai utama kebutuhanenergi PLTU di Cilacap,Paiton II dan Suryalaya.Pho KONTANAchmad Fauzie/19/06/2008

 

PT Bestprofit Futures | Harga batu bara panaskan kinerja Adaro Energy

 

PT Bestprofit-Futures Pekanbaru – JAKARTA. Harga batu bara mulai memanas. Per September 2016, harga batu bara acuan (HBA) naik 9,5% menjadi US$ 63,93 per ton dibandingkan Agustus senilai US$ 58,37 per ton. Bahkan di bursa ICE Futures Europe, harga batu bara untuk kontrak pengiriman Oktober 2016 sudah melonjak 55% year-to-date (ytd) menjadi US$ 70,75 per ton.

Salah satu pemicu kenaikan harga batu bara lantaran permintaan Tiongkok meningkat. Memanasnya harga batu bara berefek positif terhadap prospek emiten produsen batu bara, termasuk PT Adaro Energy Tbk (ADRO).

Analis Minna Padi Investama, Christian Saortua menilai, sekitar 24% penjualan batu bara ADRO diserap pasar domestik, sementara 16% diekspor ke India dan 14% menyasar pasar Tiongkok. ADRO akan menuai manfaat dari kenaikan harga batu bara dan meningkatnya permintaan untuk mendukung program kelistrikan pemerintah 35.000 mega watt (MW).

Analis Samuel Sekuritas, Sharlita Malik berpendapat, ekspor ADRO mungkin akan tetap stabil. Namun dengan kenaikan harga batu bara, maka harga jual rata-rata ADRO berpotensi meningkat sehingga emiten ini bisa meraup untung lebih besar.

Kami memperkirakan produksi masih tetap sama, tidak akan bertambah,” kata dia kepada KONTAN, kemarin.

Manajemen memproyeksikan sepanjang tahun ini memproduksi 52 juta ton sampai 54 juta ton batu bara.

Sepanjang paruh pertama 2016, produksi batu bara ADRO mencapai 25,86 juta ton, tak jauh berbeda daripada semester pertama tahun lalu. Pada semester I 2016, ADRO meraup laba bersih US$ 122 juta, naik 2,52% year-on-year (yoy).

Pencapaian tersebut berasal dari efisiensi. Biaya pengupasan tanah (stripping cost) ADRO hanya 4,3x atau lebih rendah daripada proyeksi sepanjang tahun ini yaitu 4,7x.

Hal itu mengarah ke cash cost yang lebih rendah untuk semester pertama 2016. “Tapi kami pikir angka itu akan tumbuh di paruh kedua tahun ini sejalan rencana perusahaan menggarap pengupasan tanah lebih banyak sebelum masuk musim hujan di akhir tahun,” kata Christian.

Sumber : http://investasi.kontan.co.id/news/harga-batu-bara-panaskan-kinerja-adaro-energy

Comments are closed.